BerandaAdventurial
Rabu, 29 Okt 2019 19:00

Menyusuri Jejak Semarang Masa Lampau di Kawasan Kauman

Sebelum dibangun Hotel Metro, kawasan ini merupakan alun-alun Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berbagai bangunan di wilayah Johar hingga Kauman ini punya cerita yang mengasyikkan untuk dikulik. Misalnya kawasan perkantoran dan hotel yang berada di Jl. KH Agus Salim yang dulunya alun-alun Semarang, Semarang Plaza yang dulunya menjadi tangsi militer, dan masih banyak lagi.

Inibaru.id - Mengulik wajah Semarang di masa lampau buat saya selalu menarik. Rasanya seperti menaiki mesin waktu. Banyak fakta baru yang saya temukan. Seperti saat jalan-jalan sore saya bersama Bersukaria Walk beberapa waktu lalu.

Pratiwi Saraswati, Tour Guide Bersukaria Walk mengajak saya dan peserta turing lain menjelajah di sekitar Pasar Johar hingga blusukan di kampung-kampung di Kauman. Tiwi juga memberikan gambaran Semarang di masa lampau. Penasaran?

Hotel Metro

Tiga tukang becak sedang menunggu penumpang di seberang Hotel Metro Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hotel dengan eksterior cokelat ini berdiri di atas wilayah yang dulunya digunakan sebagai alun-alun Semarang. Sambil menujukkan foto lawas, Tiwi mengungkapkan di alun–alun Semarang inilah pengibaran bendera merah putih kali pertama setelah Indonesia dinyatakan merdeka. “Bahkan sampai saat ini namanya masih jalan alun-alun,” tutur Tiwi.

Sayangnya saat ini nggak ada sedikit pun jejak keberadaan alun-alun. Namun kabarnya, pemerintah bakal membangun kembali alun-alun di lahan kosong di depan Masjid Kauman.

Semarang Plaza

Semarang Plaza. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bangunan yang berdiri di  Jl. KH. Agus Salim ini punya penampakan kokoh. Sejak dibongkar pada 2001, gedung tersebut difungsikan sebagai pusat perbelanjaan modern. Tapi siapa nyana bangunan ini dahulunya merupakan tangsi militer di zaman Belanda bernama de Werttenberge Kazerne? Tangsi militer ini dahulunya dihuni para tentara bayaran.

Pasar Johar

Tiwi membandingkan bangunan Pasar Johar masa kini dan masa lampau. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak jauh dari tangsi militer, Pasar Johar berdiri. Pasar yang beberapa tahun lalu mengalami kebakaran hebat ini dahulunya merupakan penjara. Yap, pedagang yang berjualan merupakan pedagang pasar tiban yang mengggelar lapak di hari kunjungan.

Semakin lama, pedangang rutin berjualan setiap hari dan pemerintah berinisiatif untuk menanami pohon johar agar pedagang lebih tersusun dan rapi. Hal tersebut dibiarkan hingga 1831 yang kemudian dibangunkan pasar dengan tiang berbentuk menyerupai jamur.

Kawasan Kauman

Salah satu gapura kawasan Kauman. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Tiwi menuturkan, kawasan Kauman merupakan satu kawasan yang ditempati oleh pribumi. “Jika ada Pecinan untuk Tionghoa, Pekojan untuk kaum Koja, maka Kauman untuk para kaum,“ tutur Tiwi. Menurut Tiwi, “kaum” juga bisa merujuk pada kiai atau orang salih.

Di kawasan Kauman punya kampung bernama Kauman Kabupaten. Yap, di wilayah Kauman Kabupaten tersebut merupaan wilayah pusat pemerintahan Semarang di masa lampau. Salah satu masjid di sana pun diisukan mempunyai ruang bawah tanah sebagai tempat persembunyian.

Wah, seru juga ya mengatahui cerita sebuah tempat di masa lalu yang nggak banyak diketahui banyak orang. Jadi makin kaya wawasan deh! (Zulfa Anisah/E05)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: