BerandaAdventurial
Kamis, 8 Jan 2020 19:30

Bertamu ke Rumah Kuno Belanda, Disuguhi Beragam Cerita

Nursahit dan istrinya tinggal di rumah ini sejak 1978. (Inibaru.id/ Audrian F)

Beberapa kabar memantik saya untuk mengunjungi rumah kuno ini. Ada yang bilang, bangunan yang dulu pernah dijadikan lokasi syuting film Beranak Dalam Kubur (1972) ini menyimpan harta karun milik Prancis di masa kepemimpinan Napoleon Bonaparte. <br>

Inibaru.id - Rumah besar itu tampak sepi ketika saya berkunjung, Kamis (26/12) sore. Tentu bukan tanpa sebab saya ke sana. Kabar adanya harta karun di rumah tersebut sangat memicu rasa penasaran saya. Nggak cuma itu, rumah dengan arsitektur Belanda ini juga digunakan untuk syuting film Suzana Beranak dalam Kubur (1972).

Lokasinya berada di Jalan Teuku Umar, Jatingaleh, Kota Semarang. Saya kira nggak banyak orang yang mengetahui rumah tersebut, sebab letaknya di belakang sebuah kafe kecil yang bernama “Basilia Candi”.

Rumah kuno milik Nursahit. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Saya sempat berkeliling. Sebetulnya saya agak takut, sebab sebelum berkunjung saya sempat melihat bagaimana gambaran rumah ini tatkala menjadi lokasi syuting Beranak dalam Kubur. Cukup seram. Alhasil perasaan tersebut masih terus terbawa. Jangan bilang saya cemen ya! Ini beneran seram!

Sewaktu berkeliling tiba-tiba pintu samping rumah dibuka Kolonel Purn Nursahit (83). Dia adalah pemilik rumah ini. Kondisinya sudah nggak seganggas dulu. Kini dia menghabiskan masa tuanya dengan sebuah tongkat penyangga dan kursi roda.

Potret ruang tengah. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Di rumah tersebut dia tinggal bersama istrinya. Belakangan dia meminta Santi, anaknya, untuk menetap. Saya bisa memahami itu. Di usia senja, dia pasti ingin dekat dengan anaknya.

Ketika duduk di ruang tamunya, tampak ruangan yang luas. Cukup klasik. Gaya bangunan lawasnya masih bertahan. Dinding-dindingnya pun masih baik, nggak ada yang rompal. Tangga untuk menuju lantai dua pun masih tampak asli. Yang berubah barangkali hanya beberapa kusen pintu dan jendela.

“Sewaktu saya datang bentuknya belum seperti ini. Rusak sana-sini. Apalagi sehabis dibuat sebagai lokasi syuting. Wah, banyak yang dijarahi dan dicongkeli. Untung lantai-lantai di sini tidak bisa dicongkel jadi masih asli,”ungkapnya.

Nursahit seperti seorang kakek yang mendongengi cucunya. Dia menceritakan banyak hal kepada saya. Mulai dari muasal adanya harta karun yang ada di rumah ini, kejengahan dia kepada para pencari harta karun, bagaimana dia merawat rumah ini hingga sejumlah cerita mistis yang berasal dari pengakuan banyak orang.

Bagian belakang kini dijadikan kos-kosan (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

“Rumah ini perpaduan dari arsitektur Belanda dengan filosofi China. Tata ruangnya saja diatur menurut fengshui. Rumah yang saya tempati ini adalah bagian utama. Sementara halaman belakang yang jadi kos-kosan itu mungkin untuk para pekerja rumah tangga dan dapur,” terangnya.

Nggak heran jika bangunan ini menggunakan fengshui khas Tionghoa, wong pemilik terdahulunya orang Tionghoa. Namanya Gwi Tian Ji. Kemudian pada zaman penjajahan Jepang dulu, rumah ini sempat digunakan untuk markas Kempetai, satuan polisi militer Jepang

Selepas bicara dengan Nursahit saya naik ke lantai dua. Sampai di sana kosong. Peralatan pekerja bangunan berserakan. Tampaknya memang sedang direnovasi. Namun begitu sampai balkon, saya bisa melihat hamparan Kota Semarang. Saya kira kalau malam pasti cantik dengan kerlap-kerlip lampu kotanya.

Kota Semarang tampak dari atas balkon. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Saat berkeliling tersebut saya bertemu dengan Santi. Dia sebelumnya berprofesi sebagai guru tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Katanya sudah banyak juga yang menyinggung hal-hal mistis di rumah ini.

“Pernah ada anak indigo yang datang ke rumah ini. Dia bilang ada noni-noni Belanda yang suka melihat keguyuban keluarga kami. Katanya dia dulu korban pembantaian tentara Jepang. Tapi seumur-umur saya nggak pernah mendapat kejadian mistis. Bahkan adanya harta karun itu saya juga nggak percaya. Ya, mungkin memang benar di tanjakan, tapi apa ya di rumah ini kan nggak ada bukti konkritnya,” pungkas Santi.

Bagi Santi dan kelima saudaranya, ada atau nggaknya harta karun, rumah tersebut tetap bermakna. Karena itu, keluarganya nggak keberatan merawat rumah yang menjadi cagar budaya ini dengan dana pribadi.

Wah, salut dengan Nursahit dan keluarga yang telah merawat bangunan kuno Belanda ini ya, Millens. Semoga ada bantuan dari pemerintah ya. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: