BerandaAdventurial
Rabu, 6 Jan 2026 14:55

Trekking Gunung Telomoyo; Menantang, tapi Ramah untuk Pendaki Pemula!

Seorang pendaki sedang berswafoto di Tugu Garuda, salah satu titik tertinggi di Gunung Telomoyo. (Inibaru.id/ Sundara)

Meski bisa dijangkau dengan kendaraan, trekking Gunung Telemoyo dengan berjalan kaki juga nggak kalah seru. Jalur yang menanjak bakal membuatmu tertantang, tapi rutenya yang cukup pendek terhitung ramah untuk pendaki pemula.<br>

Inibaru.id - Puncak Telomoyo yang secara adminisratif berlokasi di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, bukanlah gunung yang tinggi. Bahkan, kita bisa mendaki gunung setinggi 1.894 mdpl ini dengan mengendarai sepeda motor atau mobil jip.

Melalui jalur Dalangan, kita bisa menapaki rute beraspal mulus yang bisa dilalui kendaraan bermotor. Praktis dan cepat. Namun, untuk kamu yang enggan melakukan pendakian dengan cara itu, Gunung Telomoyo sejatinya memiliki rute lain yang hanya bisa ditapaki dengan berjalan kaki.

Rute yang dikenal sebagai Jalur Arsal ini cukup ramah, sehingga acap dipakai para pendaki pemula untuk menjajal kemampuan. Selain itu, rutenya yang pendek dan cenderung ringan juga kerap dipakai pendaki yang cuma punya sedikit waktu libur untuk sekadar hiking atau tektokan.

Nah, buat kamu yang pengin menikmati sensasi mendaki gunung yang ringan tapi tetap menantang, jalur Arsal mungkin bisa menjadi salah satu opsi yang bisa kamu pilih. Basecamp pendakian Gunung Telomoyo via Arsal ada di Dusun Salaran, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Jalur yang Bersahabat

Suasana beberapa pendaki saat melewati trek jalur via Arsal Gunung Telomoyo. (Sundara/Inibaru.id)

Berlokasi sekitar 650 meter dari basecamp via Dalangan, tiket pendakian via Arsal dipukul rata sebesar Rp25 ribu, baik untuk pendaki tektok atau yang mau nge-camp. Selama pendakian, akan ada tiga pos yang harus dilalui untuk menuju sunrise camp, area terakhir sebelum mencapai Tugu Garuda sebagai puncaknya.

Akhir pekan lalu, tepatnya pada Minggu (4/1/2025), saya baru saja menyelesaikan pendakian Gunung Telomoyo via Arsal. Bersama tiga teman, kami memilih tektokan atau pergi-pulang dalam sehari karena waktu libur yang tersedia cukup terbatas.

Menurut saya yang seorang pendaki pemula, rute via Arsal hari itu cukup bersahabat dan perjalanan berlangsung tanpa hambatan berarti. Kami bertolak dari basecamp pukul 10.30, lalu mencapai Puncak Garuda sekitar pukul 13.20, kemudian kembali ke basecamp sekitar pukul 16.00 WIB.

Meski terbilang pendek, rute via Arsal nggak mengecewakan. Selama perjalanan mendaki, kami disuguhi suasana pegunungan yang asri dipenuhi vegetasi nan beragam. Udaranya pun sejuk dan segar. Sesekali, lanskap Merbabu dan Andong menemani kami, tampak jelas di sisi kiri.

Saya yakin pendaki mana pun mampu menaklukkan gunung ini karena tingkat kesulitannya ringanm nggak terlalu menguras stamina, dan penanda arah terpasang di mana-mana. Meski ada sejumlah tanjakan yang menantang, kamu akan aman asalkan peralatan yang dibawa sesuai.

Didominasi Pendaki Muda

Selama mendaki, beberapa kali saya bertemu rombongan anak muda yang juga melakukan aktivitas serupa. Salah satunya Ara, perempuan 18 tahun asal Kota Magelang yang saya jumpai di area sunrise camp. Saat kami bertemu, dia tengah berswafoto bersama keempat temannya.

Sama seperti saya, perempuan yang mengaku masih duduk di bangku SMA itu juga tektokan. Ara berangkat dari basecamp sekitar pukul 08.00 WIB. Hanya berdua. Di puncak, keduanya kemudian bertemu tiga pendaki lain yang setelah berkenalan kemudian memutuskan untuk turun bersama. Jadilah mereka berlima.

"Sejak awal, salah satu tujan saya naik gunung memang menambah teman," lontarnya sembari melihat ke arah keempat temannya, yang segera disambut senyum mereka. "Selain teman, saya juga mau cari pengalaman dan melatih fisik. Kebetulan di sekolah saya ikut Sispala (Siswa Pencinta Alam)."

Ara bukanlah pendaki pemula. Walau usianya masih belia, jam terbangnya tinggi. Dia mengaku pernah menaklukkan sejumlah gunung di Jateng, antara lain Andong, Merbabu, Lawu dan Sumbing. Bahkan, dia sudah beberapa kali naik Telomoyo, termasuk saat diklat Sispala.

"Pemandangan sepanjang jalur Arsal bagus karena bisa melihat Gunung Merbabu dan Gunung Andong. Treknya juga lumayan mudah. Tantangannya apa ya? Paling ketika melewati jalur becek, karena bikin sepatu kotor," kelakar gadis murah senyum tersebut, lalu tertawa.

Favorit untuk Pendakian Singkat

Potret sejumlah pendaki tengah beristirahat di sunrice camp Gunung Telomoyo via Arsal dengan pemandangan Gunung Merbabu. (Sundara/Inibaru.id)

Selain Ara, saya juga sempat mengobrol dengan Irma Suniarni, seorang pendaki yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan swasta. Keinginan untuk sejenak healing dan melepas penat pada awal tahun sebelum terjebak lagi dalam hari-hari yang padatlah yang membawanya ke Telomoyo.

"Awal memutuskan naik (Gunung Telomoyo), saya tidak menaruh ekspektasi apa-apa, karena niat saya cuma healing sebelum kembali masuk kerja. Eh, ternyata sepanjang pendakian saya dibikin takjub sama panorama alamnya yang indah, lo!" tuturnya ramah.

Sama seperti rombongan saya dan Ara, Irma juga tektokan. Mendaki gunung, dia menyebutkan, telah menjadi salah satu aktivitas rutinnya dalam beberapa tahun terakhir. Begitu ada waktu luang, dia akan segera mewujudkan hobinya tersebut.

"Mostly tektokan karena keterbatasan waktu libur di tempat kerja. Tapi, saya benar-benar nggak nyangka naik Telomoyo lewat jalur Arsal seseru ini. Tadi bisa lihat Gunung Andong sama Merbabu sepanjang jalan. Wah!" serunya sebelum kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan.

Seru, kan? Oya, meski relatif bersahabat, bukan berarti mendaki Gunung Telomoyo via Arsal nggak butuh persiapan. Saran saya, pakailah sepatu hiking yang memadai saat naik agar pijakan kaki aman, terutama saat musim hujan yang bikin kontur tanah lebih licin.

Kalau ada waktu luang, coba agendakan untuk tektokan ke Gunung Telemoyo lewat jalur Arsal, gih! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Spot Mencari Sunrise Pertama Tahun Baru 2026 di Kota Semarang

27 Des 2025

Hasil Survei Tunjukkan Warga Korea Jadi Lebih Kaya, Tapi Semakin Nggak Bahagia

27 Des 2025

Rayakan Natal di Tengah Bencana, Uskup Agung Semarang Serukan 'Taubat Ekologis'

27 Des 2025

Festival Permainan Tradisional Jepara, Awali Libur Sekolah Tanpa Gawai

27 Des 2025

Nggak Cuma Cantik, Bulu Merak Ternyata Bisa Tembakkan Sinar Laser, Lo!

27 Des 2025

Kepala Udang Ternyata Punya Segudang Manfaat, Tapi Ada Syaratnya!

27 Des 2025

Lezatnya Kupat Tahu Hj Sapen di Kabupaten Cilacap

28 Des 2025

Kini, Kamu Bisa Cek CCTV Dulu Sebelum Wisata ke Wonosobo

28 Des 2025

Jadi Moda Darat Favorit Semarang, KAI Daop 4 Catat Ratusan Ribu Penumpang

28 Des 2025

Bukan Cuma Soal Cuaca Panas, Ahli Sebut Perubahan Iklim Langgar HAM!

28 Des 2025

Sanksi Menanti Pedagang yang Tolak Pembayaran Tunai!

28 Des 2025

Tenangnya Berwisata di Waduk Greneng Blora

29 Des 2025

Anak Muda Tokyo Hidup di Apartemen Super Kecil Demi Bertahan di Kota Besar

29 Des 2025

UMK Ditetapkan, Gubernur Jateng: Upah Minimum untuk Masa Kerja Kurang dari Satu Tahun

29 Des 2025

Gaya Hidup Ramah Lingkungan; Ide Sederhana untuk Resolusi 2026

29 Des 2025

Antara Banyu Panguripan dan Tempat Sampah Raksasa: Masihkah Orang Jawa Memuliakan Sungai?

29 Des 2025

Deadline 31 Desember, 5 Juta Orang Belum Aktivasi Akun Coretax, Kamu?

29 Des 2025

Pengin Wisata di Solo dengan Cara Berbeda? Naik Bus Werkudara Saja

30 Des 2025

Alasan Berkendara Saat Hujan Bikin Tubuh Lebih Lelah

30 Des 2025

No Drama; Poin Penting saat Menetapkan Batasan 'Screen Time' Anak!

30 Des 2025

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: