BerandaAdventurial
Selasa, 8 Jul 2019 11:20

Yang Legendaris dari Batik Pekalongan: Batik Art Oey Soe Tjoen

Nama besar Oey Soe Tjoen sebagai pembatik di Pekalongan tak sirna hingga sekarang. Kendati batiknya nggak bisa dibilang murah, orang-orang memburunya lantaran unik dan sangat langka.

Inibaru.id – Dijuluki sebagai Kota Batik, daerah yang juga diberi gelar Kota Kreatif oleh UNESCO ini punya segudang wilayah yang bisa kamu jadikan destinasi saat ingin membeli batik. Yap, mana lagi kalau bukan Pekalongan, Jawa Tengah.

Batik menjadi hal paling ikonik di Pekalongan, tentu saja selain megono dan soto tauto. Pelbagai macam motif batik tersedia di kota ini, dengan harga yang juga cukup variatif. Di Pekalongan,kamu bisa menyusuri batik dari yang legendaris hingga yang mengusung konsep modern.

Nah, kalau kamu penyuka sejarah, berkunjung ke Batik Art Oey Soe Tjoen mungkin bisa menjadi pilihan tepat. Di sana, kamu bakal menyambangi toko seorang pembatik yang telah memegang canting jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya.

Pemilik toko yang berada di Jalan Raya Kedungwuni ini adalah Widianti Widjajaya. Dia merupakan penerus Oey Soe Tjoen yang membuat batik sejak 1925. Saking legendarisnya, ada batik keluaran Oey Soe Tjoen yang dipajang di Museum Batik Pekalongan, lo.

Motif pesisir biasanya menjadi karakteristik utama batik ini. Namun, Widianti juga menciptakan beragam motif baru seperti batik hokokai dengan motik merak, bunga, dan kuku untuk memenuhi pesanan dari Jepang.

Batik dari toko ini konon sudah melanglang buana hingga ke Eropa, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat. Wajar saja, harganya pun mencapai belasan hingga puluhan juta, bahkan lebih. Namun, ini sebanding, karena proses pembuatannya pun memakan waktu yang cukup lama.

Harga yang tinggi ini juga diikuti dengan kualitas yang nggak sembarangan, plus kelangkaan corak kain khas Batik Oey Soe Tjoen.

Kendati pernah mengalami kendala produksi karena kehilangan pengrajin, Batik Oey Soe Tjoen masih bertahan hingga sekarang.

Berniat menyambanginya? Silakan menuju Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Semarang, dan bertanyalah ke penduduk setempat. Dijamin pasti ketemu! (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: