BerandaCoffreak
Rabu, 15 Mei 2018 15:44

Cerita di Balik Dapur Roasting Strada Caffe

Kopi hasil roasting Taro di Strada Caffe (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Kopi yang berkualitas lahir dari proses yang berkualitas pula. Untuk mencapai kenikmatan kopi yang memadai, pemanggangan biji kopi yang baik adalah salah satu kuncinya, nggak terkecuali di Strada Caffe.

Inibaru.id – Ada yang bilang, penikmat kopi nggak akan pernah berdebat tentang biji kopi apa yang paling enak, atau mana yang lebih nikmat antara latte dengan espresso. Ini perihal selera. Namun, penikmat kopi yang baik akan selalu memerhatikan, seberapa pas biji kopi itu dipanggang. Yap, karena kualitas secangkir kopi memang sangat ditentukan oleh proses pemanggangan atau roasting-nya.

Proses pengolahan kopi memang panjang dan rumit, Millens. Dari penanaman hingga secangkir kopi terhidang di hadapan kita, semua proses itu harus dilakukan dengan baik. Salah satu tahapan paling krusial untuk menghasilkan kopi berkualitas adalah roasting. Yap, proses pemanggangan biji kopi dari green bean sampai matang tersebut punya peran penting.

Belum lama ini, roaster Strada Caffe Semarang, Jawa Tengah, yang akrab disapa Taro, berbagi cerita kepada Inibaru.id tentang proses roasting di sana. FYI, Strada Caffe adalah salah satu kedai kopi di Kota Lunpia yang me-roasting biji kopinya sendiri. Bahkan, biji kopi hasil roasting mereka menjadi pasokan untuk sejumlah kedai kopi dan hotel di Semarang.

Taro menuturkan, proses roasting umumnya dimulai dengan mengatur suhu mesin hingga pas. Nggak ada aturan khusus sih, tergantung si roaster ingin memakai suhu berapa. Namun, dia biasa mengatur suhu mesin hingga 160 derajat Celsius untuk memanggang kopi. Proses roasting-nya memakan waktu antara 9-12 menit. Namun demikian, kamu juga bisa mengatur kecepatan roasting-nya. 

Mesin Probat yang digunakan di Strada Caffe. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Untuk memanggang kopi, Strada Caffe memercayakan pilihan mereka pada mesin roasting jenama Probat yang kualitasnya memang nggak diragukan lagi. Biji kopi dikatakan matang kalau kadar airnya sudah hilang. Ini ditandai dengan warna biji kopi yang berubah menjadi kecokelatan. Kalau warnanya masih hijau atau kuning, tandanya masih ada kandungan airnya, Millens.

Oya, tanda kematangan kopi dinamai dengan first crack. Jadi, biji kopi bakal retak dan meletup kayak berondong jagung. First crack juga bakal menghasilkan bunyi persis berondong jagung saat matang.

Taro menjelaskan, terdapat sejumlah istilah tingkat kematangan dalam kopi  Namun, yang paling umum, yakni light, medium, dan dark roasted. Ketiganya punya spesifikasi yang berbeda. Jadi, kalau kamu mau beli biji kopi, jangan lupa untuk menanyakan tingkat kematangan biji kopi tersebut.

Setelah matang, biji kopi didinginkan kira-kira empat menit. Lalu, biji kopi dipindahkan ke dalam wadah dan didiamkan selama kurang lebih 24 jam. Proses ini dinamakan resting. Tujuannya agar gas dalam kopi berkurang. Nah, di proses inilah rasa dan aroma kopi mulai keluar.

Taro di balik ruangan kerjanya. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

“Seorang roaster harus jeli soal visual dan penciuman. Soalnya proses roasting terasa lebih kompleks saat menentukan bau, rasa, dan tingkat kematangan kopi,” ujar Taro.

Yap, kepekaan seorang roaster memang harus terlatih banget ya. Sebab dia harus bisa membedakan biji kopi yang sudah matang sesuai dengan kualitasnya kan?

Roaster yang belajar roasting sejak 2014 itu juga menjelaskan bahwa masa simpan biji kopi di suhu ruangan kurang lebih dua bulan. Lewat dari itu, tentu rasa dan kualitasnya bakal berubah.

Nah, nggak sekadar menyeruput secangkir kopi, kamu kini juga bisa jadi tahu gimana proses panjang di balik kopi yang kamu minum. (Mayang Istnaini/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: