BerandaAdventurial
Kamis, 18 Apr 2018 13:51

Ketika Bambu Dimuliakan di Pasar Papringan

Pasar Papringan (plukme.com)

Berada di bawah kerimbunan pohon bambu, di Pasar Papringan kamu bisa menjumpai aneka kuliner tradisional dan dolanan tradisional. Alih-alih menggunakan uang kartal rupiah, pasar ini menggunakan uang pring untuk transaksi jual-beli. Unik!

Inibaru.id – Sobat Millens ingin berwisata ke tempat yang unik? Maka di Temanggung ada Pasar Papringan yang bisa jadi alternatif. Ini salah satu destinasi wisata yang lagi ngehit, berlokasi di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Meski berlokasi di tengah pelosok desa, pasar itu tetap diburu wisatawan. Rata-rata, 5 ribu pengunjung hadir setiap Pasar Papringan diselenggarakan. Bukan hanya warga Temanggung saja, tapi juga dari luar daerah. Bahkan ada juga warga mancanegara, lo. Wah, memang apa sih daya tariknya?

Ini lantaran Pasar Papringan memiliki konsep unik. Mengutip voaindonesia.com (16/1/2018), kata papringan diambil dari bahasa Jawa yang berarti “kebun bambu”, yang memang dijadikan sebagai lokasi pasar. Salah satu keunikan Pasar Papringan yaitu untuk transaksi jual beli bukan dengan uang kartal rupiah melainkan menggunakan uang pring yang terbuat dari kepingan bambu. Jadi, kamu wajib untuk menukarkan uang rupiahmu di area penukaran uang sebelum masuk pasar. Unik,bukan?

Baca juga:
Keunikan-Keunikan Pasar Papringan
Hutan Tinjomoyo: Dulu Mangkrak, Kini Semarak

Untuk nilai uang pringnya adalah seribu rupiah per satuanya. Eits, perlu diingat ya, uang yang sudah ditukar ini nggak bisa ditukar kembali menjadi rupiah. Tapi tenang saja, kamu  masih bisa menggunakannya di kunjungan berikutnya kok. Atau kamu bisa menyimpannya sebagai suvenir.

Memiliki luas sekitar 1.500 meter persegi, kamu dapat menemukan aneka makanan dan minuman tradisional di Pasar Papringan. Mulai dari nasi jagung, soto lesah, pecel, gudeg,  nglemeng, ndas borok, grontol jagung, wedang ronde, wedang tape, kopi tubruk, wedang pring, beragam aneka jajan pasar dan masih banyak aneka kuliner lainnya yang dapat dinikmati. Wah, banyak sekali, ya?

Oya, merupakan hasil kreasi warga sekitar, semua makanan yang dijual merupakan makanan sehat, lo. Karena semua makanan diharuskan berbahan alami, tanpa menggunakan bahan pewarna, bahan kimia, penyedap rasa atau micin. Cocok nih buat kamu para pencinta kuliner sehat.

Keunikan lainnya, semua jajanan kuliner tersebut disajikan dalam wadah berupa piring gerabah, batok kelapa, daun pisang, dan bahkan ada yang dibungkus dalam anyaman bambu. Jadi kamu nggak akan menemukan plastik pembungkus dan kantong belanja karena haram hukumnya digunakan di pasar ini. Buat kamu yang ingin membawa belanjaan, sebagai gantinya disediakan keranjang dari anyaman bambu. Wah, benar-benar go green nih.

Baca juga:
Lima Lokawisata Temanggung yang Pesonanya Kamu Banget
Tips Bermain River Tubing yang Aman-Soleman, Nyaman, dan Seru

Tenang saja, untuk masuk Pasar Papringan gratis kok. Kamu cukup bayar tiket parkir kendaraan. Eits, tapi kalau ingin berkunjung kamu harus bersabar ya. Pasalnya pasar yang memiliki sekitar 80 pelapak itu hanya buka setiap Minggu Pon dan Minggu Wage. Mulai pukul 06.00- 12.00 WIB. Jadi, cek kalender dulu ya sebelum datang. Oke? (IB05/E02)

Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan di Pasar Papringan, lo. Seperti smoking area, bilik menyusui, dan ada pula fasilitas perpustakan. Untuk anak-anak, mereka bisa bermain dolanan di area play ground seperti engrang, bakiak, ayunan bambu, dan lainnya.Selain aneka kuliner, kamu juga bisa menemukan banyak barang bervariasi yang bisa kamu beli. Mulai dari aneka hasil pertanian dari warga setempat, beberapa jenis hewan ternak, mainan tradisional, jasa potong rambut, hingga jasa pijat.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: