BerandaTradisinesia
Sabtu, 13 Mar 2026 09:01

Menguak Sejarah Tradisi Membeli Baju Baru Lebaran di Indonesia

Tradisi membeli baju baru Lebaran biasanya dilakukan di dasarian terakhir Ramadan. (Antara)

Ternyata, tradisi membeli baju baru Lebaran sudah eksis sejak ratusan tahun lalu, lo. Seperti apa ya cerita sejarahnya?

Inibaru.id - Setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, ada satu pemandangan yang hampir selalu sama di Indonesia: pusat perbelanjaan ramai, toko pakaian penuh, dan orang-orang sibuk memilih baju terbaik untuk Lebaran. Tradisi membeli baju baru seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan hari kemenangan ini. Bahkan, banyak keluarga yang sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan anggaran khusus demi bisa tampil segar saat hari raya tiba.

Tapi sebenarnya, dari mana sih tradisi baju baru Lebaran ini berasal?

Bukan Sekadar Gaya-gayaan

Bagi sebagian orang, memakai baju baru saat Lebaran bukan hanya soal penampilan. Ada makna simbolis di baliknya. Setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadan, Idulfitri dianggap sebagai momen kembali ke keadaan yang suci. Nah, baju baru sering dimaknai sebagai simbol pembaruan diri, seolah kita juga “memulai lembaran baru”.

Selain itu, Lebaran juga identik dengan silaturahmi. Banyak orang berkunjung ke rumah keluarga, tetangga, hingga kerabat jauh. Karena itu, tampil rapi dan bersih dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang kita temui.

Anjuran Memakai Pakaian Terbaik

Masyarakat pengin memakai baju terbaik untuk Lebaran. (Focusnusantara)

Dalam ajaran Islam sendiri, umat muslim memang dianjurkan mengenakan pakaian terbaik saat hari raya, terutama ketika melaksanakan salat Id. Anjuran ini memiliki dasar dalam hadis Nabi serta praktik para sahabat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa yang dianjurkan adalah pakaian terbaik, bukan harus pakaian baru. Artinya, jika seseorang sudah memiliki pakaian yang masih bagus, bersih, dan layak dipakai, itu sudah cukup. Dengan kata lain, membeli baju baru bukan kewajiban. Hal ini lebih merupakan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakat.

Tradisi yang Sudah Ada Sejak Lama

Menariknya, kebiasaan membeli baju baru menjelang Lebaran ternyata sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu di Indonesia.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa tradisi ini sudah ada setidaknya sejak akhir abad ke-16, tepatnya pada masa Kesultanan Banten. Saat itu, masyarakat Muslim bersiap menyambut Idulfitri dengan membuat atau menjahit pakaian baru. Namun karena kain dan pakaian bagus cukup mahal, hanya kalangan kerajaan atau bangsawan yang mampu membelinya, sementara masyarakat biasa biasanya menjahit sendiri pakaian yang akan dipakai saat hari raya.

Tradisi serupa juga terjadi di wilayah Mataram, termasuk Yogyakarta. Menjelang Lebaran, masyarakat sibuk mempersiapkan pakaian terbaik mereka, entah dengan membeli kain atau membuatnya sendiri.

Pada awal abad ke-20, kebiasaan ini bahkan dicatat oleh seorang peneliti kolonial Belanda yang menggambarkan suasana Idulfitri di Hindia Belanda sebagai perayaan yang meriah. Dalam buku berjudul Nasihat-Nasihat Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889–1936 Jilid IV, terungkap bahwa selain hidangan khas dan kunjungan antar keluarga, membeli pakaian baru menjadi salah satu kegiatan yang paling diseruisi warga menjelang hari raya.

Hingga sekarang, tradisi baju baru Lebaran masih bertahan. Bedanya, pilihan pakaian kini jauh lebih beragam, mulai dari busana muslim modern hingga pakaian kasual yang tetap rapi untuk bersilaturahmi.

Namun pada akhirnya, esensi Lebaran bukan terletak pada seberapa baru pakaian yang kita kenakan. Yang jauh lebih penting adalah kebersihan hati, saling memaafkan, dan menjaga silaturahmi.

Jadi, kalau tahun ini kamu pakai baju baru Lebaran, itu sah-sah saja. Tapi kalau memilih memakai baju lama yang masih bagus, juga tidak masalah. Yang penting, Lebarannya tetap penuh makna. Setuju kan, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

28 Agu 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan “Layers of Living”, Pameran Dua Seniman dengan Perspektif Berbeda

28 Agu 2026

Berburu Barang Antik di Solo? Ini 3 Tempat Favorit yang Wajib Dikunjungi Kolektor

29 Agu 2026

Komdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

31 Agu 2026

Manuskrip Al-Qur’an Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

1 Sep 2026

Transaksi Indonesia-Singapura Bisa Pakai Rupiah dan Dolar Singapura Tanpa US$

2 Sep 2026

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026

3 Sep 2026

Saat Serayu Jadi Pengantin dalam Prosesi Manten Gethek

4 Sep 2026

Kali Odo Semarang, Sungai yang Justru Deras saat Kemarau

7 Sep 2026

Hipdut, Perpaduan Hip-Hop dan Dangdut yang Dekat dengan Gen Z

8 Sep 2026

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: