BerandaHits
Sabtu, 23 Jan 2026 13:49

Menghitung Jumlah Pengunjung Kota Lama Semarang, Gimana Caranya?

Bangunan Gereja Blenduk, salah satu ikon sekaligus spot wisata utama di Kawasan Kota Lama Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Kunjungan wisatawan ke Kota Lama yang tembus jutaan orang memunculkan rasa penasaran publik soal bagaimana pemerintah menghitung arus pengunjung di kawasan heritage tersebut.

Inibaru.id - Disbudpar Kota Semarang menetapkan Kawasan Kota Lama sebagai salah satu magnet utama wisatawan sepanjang 2025 lalu, dengan daya tarik utama deretan bangunan heritage yang sekaligus menjadi ikon sejarah Kota Lunpia.

Dalam setahun penuh, Disbudpar menyebutkan bahwa Kota Lama telah dikunjungi lebih dari 3,5 juta orang. Rinciannya, 3.510.860 orang merupakan pengunjung domestik, sementara 23.765 lainnya adalah para wisatawan asing.

Nggak hanya di Semarang, jutaan pengunjung tersebut juga sukses menempatkan Kota Lama sebagai salah satu lokawisata dengan tingkat kunjungan tertinggi di Jawa Tengah (Jateng). Pertanyaannya, gimana mereka menghitung jumlah kunjungan sehingga bisa mendapatkan angka-angka tersebut?

Untuk tempat wisata yang menerapkan sistem tiket masuk, menghitung jumlah pengunjung bukanlah perkara sulit karena bisa mengacu pada banyaknya tiket yang terjual. Namun, Kota Lama adalah kawasan tanpa tarif. Mereka juga nggak memiliki sistem pencatatan khusus untuk mendeteksi kunjungan. Lalu?

Taman Srigunting Tertinggi

Terkait penghitungan jumlah kunjungan, Kepala Disbudpar Semarang Indriyasari mengatakan bahwa metode perhitungan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Lama merupakan kolaborasi dengan tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

"Kami dapat data dari provinsi, lalu kami hitung ulang dengan metode yang sudah kami laksanakan dari tahun ke tahun," sebut Iin, sapaan akrabnya, belum lama ini.

Meski nggak merinci secara detail bagaimana teknis perhitungannya, Disbudpar memastikan metode pendataan pengunjung di kawasan bersejarah itu dapat dipertanggungjawabkan. Iin mengungkapkan, Taman Srigunting saat ini menjadi titik dengan kunjungan terbanyak.

"Kawasan ini menjadi titik utama karena memiliki sejumlah spot andalan seperti Gereja Blenduk, Gedung Marba, hingga Gedung Spiegel," terangnya.

Evaluasi Spot yang Sepi

Data tersebut, Iin menuturkan, nggak hanya digunakan untuk mengecek spot-spot kunjungan tertinggi, tapi juga tempat-tempat yang sepi. Hasilnya, dia mengatakan, wisatawan kerap melewatkan spot yang justru sarat nilai edukasi, misalnya Museum Kota Lama.

"Spot wisata di Jalan KH Agus Salim ini sebetulnya menjadi salah satu yang wajib dikunjungi kalau ke Kota Lama," kata Iin, berpromosi. "Karena itulah kami akan mencoba memberikan hal menarik lain di museum, karena tempat ini sangat menarik, hanya belum banyak dieksplorasi masyarakat."

Kendati disebut sepi, Iin mengungkapkan, bukan berarti pengunjungnya nggak ada. Pada libur sekolah terakhir, pengunjung spot wisata yang ditetapkan sebagai salah satu museum cerdas di Indonesia itu itu rata-rata sekitar 200 orang. Pengunjungnya didominasi para pelajar.

"Kami memang mendorong siswa sekolah untuk berkunjung ke museum sebagai sarana edukasi dan belajar sejarah," jelas Iin terkait banyaknya pengunjung pelajar ke Museum Kota Lama. "Maka, Disbudpar perlu menghadirkan program pemikat lain agar wisatawan tertarik ke museum."

Bukan untuk gaya-gayaan; statistik jumlah kunjungan ke tempat wisata sejatinya memang akan lebih berguna sebagai bahan evaluasi sebagaimana dilakukan Disbudpar Semarang. Semoga evaluasi itu menghasilkan program yang lebih baik lagi ya tahun ini! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: