BerandaAdventurial
Minggu, 3 Des 2022 11:05

Asal Mula Nama Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo

Loji Gandrung Solo adalah gedung yang memiliki muatan sejarah panjang. Bangunannya masih berdiri kokoh dan dalam kondisi baik hingga sekarang. (Kompas/Phitag Kurniati)

Rumah dinas Walikota Solo adalah Loji Gandrung. Ada beberapa pendapat berbeda yang menjelaskan tentang asal mula nama gedung ini. Apapun penjelasannya, Loji Gandrung tetaap menjadi bangunan kebanggaan warga Solo.

Inibaru.id - Kabarnya salah satu tempat prosesi pernikahan dari Kaesang Pangarep yang bakal digelar beberapa hari lagi adalah Loji Gandrung. Kirab kereta kencana yang dinaiki putra bungsu Presiden Jokowi itu akan dimulai dari sana.

Kali ini kita nggak akan membahas soal pernikahan anak presiden, tetapi gedung bersejarah Loji Gandrung. Gedung tersebut merupakan rumah dinas Walikota Solo, Millens. Bangunan berarsitektur Eropa itu kerap mencuri perhatian wisatawan yang berkunjung ke Solo.

Nggak sulit ditemukan, Loji Gandrung berlokasi di jalan utama Slamet Riyadi, Solo. Setiap akhir pekan masyarakat Solo bisa menikmati acara Car Free Day (CFD) dan berswafoto di sana.

Nggak cuma jadi tempat berkumpul para warga, lebih dari itu Loji Gandrung memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk disimak.

Melansir dari situs resmi Cagar Budaya Kemendikbud, bangunan Loji Gandrung sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Dahulu, bangunan tersebut merupakan kediaman Johannes Augustinus Dezentje. Dia menikah dengan salah seorang anggota Kesultanan Surakarta yang bernama Raden Ajeng Ayu Cokro Kusumo pada 1819.

Asal Nama Loji Gandrung

Kini, Loji Gandrung atau rumah dinas Walikota Solo terbuka untuk umum. Masyarakat bisa berjalan-jalan atau berswafoto di sana. (Instagram/Ikhaseptiana)

Rumah Dezentje itu dikenal memiliki hiburan gamelan, taman, dan pekarangan yang luas serta dikelilingi benteng. Nggak heran jika rumah tersebut dikabarkan sering menjadi tempat bersosialisasi antarkalangan elit Eropa dengan pesta makan, minum, dan berdansa.

Dari kegiatan tersebut, masyarakat menganggap orang-orang Eropa menyerupai orang yang sedang "gandrung" atau jatuh cinta. Sehingga secara harfiah bisa kita pahami makna Loji Gandrung adalah rumah kolonial (Loji) yang digunakan untuk bersenang-senang (Gandrung).

Namun, mengutip dari Kompas, (27/2/2021), sejarawan Susanto memiliki pendapat yang berbeda. Dia menilai, tempat berpesta dan berdansa pada masa itu bukan Loji Gandrung, melainkan Harmoni Straat.

"Kalau tempat dansa, saya kira nggak ada. Itu di Harmoni Straat tempat untuk berdansa, tepatnya di belakang benteng," terangnya.

Rumah Bung Karno

Loji Gandrung adalah tempat yang digunakan untuk menginap jika datang ke Solo. (Sindo/Ary Wahyu Wibowo)

Nama Loji Gandrung, kata dia, justru muncul dari kekaguman Presiden Sukarno terhadap tokoh wayang orang Sriwedari bernama Rustam dan Darsi. Rustam biasa memerankan tokoh Gatotkaca sedangkan Darsi sebagai Pregiwa.

"Soekarno kagum hingga terinspirasi cara berbicara Rusman dan Darsi, sehingga pidato Soekarno pun gayanya seperti mereka," tutur Susanto.

Jika Soekarno berkunjung ke Solo, lanjut dia, pertunjukan wayang dengan lakon "Gatotkaca Gandrung" selalu ditampilkan. Sehingga dari situlah nama Loji Gandrung digunakan.

Oia, perlu kamu tahu, selain pernah menjadi markas bagi Kolonel Gatot Subroto untuk menyusun strategi melawan Belanda pada Agresi Militer II tahun 1948-1949, Loji Gandrung juga sering menjadi tempat menginap Presiden Sukarno. Itulah alasan Loji Gandrung disebut juga Rumah Bung Karno.

Kamu penasaran dengan gedung yang bernilai klasik dan menjadi kebanggaan masyarakat Solo ini, Millens? Maka mampirlah jika kamu mengunjungi Kota Solo, ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: