BerandaTradisinesia
Sabtu, 4 Okt 2024 09:00

Masih Berdiri, Begini Keindahan Bekas Kantor Onderdistrict Rongkop Peninggalan Zaman Belanda

Bangunan bekas kantor Onderdistrict Rongkop peninggalan zaman Belanda. (Googlestreetview)

Bekas kantor Onderdistrict Rongkop peninggalan zaman Belanda ini masih eksis hampir 1 abad. Bangunan berbentuk joglo limasan dengan bahan kayu ini tetap kokoh meski sudah ada bagian yang keropos.

Inibaru.id – Nggak semua bangunan pemerintahan yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda memakai arsitektur Eropa. Cukup banyak yang memakai arsitektur khas daerah setempat. Salah satunya adalah bekas kantor Onderdistrict Rongkop alias bekas kantor Kecamatan Rongkop pada zaman penjajahan.

Bekas kantor Onderdistrict Rongkop berdiri di Padukuhan Jerukwudel, Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan yang kini berstatus cagar budaya ini berjarak kurang lebih 36 kilometer ke arah tenggara dari Kota Wonosari. Lokasinya persis di pinggir jalan utama Rongkop-Girisubo. Tepatnya di seberang Bank BPD DIY.

Kok bekas kantor pemerintahan Rongkop kini berlokasi di kecamatan lain? Hal ini disebabkan oleh Kapanewon Girisubo dulu masuk wilayah Kecamatan Rongkop sejak zaman Belanda sampai Maret 2020. Sejak saat itu, delapan wilayah, termasuk Kalurahan Jerukwudel tempat bekas kantor bersejarah itu berdiri berada di bawah pemerintahan Kapanewon Girisubo, Millens.

Bangunan ini berbentuk joglo limasan dengan bahan kayu. Nggak ada yang tahu pasti kapan tanggal pembangunannya. Yang pasti, bangunan tersebut dipakai sebagai kantor pemerintahan setara dengan kecamatan dari 1926 sampai 1932 alias selama enam tahun.

Setelah nggak lagi dipakai sebagai Kantor Onderdistrict, bangunannya diwariskan Ronodirjo ke salah seorang abdi dalemnya, Karyodimejo. Sejak saat itulah, keturunan keluarga tersebut merawat bangunan tersebut hingga awet selama hampir 1 abad lamanya.

Bagian dalam bangunan bekas kantor Onderdistrict Rongkop. (FB/Kebudayaan Gunungkidul)

“Dulu bagian depan bangunannya dipakai sebagai kantor, sementara bagian belakangnya dipakai sebagai tempat tinggal. Kini sepenuhnya dipakai sebagai tempat tinggal oleh keluarga ahli waris,” ucap Penanggungjawab Kajian Warisan Kundha Kabupaten Gunungkidul Hadi Rismanto sebagaimana dinukil dari Pidjar, (13/9/2023).

Warna cat bangunannya memang sudah terlihat pudar menunjukkan betapa tua usia bangunan tersebut. Tapi, bentuk bangunan dan dindingnya masih asli sejak dipakai sebagai kantor pemerintahan Hindia Belanda. Meski begitu, sudah terlihat ada bangunan yang mulai keropos karena dimakan usia.

Lantai bangunannya masih berupa tegel batu klasik yang kini sudah jarang ditemukan. Plafon di beberapa ruangan juga masih terbuat dari anyaman bambu. Menarik banget, kan?

Kamu juga bakal menemukan sejumlah kursi dan meja khas zaman dahulu di ruangan utamanya. Ada juga lincak yang mirip dipan kamar tidur dan satu set gamelan yang masih bisa digunakan oleh grup kesenian setempat.

Menarik banget ya bangunan bekas kantor Onderdistrict Rongkop peninggalan zaman Belanda yang masih berdiri ini. Kalau kebetulan kamu sedang main atau melintas ke sana, nggak ada salahnya mampir untuk nostalgia ke masa lalu. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: