BerandaAdventurial
Rabu, 18 Feb 2025 18:08

Noyo Gimbal View, Lokawisata Baru di Blora yang Memadukan Kisah Masa Lalu

Noyo Gimbal View, lokawisata ngehit yang baru beberapa tahun dibuka di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. (Inibaru.id/ Vina Zinatul Khoiriyah)

Memadukan kisah masa lalu dengan berbagai wahana kekinian serta tiket yang dibanderol sangat murah, Noyo Gimbal View yang baru buka pada Juni 2023 lalu telah menjadi salah satu lokawisata hit di Blora.

Inibaru.id - Masyarakat Blora mengenal satu sosok heroik bernama Noyo Sentiko, yang dikenal luas sebagai gerilyawan pada abad ke-18 yang berhasil menyatukan kekuatan dari pelbagai kalangan dari Rembang, termasuk para berandalan di Sedan dan Pamotan, santri dan kiai, hingga para keturunan Tionghoa di Lasem.

Pada masa itu, konon dia pernah bersumpah nggak akan memangkas rambutnya sebelum para penjajah Belanda hengkang dari Tanah Jawa, membikin rambutnya tergerai panjang hingga dikenal sebagai Noyo Gimbal.

Sebelum terbunuh, Noyo Gimbal dan pasukannya bergerilya sampai ke Blora. Di sinilah, tepatnya di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, sebuah pertempuran besar pecah. Pertempuran di tanah lapang yang dikenal sebagai Perang Bangsri ini kemudian menewaskan sang pemimpin.

Sayangnya, nggak banyak tetenger atau penanda yang menunjukkan keberadaan Noyo Gimbal. Peninggalannya hanyalah sepenggal cerita, sebuah monumen kecil, dan sepetak palagan (tanah lapang) bekas pertempuran dahsyat tersebut. Bahkan, makam yang bertahtakan namanya pun nihil.

Noyo Gimbal Setengah Badan

Noyo Gimbal View merupakan lokawisata modern yang mengangkat sejarah masa lalu di Desa Bangsri sebagai daya tarik utamanya. (Inibaru.id/ Vina Zinatul Khoiriyah)

Namun, kini kamu bisa membayangkan wujud Noyo Sentiko saat berkunjung ke Desa Bangsri. Dalam bentuk patung setengah badan berukuran raksasa, sang pahlawan menjadi magnet di tempat wisata bernama Noyo Gimbal View.

Sejak dibuka kali pertama pada Juni 2023, tempat yang memadukan wisata alam, sejarah, dan kuliner itu telah berubah menjadi salah satu destinasi paling menarik di Blora. Dalam sehari, lokawisata yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDES) setempat itu hampir selalu dikunjungi ribuan orang.

Pada akhir pekan, Noyo Gimbal View bisa dikunjungi hingga 3.000-an wisatawan, sedangkan pada weekday rata-rata mencapai 1.000-an. Untuk sebuah tempat wisata yang bahkan belum genap berusia tiga tahun, pencapaian tersebut tentu saja sudah bisa dibilang luar biasa.

Gunawan, Pengelola Lapangan Noyo Gimbal View mengatakan, daya tarik utama lokawisata yang dikelolanya tentu saja adalah keberadaan patung Noyo Gimbal. Lebih dari itu, tempat ini juga menawarkan pelbagai fasilitas kekinian dan wahana yang pastinya menarik untuk dijajal.

Biaya Masuk yang Murah

Untuk memasuki Noyo Gimbal View, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp2.500 per orang, sedangkan bayi di bawah dua tahun gratis. Harga ini sudah plus air mineral, tapi belum termasuk tiket wahana yang tersebar di tempat yang menempati lahan seluas 1,8 hektare tersebut.

"Kalau mau menaiki wahana, pengunjung perlu mengeluarkan biaya lagi," terang Gunawan kepada Inibaru.id, Rabu (5/2/2025). "Kami menyediakan berbagai fasilitas seperti Rainbow Slide, Keranjang Sultan, Kereta Sawah, Kolam Renang Anak, dan lain-lain."

Fasilitas tambahan di Noyo Gimbal View bisa kamu nikmati dengan biaya tambahan. (Inibaru.id/ Vina Zinatul Khoiriyah)

Gunawan mengungkapkan, saat ini kepengelolaan Noyo Gimbal View dipegang pihak UMKM Desa Bangsri. Dulunya tempat tersebut merupakan area persawahan, lalu diubah menjadi sejumlah kampung tematik, tapi berakhir dengan kegagalan.

"Kami bikin perkebunan petik buah, Kampung Lele, hingga Kampung Pelangi,” kenangnya. "Kampung Lele menjadi usaha paling gagal karena belum juga masuk masa panen, ikannya sudah ludes duluan. Sedangkan Kampung Pelangi, meski sempat booming, akhirnya bubar dihantam pandemi setelah jalan empat bulan."

Berkat Inisiasi Kepala Desa

Setelah vakum beberapa waktu, Gunawan mengatakan, Kepala Desa Bangsri Laga Kusuma kemudian mengusulkan untuk membuat wisata Noyo Gimbal yang bertemakan persawahan. Proyek dimulai dengan membangun restoran dengan view area persawahan.

"Resto ramai, lalu pengelola membuka persewaan sepeda listrik sambil terus melakukan pengembangan hingga sekarang menyediakan wahana-wahana lain," jelasnya.

Namun, dia melanjutkan, pengembangan ini belum selesai. Dalam waktu dekat, akan ada sedikit perubahan di Noyo Gimbal View, tapi nggak banyak karena lahan yang ada sudah penuh. Salah satunya, akan ada wahana dinosaurus yang saat ini sedang proses pembangunan lahan.

"Lalu, kami juga melakukan pembangunan lahan parkir di Lapangan Bangsri. Nantinya, dari sana ke sini pengunjung akan dijemput pakai odong-odong. Untuk penjemputan, nggak ada tambahan biaya, tapi kemungkinan akan ada kenaikan HTM," tandasnya.

Buat kamu yang berasal dari Blora, kenal Noyo Sentiko nggak, nih? Kalau nggak tahu, kayaknya kamu perlu berkunjung ke Noyo Gimbal View deh! (Vina Zinatul Khoiriyah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Hidup, Imbauan Bupati Temanggung Terpilih

19 Feb 2025

Perjalanan Kasus Korupsi Wali Kota Semarang sebelum Resmi Jadi Tersangka KPK

20 Feb 2025

Tiongkok Buka Lowongan 'Pasukan Pertahanan Planet': Cegah Asteroid Hantam Bumi

20 Feb 2025

Mudik Gasik, Kebiasaan Unik Warga Kampung Satai di Boyolali Sambut Sadranan

20 Feb 2025

Operasi Pasar GPM Digelar Pemerintah Jelang dan Selama Ramadan 2025

20 Feb 2025

'Kabur Aja Dulu' adalah Autokritik untuk Kebijakan yang Lebih Baik

20 Feb 2025

Profil Sukatani, Band Purbalingga yang Tarik Lagu karena Dianggap Singgung Polisi

21 Feb 2025

Tidak Ada Lagi Subsidi BBM pada 2027, Klaim Luhut Binsar Pandjaitan

21 Feb 2025

Mengapa Huruf N pada Tulisan Nutella Berwarna Hitam?

21 Feb 2025

Polda Jateng Gelar Ramp Check di Mangkang: Uji Emisi dan Cek Fasilitas Keselamatan

21 Feb 2025

Di Masjid Sheikh Zayed Solo Kamu juga Bisa Cari Jodoh!

21 Feb 2025

Serunya Menonton Pesawat Lepas Landas dan Mendarat di Gardu Pandang YIA Kulon Progo

21 Feb 2025

UMKM Perlu Prioritaskan Pajak dan Legalitas untuk Hindari Risiko Kerugian

21 Feb 2025

Faceless Content: Solusi bagi Introvert yang Ingin Menjadi Kreator

21 Feb 2025

Sejarah Kode ACAB yang Kembali Populer setelah Klarifikasi Sukatani

22 Feb 2025

Viral Band Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu, Polda Jateng Klaim Menghargai Kebebasan Berekspresi

22 Feb 2025

Warteg Warmo, Lokasi yang Jadi Inspirasi Lagu 'Begadang' Rhoma Irama

22 Feb 2025

Memahami Rasa Trauma dan Duka Mendalam lewat Film 'The Graduates'

22 Feb 2025

Sejarah Nama Kawasan Kalibanteng di Kota Semarang

22 Feb 2025

Janji Bupati; Rembang Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kendal Lanjutkan Pembangunan

22 Feb 2025