BerandaAdventurial
Kamis, 9 Jan 2019 12:32

Susuri Jejak Seni Bertutur Jawa di Museum Wayang Indonesia

Seorang pengunjung mengamati koleksi wayang di Museum Wayang Indonesia di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. (Antara/Akbar Nugroho)

Selain menjadi tempat memajang koleksi wayang tertua, Museum Wayang Indonesia adalah "rumah" bagi ratusan koleksi wayang yang ada di Tanah Jawa.

Inibaru.id - Wayang kulit, siapa tak mengenalnya? Pertunjukan bayangan boneka yang lekat dengan budaya Jawa dan kepercayaan Hindu itu berkembang pesat di Jawa dan Bali, kendati juga dikenal di Sumatra dan Semenanjung Malaya.

Pada zamannya, wayang kulit adalah seni kesohor yang dikenal semua kalangan. Sayang, pamornya kian redup lantaran banyak seni pertunjukan lain yang acap dinilai lebih kekinian. Mungkin, nggak banyak lagi kaum millennials yang masih mengenal wayang.

Harga nanggap yang mahal dan regenerasi dalang yang kian sulit membuat wayang kian tersisih, terlebih di kalangan masyarakat urban. Menonton seni bertutur yang masuk daftar warisan UNESCO tersebut saat ini hampir mustahil dilakukan.

Sedih? Tentu saja. Namun begitu, kamu tetap bisa mengenal warisan asli Jawa yang konon dibawa dari India itu di sejumlah tempat, salah satunya di Museum Wayang Kulit yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah.

Koleksi wayang di Museum Wayang Indonesia. (fahmianhar.com)

Lokasinya yang berada di Kecamatan Wuryantoro membuat museum yang didirikan pada 2004 ini dikenal masyarakat setempat sebagai Museum Wayang Kulit Wuryantoro. Ada pula yang menyebutnya Museum Wayang Indonesia.

Disebut Museum Wayang Indonesia karena tempat itu dikenal sebagai “rumah” bagi pelbagai wayang yang nggak hanya dari Jawa Tengah, tapi juga dari Jawa Barat hingga Bali. Konon, koleksinya mencapai 200 buah, Millens!

Museum yang dibangun atas inisiasi Begug Poernomosidi, dalang cum bupati Wonogiri, tersebut memang menjadi tempat yang pas buat kamu yang pengin belajar perwayangan. Di sana ada wayang kulit purwa, wayang golek, wayang Bali, wayang klitik, wayang suket (rumput), wayang beber dari Bali, topeng, bahkan bakalan wayang pun ada.

Semar Terkecil

Selain berbagai jenis wayang, kamu juga bisa menyaksikan lukisan Semar, sosok pengasuh para ksatria dalam dunia pewayangan Tanah Jawa, yang berukuran sangat kecil, yakni 3x3 sentimeter saja. Saking kecilnya, lukisan karya Ki Djoko Sutedjo itu sempat diganjar rekor Muri pada Agustus 1998.

Oya, kamu juga bisa menyaksikan koleksi Begug Poernomosidi, antara lain wayang Semar yang berangka tahun 1716, sekaligus menjadi koleksi tertua museum. Terus, ada juga wayang Limbuk dan Cangik yang dikenal warga Wonogiri sebagai media komunikasi Begug, sebagai bupati, dengan mereka.

Suasana di Museum Wayang Indonesia Wonogiri, Jawa Tengah. (Instagram/@yektiprasetyani)

Menarik, bukan? Kamu bisa menjadikan Museum Wayang Indonesia sebagai alternatif lokawisata yang ramah bagi keluarga, lo. Selain itu, lokasi museum yang buka mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB tersebut juga mudah dijangkau.

Jarak museum dari pusat Kota Wonogiri nggak lebih dari 15 kilometer atau sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi. Begitu tiba di Kecamatan Wuryantoro, kamu tinggal mencari Kompleks Padepokan Pak Bei Tani M Ng Prawirowihardjo. Ya, di situlah tempatnya!

Terakhir, jangan datang pas Minggu ya, Millens, karena museum hanya buka selama weekdays, yakni dari Senin sampai Sabtu.

Yuk, ajak keluarga, saudara, kerabat, atau teman sebanyak-banyaknya, lalu bareng-bareng mengenal wayang! (IB20/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: