BerandaAdventurial
Selasa, 31 Des 2018 08:00

Daya Tarik Desa Bedono, Potensi Wisata Tersembunyi di Kota Wali

Pantai Morosari adalah salah satu daya tarik Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Nggak cuma wisata religi, Demak juga punya tempat yang menyajikan wisata alam yang patut dipertimbangkan, Millens. Salah satunya adalah Desa Bedono, Kecamatan Sayung, yang punya beberapa daya tarik wisata.

Inibaru.id – Berkunjung ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah, nggak banyak tempat wisata yang mungkin kita kenal. Barangkali kita cuma mengenal dua wisata religi, yakni Makam Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak. Padahal, kalau kamu sedikit menjelajah ke utara, ada satu lokawisata unik yang patut kamu kunjungi, tepatnya berada di Desa Bedono.

Bedono merupakan sebuah desa di Kecamatan Sayung. Lokasinya nggak begitu jauh dari tapal batas Kota Semarang sisi timur laut. Sebelum melewati Pasar Sayung, kamu bakal menemukan plang bertuliskan "Pantai Morosari" pada kiri jalan. Nah, pantai itulah daya tarik Desa Bedono.

Untuk mencapai Pantai Morosari, kamu mesti menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari jalan raya Semarang-Demak. Jalan menuju pantai lumayan bagus, tapi sempit. Maka, berhati-hatilah kalau berpapasan dengan mobil atau bus wisata.

Gubug-gubug kecil tersedia bagi pengunjung Pantai Morosari, Desa Bedono, Sayung, Demak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Laiknya Pantai Marina di Semarang, Pantai Morosari hampir nggak memiliki pasir. Pantai utara itu lebih menyerupai dermaga karena air yang ada di pantai sudah cukup tinggi. Kalau kamu berharap bisa bermain air dengan pasir putih, singkirkan pikiran itu dulu.

Kendati demikian, kamu masih bisa menikmati laut dengan bersantai di saung-saung yang tersedia. Kamu juga bisa menyewa kapal untuk berkeliling kawasan ini.

Nggak jauh dari pantai, kamu bisa berkunjung ke sebuah "kampung tenggelam". Yap, dulu di Desa Bedono ada dua dukuh atau kampung pesisir, yakni dusun Tambaksari dan Rejosari. Nahas, rob melahap dua dusun tersebut sekitar 1990-an.

Para penduduk pun terpaksa bedol desa. Mereka dipindahkan di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, nggak jauh dari Bedono.

Di tempat itu, kamu masih bisa menjumpai puing-puing rumah yang ditinggalkan, yang tentu saja telah digenangi air. Kalau cermat mengamati, beberapa bangunan masih terlihat kokoh, salah satunya sebuah musala yang berada tepat di pinggir trek perahu.

Bangunan masjid yang masih terlihat jelas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Untuk menuju kampung tenggelam, kamu harus menumpang perahu. Setiap perahu disewakan seharga Rp 100 ribu dengan kapasitas maksimal tujuh orang. Biar irit, lebih baik penuhi kapasitas tersebut.

Saat perjalanan menuju kampung tenggelam, kamu juga bakal bertemu dengan makam Syekh Abdullah Mudzakkir yang nggak tenggelam meski diterjang rob.

Syekh Mudzakkir adalah tokoh agama Desa Bedono. Tiap hari, terlebih pada akhir pekan, makam tersebut selalu dipadati peziarah.

Makam Syekh Syadzali yang nggak tenggelam meski diterjang rob. (Inibaru.id/ ida Fitriyah)

Di sekeliling makam, kamu juga bakal menemukan pemecah ombak. Di sana, para pemancing biasanya melakukan aksinya. Kamu bisa melihat deretan pemancing berjejer di batu-batu pemecah ombak itu.

Beberapa pemancing terlihat di pemecah ombak yang ada di Pantai Morosari. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Oya, nggak jauh dari Pantai Morosari, ada keramba kerang hijau. Tempat itu terbuka untuk umum sehingga siapa pun boleh melihatnya dalam jarak dekat. Kamu bisa bilang ke pengemudi perahu agar mampir ke keramba. Saat panen, kamu bisa melihat kerang-kerang hijau di yang sedang berkembang di keramba tersebut.

Keramba kerang hijau yang letaknya nggak jauh dari Pantai Morosari. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Selain tempat wisata, Desa Bedono juga memiliki penganan khas. Penganan itu adalah keripik brayo. Keripik tersebut terbuat dari daun-daun mangrove berjenis api-api. Ada dua pilihan rasa kripik brayo, yakni pedas dan original.

Kalau belum puas mencicipi keripik brayo, kamu juga bisa berkunjung sekaligus membeli oleh-oleh keripik kulit ikan. Di jalan menuju Desa Bedono, kamu bisa menemukan satu sentra produksi keripik kulit ikan.

Di sentra produksi itu, kamu bisa melihat proses pembuatan keripik gurih itu secara langsung. Namun, kamu nggak bisa langsung beli kerupuk kulit ikannya, ya, karena penjualannya bersifat grosir dan kamu perlu antre terlebih dulu.

Hm, satu tempat dengan banyak tempat wisata! Gimana, berminat ke Desa Bedono, Millens? (Ida Fitriyah/E0)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: