Inibaru.id – Pengin menikmati wisata alam yang tenang dan nggak ramai di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah? Curug Kenceng bisa jadi pilihan yang menarik. Berjarak sekitar 53 kilometer ke arah selatan dari Alun-alun Pemalang, tepatnya di Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, air terjun ini punya pemandangan yang luar biasa.
Warga sekitar juga mengenal Curug Kenceng dengan nama lain Air Terjun Polaga. Pemilihan nama “kenceng” sendiri bukan tanpa alasan. Aliran air di curug ini cukup deras dan kencang, jatuh menghantam bebatuan bertingkat yang tersusun alami. Bentuk bebatuan yang berundak membuat aliran air terlihat berlapis-lapis, menciptakan pemandangan yang unik dan memanjakan mata.
Curug Kenceng berada di ketinggian kurang lebih 700 meter di atas permukaan laut alias di kawasan dataran tinggi. Hal ini bikin suasana di air terjun ini cukup sejuk, Gez.
Untuk mencapai lokasi air terjun, perjalanan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor hingga Dusun Pedagung. Dari sana, kamu bisa berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri jalur setapak.
Akses jalannya memang masih terbatas dan di beberapa bagian berupa tanah, sehingga membutuhkan fokus dan kehati-hatian, terutama saat musim hujan. Untungnya, suara gemuruh air terjun yang mulai terdengar dari kejauhan menjadi penyemangat tersendiri untuk segera mencapainya.
Sesampainya di lokasi, rasa lelah selama perjalanan seolah langsung terbayar. Curug Kenceng menyuguhkan suasana yang sejuk, asri, dan menenangkan. Airnya jernih dan segar, cocok untuk merendam kaki atau bermain air sambil menikmati alam sekitar. Suara air yang jatuh berpadu dengan alam sekitar menciptakan suasana rileks yang pas untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Curug Kenceng masih tergolong sepi pengunjung. Tempat ini juga belum dikelola secara resmi sebagai objek wisata, sehingga tidak tersedia fasilitas umum seperti toilet, ruang ganti, atau warung. Namun justru di situlah letak daya tariknya. Kamu jadi bisa menikmati keindahan alam tanpa gangguan, sekaligus merasakan sensasi berpetualang ke curug yang masih “perawan”.
“Curugnya asri, bersih, dan nggak ramai. Pemandangannya bagus banget,” ungkap salah satu pengulas di Google Bernama Arfin yang datang ke sana pada Agustus 2025.
Karena belum dikelola, tidak ada tiket masuk maupun biaya parkir. Semua bisa dinikmati secara gratis, dengan satu catatan penting: pengunjung wajib menjaga kebersihan. Sampah sebaiknya dibawa kembali jika tidak menemukan tempat pembuangan, agar keasrian Curug Kenceng tetap terjaga.
Bagi kamu yang ingin berkunjung, waktu terbaik adalah pagi hari saat udara masih segar dan cahaya matahari belum terlalu terik. Pastikan sebelum datang, kamu mengecek prakiraan cuaca juga ya agar bisa ke sana pas cuaca sedang bersahabat. Setuju, Gez? (Arie Widodo/E07)
