BerandaAdventurial
Senin, 22 Jun 2025 11:31

ARTsimetris #2: Seni adalah Napas Kesadaran untuk Alam dan Budaya

Pohon bermata satu menjadi simbol dalam pameran seni rupa dan perhelatan budaya ARTsimetris #2 yang digelar di kompleks perumahan Bukit Manyaran Permai di Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (21/6/2025). (Inibaru.id/ Siti Khatijah)

ARTsimetris #2 kembali digelar oleh Komunitas Pinggir Jurang di Bukit Manyaran Permai. Membawa tema 'Eksplorasi Alam dan Budaya', acara ini jadi ruang refleksi sekaligus gerakan nyata menanam pohon dan mendidik generasi peduli lingkungan.

Inibaru.id - Matahari sudah mulai condong ke barat saat warga Bukit Manyaran Permai (BMP) membuka lapak di perempatan jalan sekitar sepelemparan batu dari balai RT di kompleks perumahan yang berlokasi di Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Sabtu (22/6/2025).

Sore itu, mereka yang merupakan warga RT 6 RW 5 itu akan membuka bazar yang menjadi bagian dari pameran seni rupa dan perhelatan budaya ARTsimetris #2. Sebagaimana pameran pertama, hajat budaya dan kesenian ini juga melibatkan masyarakat setempat.

Melalui gelaran tersebut, Komunitas Pinggir Jurang sebagai penyelenggara ingin melanjutkan napas gelisah yang pernah mereka suarakan tahun lalu lewat ARTsimetris #1. Kali ini, mereka mengusung tema "Eksplorasi Alam dan Budaya”.

Panggung kesenian yang berlokasi tepat di pelataran rumah Achmad Basuki, pendiri Komunitas Pinggir Jurang. (Inibaru.id/ Siti Khatijah)

ARTsimetris #2 nggak hanya menjadi panggung pertunjukan dan pameran seni rupa, tapi juga ruang refleksi bagi siapa pun yang masih mau mendengar jerit sunyi bumi. Beragam karya seni dihadirkan, termasuk lukisan para maestro terkemuka di Indonesia yang dipamerkan di sisi kiri setelah pintu masuk.

Selain itu, ada pula pertunjukan tari dari Sanggar Omah Sawah, musikalisasi puisi Tahta & Nyok bersama penyair Salamet Unggul, Teater Kolam Kodok, geguritan oleh Pak Yono Nongkosawit, hingga wayang suket dari Lhek Yon, yang meramu kritik sosial dengan cara lembut tapi mengena.

Namun, di antara semua yang memanjakan mata dan telinga, ada satu simbol yang mencuri perhatian, yakni sebatang pohon bermata satu yang berdiri tegak di gerbang masuk.

Pertunjukan barongsai dan arak-arakan budaya menjadi pembuka pameran seni rupa ARTsimetris #2. (Inibaru.id/ Siti Khatijah)

“Ini bukan sekadar instalasi, tetapi penanda bahwa alam sesungguhnya selalu melihat,” kata Achmad Basuki, sang pendiri Komunitas Pinggir Jurang saat menyambut kedatangan para tamu. "Ini adalah Mata Alam yang menjadi saksi bisu atas keserakahan dan kealpaan manusia terhadap ekosistem."

Melalui simbol ikonik ini, Bas, sapaan akrab Achmad Basuki, ingin "menampar" kesadaran pada pengunjung yang hadir, bahwa kerusakan ekosistem bukan semata salah alam, tapi buah dari kerakusan dan ketidakpedulian yang manusia tanam.

Bagi-Bagi Bibit Tanaman

Apa yang didengungkan Bas dan kawan-kawannya bukan sekadar kata-kata, tapi juga diikuti aksi nyata berupa ajakan untuk menanam. Di tengah acara, mereka membagikan bibit pohon gratis untuk siapa pun yang mau dan mengajak pengunjung untuk pulang membawa bingkisan yang disebut "benih harapan" ini.

Pameran seni rupa ARTsimetris #2 di Bukit Manyaran Permai, Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Inibaru.id/ Siti Khatijah)

"Menanam pohon, menanam kepedulian, menanam kesadaran bahwa hidup manusia tak pernah benar-benar terpisah dari alam," seru Basuki, yang segera disambut tepuk tangan pengunjung yang duduk di bawah rindang pepohonan di depan panggung yang berada tepat di depan rumahnya.

Tak berhenti di situ. Selepas rangkaian acara, Komunitas Pinggir Jurang mengungkapkan bahwa mereka sudah menyiapkan program pendidikan seni gratis untuk anak-anak dan remaja di Bukit Manyaran Permai.

Mereka akan diajak melukis, menari tradisi Jawa, menulis aksara Jawa, hingga belajar adab dan budaya lokal. Kegiatan ini dijadwalkan rutin tiap dua minggu, menjadi benih yang kelak tumbuh menjadi generasi baru, yakni generasi yang mencintai bumi dan merawat budayanya.

Bazar yang didirikan oleh warga setempat kian memeriahkan suasana pameran seni rupa ARTsimetris #2 di Bukit Manyaran Permai, Kota Semarang, Sabtu, 21 Juni 2025. (Inibaru.id/ Siti Khatijah)

“Terima kasih kami sampaikan untuk semua warga BMP RT 6 RW 5, para tokoh masyarakat, Ketua RT, RW, Lurah, Camat, juga Bapak Ade Bakti selaku founding father ARTsimetris. Tanpa dukungan mereka, kami hanyalah suara yang bergema di pinggir jurang,” tutup Basuki, diiringi senyum tulus dan tepuk tangan pengunjung yan kembali menggaung.

Lewat ARTsimetris #2, Komunitas Pinggir Jurang mengingatkan kita satu hal sederhana: seni bukan cuma untuk dinikmati, tetapi juga untuk menumbuhkan hati. Bumi sedang terluka, budaya perlahan merapuh. Maka, barangkali suara seni adalah satu-satunya pelukan yang masih sanggup menenangkan.

Pameran yang menarik ya, Millens? Ajakan untuk menjaga alam dengan menanam sekaligus berkesenian adalah cara bijak untuk mengkritik para pemasung bumi yang kadang bebal saat diajak bicara. Sampai jumpa di pameran-pameran selanjutnya! (Siti Khatijah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: