BerandaAdventurial
Jumat, 18 Jan 2018 08:33

Wisata Sejarah ke Pulau Penyengat

Lanskap pulau Penyengat (wisatago.com)

Berkunjung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sempatkanlah ke Pulau Penyengat. Meski hanya pulau kecil, pulau itu kaya wisata sejarah.

Inibaru.id – Bila kamu berkunjung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau, maka sempatkanlah untuk menyambangi Pulau Penyengat. Sebuah pulau kecil yang kaya akan objek wisata sejarahnya. Pulau ini telah menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan Kerajaan Kesultanan Riau terhadap penjajah pada abad ke-18. Di pulau ini terdapat pula cerita tentang beberapa tokoh dengan nama besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia pada masa itu.

Untuk berkeliling pulau, kamu bisa menyewa becak motor. Tenang saja, kamu nggak perlu takut "dipermainkan" oleh pengemudinya karena di tiap becak motor ada daftar tarifnya. Tarifnya pun cukup terjangkau. Untuk dua orang penumpang, kamu cukup membayar Rp 30 ribu per jam. Tapi kalau bertiga, tarifnya menjadi Rp 40 ribu per jam. Adapun untuk berkeliling pulau mengunjungi beberapa objek wisata, hanya membutuhkan sekitar 1-2 jam saja.

Hmm, memangnya apa saja sih yang menarik di Pulau Penyengat? Mengutip Kompas.com (17/5/2017), pulau itu memiliki banyak bangunan bersejarah yang bisa dikunjungi. Salah satunya tempat yang dapat kamu kunjungi adalah Masjid Sultan Riau. Masjid megah yang dibangun pada 1832 itu berada nggak jauh dari pelabuhan. Masjid ini memiliki warna kuning mencolok dengan akses hijau. Konon masjid ini dibangun dengan campuran putih telur sebagai bahan perekatnya.

Baca juga:
Maumere, Eksotisme Pulau Tanpa Ujung
Bala Balakang: Pulau yang Memanjakan Mata

Kamu juga bisa melakukan ziarah makam.  Ya, ziarah makam menjadi salah satu hal yang direkomendasikan jika kamu ke pulau ini. Terdapat beberapa makam yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya adalah makam Raja Abdurrahman merupakan Yang Dipertuan Muda Riau VII, yang memerintah selama periode tahun 1832-1844. Makam raja  ini berada di depan pintu gerbang. Selain makam Raja Abdurrahman, ada sekitar 50 makam lainnya di kompleks ini. Kamu pun dapat membedakan jenis kelamin yang dimakamkan dari bentuk batu lisannya. Batu nisan berbentuk bulat untuk laki-laki dan yang berbentuk pipih untuk perempuan.

Berada di tempat yang lain, ada juga makam Raja Ali Haji. Dia merupakan salah satu pahlawan Kepulauan Riau berdasarkan karya sastranya. Salah satu karyanya yang hingga kini melekat pada budaya melayu di Riau adalah Gurindam Dua Belas. Kamu bisa juga bisa ke makam Engku Puteri Raja Hamidah. Dia adalah permaisuri Sultan Riau III, Sultan Mahmud Shah. Konon, Pulau Penyengat merupakan mahar nikah Sultan Mahmud Shah III kepada Engku Puteri.

Perlu kamu tahu, makam Raja Ali Haji dan engku Putri Raja Hamidah ini masih berada dalam satu kompleks. Selain keduanya, dalam kompleks itu juga ada makam  Raja Ahmad (penasihat kerajaan) dan Raja Abdullah Yang Dipertuan Muda Riau IX beserta permaisurinya Raja Aisyah.

Selain ziarah makam, kamu juga bisa mengunjungi Istana Kantor. Ini adalah  istana Raja Ali Yang Dipertuan Muda Riau VIII (1844-1857) atau juga disebut dengan Marhum Kantor. Dibangun pada 1844, bangunan ini nggak hanya dijadikan sebagai kediaman saja, tapi juga sebagai kantor oleh Raja Ali. Memiliki luas sekitar satu hektar beserta halamannya, meski sudah kusam bangunan itu masih berdiri kokoh.

Alternatif lainnya, datanglah ke gedung mesiu. Berdinding tebal dan berwarna kuning kusam, gedung ini mempunyai kubah bertingkat di atasnya. Selain dijadikan sebagai gudang tempat penyimpanan mesiu, gedung ini juga pernah menjadi penjara di masa kerajaan. Konon, ada empat gedung serupa di Pulau Penyengat.

Baca juga:
Taman Ujung Soekasada, Tempat Singgah Keluarga Kerajaan
Berkunjung ke "Pulau Awet Muda" di Sumenep

Tapi kalau kamu ingin melihat rumah adat melayu, datanglah ke Balai Adat. Bangunannya berbentuk rumah panggung khas Melayu yang terbuat dari kayu. Biasanya balai adat ini digunakan untuk menyambut tamu atau perjamuan bagi orang-orang penting. Di bagian bawah bangunan ini, terdapat sebuah sumur air tawar yang konon usianya sudah ratusan tahun. Sampai saat ini airnya masih mengalir dan dapat langsung diminum. Sedangkan di bagian dalam balai adat, kamu bisa melihat model pelaminan khas Melayu.

Untuk mencapai pulau Penyengat dari kota Tanjungpinang cukup mudah. Kamu bisa menumpangi kapal mesin yang disebut pompong. Dengan maksimal membawa 15 penumpang, kapal ini berangkat setiap hari dari pagi, siang sampai malam. Memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit, ongkos menyeberangnya pun cukup terjangkau, Rp 7.000 per orang. (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: