BerandaTradisinesia
Selasa, 16 Feb 2026 13:01

Pesta Baratan Kriyan; Mengenang Napak Tilas dan Kegigihan Ratu Kalinyamat di Jepara

Ratu Kalinyamat menaiki kereta berkuda yang bersiap untuk melakukan kirab mengelilingi Desa Kriyan. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Ribuan masyarakat Jepara tumpah ruah di depan Pelataran Masjid Al-Makmur untuk melihat sosok lakon Ratu Kalinyamat dalam Pesta Baratan yang digelar pada pertengahan bulan Syakban minggu lalu.

Inibaru.id - Usai menunaikan salat Isya berjemaah, ribuan orang tertumpah ruah di pelataran Masjid Al Makmur Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Mereka yang umumnya sudah datang sejak sebelum Magrib itu rela berdesakan demi menyaksikan secara langsung lakon Ratu Kalinyamat di pelataran masjid tersebut.

Selain tradisi Bodho Puli serta doa bersama dengan membaca Surat Yasin tiga kali sebagai bentuk tolak bala dan memohon ampun kepada sang Pencipta, Bulan Syakban di Jepara, khususnya di Desa Kriyan, juga diperingati dengan mengenang sosok Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat dalam rangkaian Pesta Baratan.

Ratu Kalinyamat datang dari Gedung NU Kriyan berjalan menuju Panggung (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Masjid Al Makmur yang berdiri di atas tanah wakaf Ratu Kalinyamat menjadi saksi bahwa ruh perjuangan sang Ratu masih hidup di tengah masyarakat hingga kini melalui tradisi Baratan. Kata "Baratan" berasal dari bahasa Arab baraah yang berarti keselamatan.

Pesta Baratan dimulai dari Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus; ketika barisan Pasukan Ksatriya Sholawat Nuur Muhammad SAW dari berjejer rapi di depan panggung utama untuk mengawal jalannya Pesta Baratan.

Napak Tilas Ratu Kalinyamat

Dari Desa Garung Kidul, mereka menuju panggung utama Baratan di pelataran Masjid Al Makmur Kriyan. Di atas panggung, tampak Wulan Tumanggal, Tongkat Kiai Cokro, serta beberapa kendi tanah berisi Banyu Kahuripan yang diyakini sebagai peninggalan Ratu Kalinyamat turut dipamerkan.

Setelah doa bersama, para dayang keluar dari Gedung NU Kriyan dan menari di tengah pelataran masjid untuk menyambut kedatangan sang Ratu. Suasana semakin riuh ketika pemeran Ratu Kalinyamat berjalan menuju panggung dengan tatapannya yang tajam dan mimik muka yang tegas.

Banyu Kahuripan dan keris Ratu Kalinyamat (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Dalam kehidupan nyata, Ratu Kalinyamat memang dikenal sebagai sosok yang seperti itu. Ramah, tapi selalu waspada terhadap musuh, nggak kenal takut, dan tangguh. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan tongkat dan keris pusaka kepada Ratu Kalinyamat sebagai bekal dalam kirab.

“Tongkat itu merupakan replika peninggalan Ratu Kalinyamat yang aslinya telah berusia ratusan tahun,” kata Muhammad, salah seorang tokoh masyarakat Desa Kriyan di tengah prosesi Pesta Baratan yang berlangsung belum lama ini.

Keliling Desa dengan Kereta Kecana

Sang Ratu Kalinyamat berjalan menuju panggung (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Setelah menerima tongkat, Ratu Kalinyamat menaiki kereta kencana untuk mengelilingi Desa Kriyan dan sekitarnya dengan jarak sekitar 4,6 kilometer. Barisan kirab diawali oleh pembawa sapu jagat, pasukan selawat, Ratu Kalinyamat, para dayang, kelompok impes (lentera), pembawa obor, drum band, dan tongtek.

Usai kirab, para pengunjung berebut gunungan hasil bumi. Puli dan tirta kahuripan juga dibagikan kepada masyarakat. Inilah salah satu alasan terbesar masyarakat berkumpul dalam Pesta Baratan, karena gunungan tersebut diyakini membawa keberkahan.

Kirab Ratu Kalinyamat mengambil rute yang melintasi sejumlah peninggalan bersejarah serta wilayah yang dahulu menjadi bagian dari kekuasaan Ratu Kalinyamat. Steering Committee Tradisi Baratan Ratu Kalinyamat M Hisyam Maliki mengatakan, rutenya dari masjid ke Siti Hinggil, lalu kembali lagi ke titik awal.

"Tahun ini kami angkat tema 'Kutha Bedah'," tutur Hisyam. "Kutha Bedah sebetulnya dikenal sebagai ledakan besar pasca-kejatuhan Kerajaan Ratu Kalinyamat. Namun, kami punya point of view berbeda, yakni ledakan semangat untuk memublikasikan kegiatan agar dikenal masyarakat luas."

Batas Kekuasaan Ratu Kalinyamat 

Anak-anak Kriyan membawa impes dalam barisan Ratu Kalinyamat (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Tema Kutha Bedah sengaja diangkat untuk mengabarkan ke khalayak luas terkait sifat yang bisa diteladani dari Ratu Kalinyamat, termasuk batas-batas wilayah kekuasaan Keraton Kalinyamatan pada masa lampau, agar keberadaan sang ratu tetap lestari dalam ingatan masyarakat.

Nilai-nilai perjuangan dan semangat Ratu Kalinyamat tersebut dirayakan dengan cara-cara kreatif, termasuk dengan melakonkan karakter Ratu Kalinyamat dalam kirab yang diiringi pelbagai bentuk kesenian modern maupun tradisional, yang dimainkan oleh sekitar 200-an anak dan remaja setempat.

Hiburan tongtek ikut dalam kirab pesta baratan (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Oya, rangkaian kegiatan Baratan ini sudah dimulai sejak 15 Syakban; meliputi yasinan, tahlil, bazar UMKM, ngaji budaya, hingga pementasan tari sufi kolosal. Ke depan, panitia berharap bisa menjadikan kegiatan ini sebagai daya tarik wisata sejarah Desa Kriyan.

“Ke depan, kami akan membuat pameran peninggalan Ratu Kalinyamat dalam rangkaian penyelenggaraan Baratan. Ada beberapa benda bersejarah yang akan kami tampilkan,” ujar Muhammad.

Pesta Baratan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan sejarah masih hidup di tengah masyarakat. Tahun depan, jangan lupa menyaksikannya secara langsung ya, Gez! (Alfia Ainun Nikmah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: