BerandaHits
Kamis, 22 Jan 2026 19:50

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

Banjir di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (12/1/2026). (Tribun Jateng/Rifki Gozali)

Meski banjir belum sepenuhnya surut, Pemprov Jateng sudah mulai pasang kuda-kuda untuk memetakan kerusakan jalan di sepanjang jalur Pantura. Dari rencana peninggian tanggul hingga modifikasi cuaca, berbagai strategi disiapkan agar jalur ekonomi ini nggak terus-terusan jadi langganan banjir.

Inibaru.id - Banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah memang belum benar-benar surut, tapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sudah gerak cepat nih, Gez. Fokus mereka sekarang adalah memetakan kerusakan infrastruktur, terutama di jalur Pantura yang jadi urat nadi ekonomi kita.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, blak-blakan kalau urusan pascabencana ini nggak main-main. Jalur utama dari Rembang sampai Semarang jadi perhatian khusus karena kondisi jalannya yang "babak belur".

Nggak cuma jalan nasional, jalan kabupaten dan provinsi juga ikut terdampak gara-gara beban kendaraan yang tetap tinggi saat banjir menerjang.

"Kami baru mulai menghitung dan memetakan. Jalur Pantura dari Rembang sampai Semarang itu belum kita hitung semuanya, belum lagi yang ke arah barat," ungkap Wagub usai menerima kunjungan Komisi VIII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Nggak Cuma Perbaiki Jalan, Tapi Juga "Upgrade" Tanggul

Tanggul Sungai Bremi bakal segera diperbaiki dengan melibatkan masyarakat. (Antara)
Tanggul Sungai Bremi bakal segera diperbaiki dengan melibatkan masyarakat. (Antara)

Biar tahun depan nggak kejadian lagi, Pemprov Jateng sudah menyiapkan skenario pencegahan. Di wilayah Pati, peninggian tanggul dan normalisasi sungai jadi harga mati karena banjir kemarin dipicu oleh debit air yang meluap tinggi.

Tantangannya makin berat karena banjir kali ini barengan sama musim rob. Alhasil, air yang mau dibuang ke laut malah "antre" karena air lautnya lagi naik.

Khusus buat Pekalongan dan hilir Pati, ada rencana pembangunan bendungan karet di Sungai Bremi. Tapi, Taj Yasin menegaskan kalau pembangunan ini nggak boleh asal tancap gas.

"Kalau dipasang tanggul karet, kapal nelayan nanti gimana? Ini harus didiskusikan dulu sama masyarakat, khususnya nelayan di Sungai Juwana. Kita nggak boleh asal pasang tanpa dengar suara mereka," tegasnya.

Cuaca Dimodifikasi, Keselamatan Tetap Nomor Satu

Sambil menunggu infrastruktur diperbaiki, operasi modifikasi cuaca (OMC) sudah dijalankan bareng BNPB sejak 15 Januari lalu dan diperpanjang sampai 24 Januari 2026. Ini dilakukan buat "menghalau" hujan ekstrem biar nggak makin memperparah banjir di Pati, Kudus, dan Pekalongan.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, juga mengingatkan kita semua buat makin sadar bencana. Prioritas saat ini masih evakuasi warga dan pemenuhan logistik di pengungsian.

"Kalau ada cuaca ekstrem, segera informasikan dan sudah punya rencana mau ngungsi ke mana. Biar nggak gagap pas bencana datang," pesan Bergas buat kita semua.

Duh, semoga jalur Pantura cepat mulus lagi ya, Gez! Kamu punya cerita atau info terkini soal kondisi jalan di daerahmu? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved