BerandaAdventurial
Jumat, 13 Des 2018 13:34

Eksotisme Wisata Candi Cetho dengan Beragam Mitosnya

Wisata Candi Cetho Kabupaten Karanganyar. (Travelingyuk)

Saat mengunjungi Candi Cetho di Karanganyar, kamu akan menemukan banyak hal tentang sejarah dan kebudayaan Kerajaan Majapahit. Kalau kamu beruntung, kamu bisa menyaksikan ritual keagamaan Hindu yang kerap digelar penganut Hindu di sekitar candi.

Inibaru.id – Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah merupakan kota kecil yang memiliki suasana sejuk karena lokasinya dekat dengan Gunung Lawu. Dengan letak geografis inilah, Karanganyar punya banyak tempat wisata alam pegunungan. Selain wisata alam, ada pula wisata sejarah yang ada tepat di lereng Gunung Lawu yakni Candi Cetho.

Candi yang berada pada ketinggian 1496 meter dari permukaan air laut itu merupakan candi Hindu. Diperkirakan, candi ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit yakni sekitar abad ke-15. Konon, candi ini digunakan sebagai tempat untuk melakukan ritual ruwatan dan tolak bala pada masa kekuasaan Raja Brawijaya V di Kerajaan Majapahit.

Hingga saat ini, Candi Cetho juga masih dijadikan lokasi ritual keagamaan umat Hindu. Sejumlah warga yang masih kejawen pun sering melakukan ritual di candi yang berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar ini.

Candi Cetho. (Misterifaktadanfenomena)

Seperti candi-candi lain di Indonesia, Candi Cetho juga memiliki keunikan tersendiri. Nggak seperti Candi Borobudur yang membentang luas, candi ini justru berbentuk memanjang dari barat ke timur dan bertingkat. Wujud candi itu pun berupa reruntuhan batu dengan 14 dataran bertingkat.

Namun, saat berkunjung ke sana, kamu hanya mendapati 9 teras yang bisa dilewati karena ada pemugaran di beberapa tempat. Di sisi lain, ada pula mitos yang menyebut hanya perempuan yang masih perawanlah yang bisa menempuh teras ke-14.

Piknikkaranganyar.blogspot.com (22/9/2017), menulis pada posisi paling luar kamu disambut halaman candi yang merupakan teras pertama. Perjalanan ke teras-teras berikutnya nggak bakal mudah karena semakin ke atas, lokasinya semakin tinggi dan curam. Sementara itu, di paling atas terdapat candi yang berbentuk punden berundak yang biasa dijadikan sebagai lokasi ritual.

Setiap teras di Candi Cetho dihubungkan dengan jalan setapak yang semakin mengecil dan pintu gerbang, mirip dengan pura-pura yang ada di Bali. Ini bermakna mencapai kesempurnaan spiritual bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan perjuangan yang berat untuk mencapai titik tersebut.

Candi Cetho. (Piknikasik)

Di Candi Cetho, kamu juga bakal menemukan patung-patung yang unik, Millens. Ada beberapa patung manusia, ada juga patung yang berbentuk alat kelamin laki-laki. Patung-patung tersebut melambangkan awal mula kejadian manusia serta lambang kesuburan dan kehidupan.

Satu hal lagi yang menarik yakni patung manusia yang ada dinilai nggak menggambarkan orang Jawa. Bila diperhatikan dengan seksama, patung-patung itu mirip orang Sumeria atau Yunani Kuno. Ini terlihat dari gaya rambut dan perhiasan yang dikenakan. Karakter yang ada di candi itu juga dianggap sama dengan relief yang ada di Monte Alban, Oaxaca, Meksiko.

Patung yang mirip orang Sumeria. (Tempatwisatakeren)

Lokasi Candi Cetho di lereng Gunung Lawu membuat udara di sana sejuk dan segar. Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan hamparan perkebunan teh kemuning di sekitar candi.

Ada pelbagai rute yang bisa kamu pilih untuk sampai ke Candi Cetho. Bila kamu dari arah terminal Solo, kamu perlu melanjutkan perjalanan ke Karanganyar sampai Terminal Karangpadan. Setelah itu, kamu masih perlu melanjutkan perjalanan ke arah Ngargoyoso agar sampai di Candi Cetho. Jarak dari Karangpandan sampai candi cetho kurang lebih 13 km.

Tiket masuk ke Candi Cetho lumayan terjangkau, kok. Untuk wisatawan lokal, tiket masuk yang dikenakan yakni Rp 7 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara agak mahal yakni Rp 25 ribu. Oh iya, saat masuk ke candi, kamu juga diharuskan memakai kain poleng yang disewakan seharga Rp 5 ribu per kain. Bila kamu pengin masuk ke Taman Puri Sarasvati yang berada di kompleks yang sama dengan Candi Cetho, kamu dikenai biaya tambahan sebesar Rp 3 ribu. Sebagai informasi, tempat wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Jadi, atur waktumu bila pengin berkunjung ke sini ya, Millens. (IB07/E04)       

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: