BerandaAdventurial
Minggu, 28 Jun 2025 15:14

Hamparan Sawah Hijau Cantik Rasa Ubud Bisa Kamu Temukan di Desa Sumberahayu, Kendal

Pemandangan area persawahan yang cantik di Desa Sumberahayu. (Google Street View)

Di Desa Sumberahayu, Limbangan, Kabupaten Kendal, kamu bisa menemukan 'view' sawah cantik ala Ubud, Bali. Untuk melihatnya, kamu tinggal datang ke sebuah taman atau gardu pandang yang sengaja disediakan pihak pemerintah desa.

Inibaru.id - Kalau kamu tinggal di Semarang dan pengin menikmati pemandangan sawah cantik ala Ubud, Bali tapi mager menempuh perjalanan jauh ke Pulau Dewata, coba deh arahkan kendaraanmu ke arah barat, tepatnya ke Desa Sumberahayu di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Nggak perlu waktu lama, hanya sekitar satu jam dari pusat Kota Semarang atau dari arah Kendal, kamu sudah bisa menikmati pemandangan sawah bertingkat yang memesona, lengkap dengan aliran sungai yang membelah hamparan sawah hijau tersebut. Sensasinya? Mirip banget sama pemandangan sawah cantik di Ubud. Bedanya, di sini kamu bisa menikmatinya tanpa harus bayar tiket pesawat atau kamar hotel untuk menginap.

Desa Sumberahayu memang telah berkembang sebagai salah satu desa wisata unggulan di kawasan Kendal. Lokasinya strategis, berada di jalur yang menghubungkan Kendal dengan dua kawasan wisata terkenal, yaitu Gedong Songo dan Bandungan. Karena itulah, desa ini kerap jadi tempat persinggahan favorit bagi para wisatawan.

Salah satu warga Semarang yang mengaku takjub dengan pemandangan di Desa Sumberahayu adalah Yani. Kebetulan, pada Jumat, (27/6/2025) kemarin, dia melewati area tersebut karena ada keperluan di Boja dan kemudian melakukan perjalanan ke arah Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

"Dulu banget pernah lewat sini. Tapi kayaknya baru sekarang saya tahu ada semacam gardu pandang yang sudah dibeton ini. Kita jadi bisa mampir sebentar dan melihat pemandangan sawahnya sambil makan camilan. Seger banget!" ungkap Yani.

Nggak jauh dari Desa Sumberahayu, pemandangan sawah cantik khas Ubud juga bisa dilihat di Desa Pakis. (Google Street View)

Yap, balkon beton atau gardu pandang itu memang jadi salah satu spot favorit di desa ini. Pemerintah desa lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumberahayu. Lokasinya ditempatkan persis di pinggir jalan, tepatnya di bagian atas tebing sehingga pemandangan yang bisa dilihat cukup lega.

Buat yang suka healing atau sekadar ingin rehat dari hiruk pikuk kota, suasana sejuk dan damai di desa ini tentu bakal bikin betah. Karena berada di lereng barat daya Gunung Ungaran, udara di pagi dan sore hari terasa sangat segar, bahkan bisa dibilang dingin. Kabut tipis yang sesekali menyelimuti persawahan justru jadi bonus pemandangan yang bikin suasana makin syahdu.

Nggak hanya itu, kalau kamu datang di waktu yang pas, bisa juga menyaksikan langsung aktivitas para petani, mulai dari membajak sawah dengan kerbau hingga panen padi. Pemandangan ini cukup langka bagi yang sudah tinggal di kota besar.

Selain Sumberahayu, desa-desa tetangganya seperti Pakis, Sriwulan, dan Gondang juga punya daya tarik tersendiri. Di Desa Pakis, misalnya yang hanya berjarak 1 kilometer dari Desa Sumberahayu, jalan utamanya benar-benar membelah sawah hijau yang cantik. Sementara di Gondang, ada air terjun tersembunyi yang cocok buat kamu yang suka eksplorasi alam.

Jadi, kalau kamu berencana jalan-jalan ke arah Boja, Bandungan, atau Gedong Songo, jangan cuma fokus ke tujuan utama. Luangkan waktu untuk mampir ke Desa Sumberahayu dan sekitarnya. Siapa tahu, tempat ini bisa jadi destinasi favorit barumu untuk rehat sejenak dari penatnya rutinitas. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

2 Jun 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: