BerandaAdventurial
Rabu, 3 Feb 2026 13:01

Okupansi Hotel Semarang Meningkat; tapi Rata-Rata Menginap Singkat

Ilustrasi: Tingkat okupansi hotel-hotel berbintang di Kota Semarang meningkat selama Desember 2025, tapi rata-rata tamu memilih menginap singkat. (Freepik)

Okupansi hotel berbintang di Semarang naik menjadi 66,03 persen pada Desember 2025, meningkat lebih dari empat poin dibanding bulan sebelumnya. Namun, rata-rata pengunjung yang memilih menginap singkat masih menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi.<br>

Inibaru.id - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel berbintang di Kota Semarang meningkat selama Desember 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, TPK tercatat 66,03 persen, naik 4,32 poin dibanding bulan sebelumnya yang "hanya" sebesar 61,71 persen.

"Secara keseluruhan, kenaikan ini terjadi di semua kelas hotel berbintang," ujar Duto Sulistiyono, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Semarang saat dikonfirmasi Inibaru.id, Selasa (3/2/2026). "Jika dibandingkan tahun sebelumnya (Desember 2024), ada peningkatan 0,99 poin, terutama di hotel bintang 3 dan bintang 5."

Berdasarkan data BPS, hotel bintang 4 menjadi yang paling ramai dengan okupansi 72,49 persen, diikuti hotel bintang 3 sebesar 65,68 persen, bintang 5 mencapai 65,43 persen, bintang 2 sebesar 58,88 persen, dan bintang 1 atau yang terendah dengan 47,53 persen.

Meski okupansi meningkat, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel justru menurun. Pada Desember 2025, RLM seluruh tamu hotel berbintang tercatat 1,35 malam, turun 0,08 poin dibanding November 2025. Tamu mancanegara menginap rata-rata 1,68 malam, sedangkan tamu domestik 1,34 malam.

"RLM mancanegara menurun pada hotel bintang 4, sedangkan RLM domestik turun pada hotel bintang 2, 3, 4, dan 5," papar Duto. "Hotel ramai, tapi sebagian besar memilih menginap singkat, biasanya hingga dua malam."

Tren serupa juga terlihat dari data perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus). Sepanjang Januari-Desember 2025, jumlah perjalanan wisnus tujuan Kota Semarang mencapai 13,17 juta perjalanan, turun dibanding periode sama 2024. Sementara, wisnus asal Semarang tercatat 14,52 juta perjalanan; juga mengalami penurunan.

Khusus selama Desember 2025, perjalanan wisnus asal Semarang tercatat 1,24 juta perjalanan, naik 7,54 persen dibanding bulan sebelumnya, tetapi turun 4,28 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (Desember 2024).

"Wisnus tujuan Semarang tercatat 1,17 juta perjalanan; naik 4,38 persen dari bulan sebelumnya, tapi turun 2,74 persen dibanding Desember 2024," sebut Duto.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski tingkat okupansi hotel meningkat, rata-rata wisatawan menginap relatif pendek. Maka, tantangan sektor perhotelan saat ini ada dua, yakni bagaimana menjaga tingkat hunian tinggi dan cara mendorong wisatawan untuk menginap lebih lama.

Pengelola hotel dan Pemkot Semarang perlu merancang strategi promosi, layanan, dan pengalaman wisatawan agar mereka betah berlama-lama di Kota Lunpia. Ini penting untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih maksimal bagi masyarakat. (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: