BerandaAdventurial
Minggu, 28 Jun 2025 13:44

Belajar dari Vietnam; Pariwisata Indonesia Harus Serius Urus Sampah

Ilustrasi: Komitmen asosiasi pariwisata Vietnam untuk mereduksi sampah plastik perlu diterapkan di Indonesia. (Oceanconservancy)

Vietnam menata sektor pariwisata dengan serius lewat pengelolaan sampah plastik. Upaya ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk membangun destinasi wisata yang bersih, berkelanjutan, dan bebas dari sampah.

Inibaru.id – Pantai atau pegunungan yang asri, menawarkan ketenangan, dan pemandangan yang molek adalah aset yang bisa mendatangkan devisa bagi negara melalui sektor pariwisata. Namun, seiring dengan grafik pertumbuhan wisatawan yang terus meningkat, kita menghadapi satu ancaman baru, yakni sampah plastik.

Yudhi Subhan, seorang pemandu wisata dari sebuah perusahaan tour and travel yang beroperasi di Jawa Tengah dan DIY mengungkapkan, kemolekan tempat wisata di pelbagai wilayah di Tanah Air memang acap "tertimbun" oleh sampah plastik.

"Ketidaksadaran para turis, baik lokal maupun asing, regulasi yang kurang spesifik, hingga pengelolaan sampah yang buruk di tempat wisata adalah tiga hal paling serius yang membuat 'limbah pariwisata' sulit dienyahkan," tutur lelaki 29 tahun yang acap membersamai para wisatawan di kisaran Magelang-Yogyakarta tersebut, Sabtu (28/6/2025).

Dia mengaku sedih setiap kali ada wisatawan asing yang bilang, "Tempatnya bagus, tapi sayang banyak sampah," saat melintas di sebuah lokasi wisata yang mereka kunjungi, yang menurutnya termasuk destinasi-destinasi unggulan di Jateng dan DIY.

"Menurut saya, keindahan tempat wisata itu bukan cuma tentang panorama atau atraksi yang ditampilkan. Kebersihan juga aset bagi sebuah tempat wisata yang bisa menjadi keunggulan," tegasnya. "Industri pariwisata di banyak negara setahu saya sudah punya kebijakan untuk menanggulangi sampah plastik; sebuah komitmen yang sepertinya belum lazim di negeri ini."

Berkaca dari Vietnam

Sebagai bagian dari lingkaran industri pariwisata di Tanah Air, sedikit banyak Yudhi tentu paham apa yang sedang terjadi di negeri ini dan bagaimana dunia pariwisata di negara lain berkembang.

"Saya suka lihat Vietnam yang sepertinya punya komitmen luar biasa untuk menanggulangi permasalahan ini," tutur lelaki yang mengaku telah beberapa kali traveling ke beberapa kota di Vietnam ini.

Yap, Yudhi nggak salah. Bukan hanya di Indonesia, permasalahan sampah sejatinya juga terjadi di berbagai belahan dunia, nggak terkecuali negeri jiran seperti Vietnam. Seperti negeri ini, Negeri Naga Biru juga sempat menghadapi tantangan besar serupa di dunia pariwisata, yakni sampah plastik.

Namun, Vietnam sepertinya bergerak lebih cepat untuk mengatasinya. Dari resor hingga desa wisata, mereka mengubah perilaku dan regulasi untuk menjadikan sektor pariwisata bersih dan ramah lingkungan. Indonesia seharusnya meniru pendekatan ini dengan segera.

Saat ini, pariwisata bukan lagi soal atraksi dan fasilitas. Di Vietnam, kepedulian terhadap lingkungan mulai menjadi fondasi utama kebangkitan sektor pariwisata mereka.

Alih-alih mengabaikan limbah, mereka malah menetapkan target ambisius: bebas plastik sekali pakai pada 2030, termasuk sertifikasi ramah-sampah untuk hotel dan destinasi wisata.

Upaya yang Dilakukan Vietnam

Nggak hanya pemerintah, banyak pihak, termasuk warga, ikut berkomitmen mengatasi masalah sampah di Vietnam. (Oceanconservancy)

Untuk mereduksi sampah plastik di berbagai tempat wisata di Vietnam, mereka melakukan cukup banyak hal. Berikut adalah beberapa di antaranya, yang dirangkum dari sejumlah sumber:

1. Komitmen asosiasi pariwisata Vietnam

Sejak 2018, asosiasi pariwisata Vietnam VITA meluncurkan kampanye besar seperti "Pariwisata Vietnam Bersatu Kurangi Sampah Plastik".

Kini, tiga perempat anggotanya telah meningkatkan kesadaran ini, dengan target ambisius semua anggota wajib menghilangkan plastik sekali pakai pada 2030

2. Pilot project di destinasi terpilih

Pada 2023–2024, 60 bisnis di Ninh Bình dan Hoi An mengikuti program pengurangan plastik. Hasilnya: rata-rata pengurangan limbah hingga 35 persen, bahkan di Hoi An bisa turun hingga 64 persen dalam 3 bulan.

3. Sertifikasi Green and Zero-Waste

Kriteria bebas plastik diterapkan di hotel-hotel seperti Silk Sense Hoi An yang melatih staf dan mengganti produk sekali pakai. Hasilnya, mereka mampu mengurangi nggak kurang dari 80 ribu botol plastik dan 10 ton limbah selama setahun.

4. Keterlibatan komunitas dan pemerintah daerah

Di Ninh Bình, pengelola memanfaatkan perahu wisata untuk mengingatkan wisatawan agar nggak membuang sampah sembarangan. Hal ini menurunkan sampah area wisata hingga 60 persen.

5. Transformasi hijau di level nasional

Forum pariwisata hijau Vietnam 2024 menetapkan kerangka transformasi: reformasi teknologi, pengelolaan wisata berkelanjutan, dan pembangunan ekonomi hijau terintegrasi.

Komitmen dan Keterlibatan Pelaku Industri

Upaya untuk membersihkan dunia pariwisata dari sampah plastik yang mengganggu nggak bisa dilepaskan dari komitmen pelbagai pihak. Vietnam Tourism Association (VITA) menegaskan, keterlibatan pelaku industri sangat menentukan dalam keberhasilan upaya pengurangan sampah plastik.

“Partisipasi aktif dari pelaku industri pariwisata dalam mengurangi sampah plastik sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Ketua VITA, Vu The Binh, pada Januari lalu, yang dikutip dari The Star, Sabtu (28/6/2025).

Hal itu salah satunya dibuktikan dari keberhasilan kota wisata warisan dunia Hội An yang mampu mengurangi limbah plastik dalam waktu singkat.

“Di Hội An, volume sampah plastik di hotel berhasil turun hingga 64 persen hanya dalam tiga bulan setelah kampanye dimulai,” terangnya. “Ini menegaskan, keterlibatan aktif pelaku industri pariwisata dalam mengurangi limbah plastik adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. ”

Langkah Vietnam membuktikan bahwa memajukan pariwisata tidak harus bertentangan dengan upaya menjaga lingkungan. Dengan kebijakan yang tegas, edukasi yang menyeluruh, serta keterlibatan semua pihak, negara itu mampu menurunkan volume sampah plastik secara signifikan di destinasi wisatanya.

Indonesia, yang juga memiliki kekayaan wisata luar biasa, perlu belajar dari Vietnam: bahwa daya tarik pariwisata akan makin kuat jika dibarengi dengan komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan.

Menata sampah bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang masa depan pariwisata yang berkelas dan berkelanjutan. Gimana menurutmu, Millens? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: