BerandaAdventurial
Senin, 5 Jan 2026 14:17

Jalur Arsal, Rute Favorit Para Pendaki 'Tektok' di Gunung Telomoyo

Penulis:

Jalur Arsal, Rute Favorit Para Pendaki 'Tektok' di Gunung TelomoyoSundara
Jalur Arsal, Rute Favorit Para Pendaki 'Tektok' di Gunung Telomoyo

Potret dua orang pendaki saat sedang menikmati suasana di kawasan sunsire camp jalur pendakian Gunung Telomoyo via Arsal. (Inibaru.id/ Sundara)

Mendaki Gunung Telomoyo via jalur Arsal kini jadi favorit pendaki tektok, terutama di kalangan pekerja yang nggak mempunyai cukup banyak waktu libur. Selain menawarkan rute yang ramah, pemandangan Merbabu-Andong yang memukau juga menjadi alasannya.

Inibaru.id - Pekerja yang biasanya hanya punya waktu libur pada akhir pekan membuat pendakian tektok atau naik-turun gunung dalam satu waktu tanpa menginap, menjadi pilihan yang masuk akal. Nah, di Gunung Telomoyo, mereka biasanya menggunakan Jalur Arsal.

Jalur ini mereka pilih karena medan yang ditempuh relatif mudah ditaklukkan. Selain itu, rutenya pun pendek, membuat durasi pendakian menjadi lebih singkat dan nggak mengharuskan pendaki bermalam di puncak. Kedua hal itulah yang menjadi alasan mengapa di kalangan pekerja jalur tersebut menjadi pilihan favorit.

Jalur pendakian Gunung Telomoyo via Arsal sejatinya bukan jalur baru. Dibuka sejak 2017, jalur ini perlahan berkembang menjadi alternatif bagi pendaki yang ingin mencapai puncak dengan berjalan kaki.

Mengapa "berjalan kaki"? Karena untuk menuju Gunung Telomoyo, sejatinya kamu bisa naik dengan mengendarai kendaraan, yakni via Dalangan. Namun, bagi sebagian pendaki, naik gunung haruslah mengandalkan kaki sendiri. Karena itulah ada jalur Arsal.

Mulai Ramai Pasca-pandemi

Menurut Nurdila, salah seorang pengelola Gunung Telomoyo via Arsal, aktivitas pendakian melalui rute tersebut mulai menunjukkan geliat pada 2019. Setelah sempat meredup selama pandemi Covid-19, kunjungan pendaki kembali meningkat sejak 2023 dan terus ramai hingga kini.

"Yang paling penting saat mendaki Gunung Telomoyo, utamakan keselamatan, bawa jas hujan, dan pastikan sudah mendapat izin dari orang tua," ujar Nurdila saat ditemui Inibaru.id, Senin (5/1/2026).

Namun, berbeda dengan sebelum pandemi, dia menyebutkan bahwa sekarang ini para pendaki yang melalui jalur tersebut lebih banyak yang memilih konsep tektok. Sekitar 80 persen pendaki, dia melanjutkan, memilih cara mendaki naik-turun dalam satu hari.

"Menurut saya, faktor waktu menjadi alasan utama. Mayoritas pendaki berasal dari kalangan pekerja dengan rentang usia 20 hingga 50 tahun yang tidak punya cukup banyak waktu untuk naik gunung," paparnya. "Pelajar tetap ada, tapi bukan pendaki dominan."

Jalur Alternatif ke Telomoyo

Gunung Andong terlihat berdiri kokoh di Puncak Gunung Telomoyo via Arsal. (Inibaru.id/ Sundara) 
Gunung Andong terlihat berdiri kokoh di Puncak Gunung Telomoyo via Arsal. (Inibaru.id/ Sundara)

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Arsal bukanlah satu-satunya rute menuju Gunung Telomoyo. Jalur ini bahkan lebih cocok disebut sebagai rute alternatif, mengingat gunung yang berlokasi fi Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, justru lebih dikenal karena jalur motornya.

Yap, gunung setinggi 1.894 mdpl ini memang bisa dijangkau dengan sepeda motor melalui Dalangan. Nurdila mengungkapkan, jalur tersebut dibuka sejak 2015 atau lebih dulu dua tahun ketimbang Arsal. Menurutnya, baik Arsal maupun Dalangan, keduanya sama-sama populer di kalangan pendaki.

"(Jalur Arsal) ini bukan pesaing jalur sepeda motor, sebab keduanya berjalan berdampingan dan masing-masing punya daya tarik," terangnya.

Pada momen Natal 2025 lalu, Nurdila mengatakan, jumlah pendaki Telomoyo via Arsal sekitar 300 orang. Jumlah tersebut meningkat hingga dua kali lipat dibanding rata-rata kunjungan harian yang stabil di kisaran 150-an pendaki.

Magnet Utama Jalur Arsal

Gunung Telomoyo memang nggak setinggi tetangganya, Gunung Merbabu yang menjulang hingga 3.000-an meter. Namun, Telomoyo, menurut Nurdila, mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pendaki, terutama untuk mereka yang nggak punya cukup banyak waktu untuk melakukan pendakian.

"Untuk jalur Arsal, yang menjadi daya tarik utama adalah Tugu Garuda di puncak. Itu jadi jackpot untuk pendaki yang menjajal jalur trekking," terangnya.

Namun, dia berpromosi, tugu yang baru berdiri satu tahun lalu ini bukanlah satu-satunya daya tarik, karena sepanjang jalur para pendaki juga dimanjakan dengan panorama alam pegunungan yang menakjubkan, termasuk lanskap Merbabu dan Andong yang terlihat megah dari kejauhan.

Ke depan, Nurdila mengungkapkan bahwa pengelola berencana menambah beberapa shelter di jalur pendakian. Mereka juga akan membangun gapura serta spot foto di area sunrise camp untuk memperkuat daya tarik jalur Arsal sebagai jalur pendakian yang ramah buat pendaki pemula.

"Di jalur ini tidak ada larangan khusus, baik yang mau tektok atau nge-camp. Yang penting jaga kebersihan dan membawa pulang sampah selama pendakian," tandasnya.

Nah, buat kamu para pendaki pemula atau pekerja yang cuma libur pas akhir pekan, mumpung baru awal tahun, boleh banget menjadikan pendakian Gunung Telomoyo via jalur Arsal dalam daftar destinasi wisata yang perlu kamu kunjungi tahun ini ya, Gez! (Sundara/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media
A Group Member of:
medcom.idmetro tv newsmedia indonesialampost

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved