Inibaru.id- Kalau kamu sedang mencari destinasi pendakian yang nggak terlalu tinggi tapi punya pemandangan kelas wah, Puncak Argopuro di Gunung Lasem, Rembang, Jawa Tengah, bisa jadi jawabannya. Dengan ketinggian sekitar 806 mdpl, puncak ini memang nggak setinggi gunung-gunung populer lain di Jawa Tengah. Tapi soal panorama? Jangan diremehkan.
Gunung Lasem sendiri membentang di bagian tengah Kabupaten Rembang, dari Pegunungan Kapur Utara hingga mendekati pesisir pantura. Kawasannya juga meliputi beberapa kecamatan seperti Lasem, Pancur, hingga Sedan. Selain tergolong ramah untuk pendaki pemula, gunung ini menyimpan pesona yang bikin orang ketagihan naik lagi.
Untuk menuju Puncak Argopuro, jalur yang paling sering dipakai adalah lewat Desa Nyode, Kecamatan Pancur. Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa masuk sampai desa terakhir, yakni Desa Ngroto. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Alternatif lainnya, kamu bisa naik dari arah barat melalui Desa Gowak atau Desa Kajar, Kecamatan Lasem.
Waktu tempuh pendakian relatif singkat, sekitar tiga jam dengan melewati tiga pos. Trek-nya tidak terlalu sulit dan cukup bersahabat, bahkan untuk pendaki pemula yang baru mau “naik kelas” dari bukit ke gunung. Tapi tetap ya, jangan lengah. Saat musim hujan, jalur bisa jadi licin dan kamu harus ekstra hati-hati.
Sesampainya di puncak, rasa capek biasanya langsung terbayar lunas. Dari atas Argopuro, kamu bisa melihat hamparan Laut Jawa di sisi utara, Kota Rembang dan Lasem yang tampak kecil dari ketinggian, serta Gunung Muria di sebelah barat. Kalau cuaca sedang bersahabat, puncak Gunung Lawu di arah selatan juga terlihat samar tapi megah. Belum lagi lautan awan putih yang terkadang muncul seperti karpet raksasa di bawah kaki.
Evi, seorang pemuda asal Rembang, mengaku baru kali pertama mendaki Argopuro saat liburan kuliah. Meski sempat kelelahan di tengah perjalanan, ia merasa semua itu terbayar begitu sampai di puncak.
“Kebetulan bisa melihat lautan awan pas matahari terbit. Jadi rasa capeknya pas mendaki langsung hilang,” ucapnya pada Jumat (27/2/2026).
Karena durasi pendakiannya relatif singkat, banyak pendaki memilih tektok alias naik-turun dalam satu hari tanpa berkemah. Cocok buat kamu yang ingin healing singkat tanpa perlu repot bawa banyak perlengkapan.
Menariknya lagi, kawasan Gunung Lasem juga dikenal sebagai habitat beberapa satwa seperti elang hitam dan kijang, serta punya cerita geologi yang unik karena termasuk gunung api dengan karakter magma khusus. Jadi selain menikmati alam, ada nilai edukasi juga di balik pendakian ini.
Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke Desa Kajar untuk mencicipi wedang mawar yang jadi minuman khas kaki Gunung Lasem. Hangat, wangi, dan pas banget diminum setelah turun gunung.
Jadi, kapan mau coba menaklukkan Puncak Argopuro di Gunung Lasem, Gez? (Arie Widodo/E07)
