BerandaTradisinesia
Minggu, 3 Agu 2019 07:48

Islam di Jawa Tengah, Tumbuh dan Berkembang dari Pesisir Utara

Masjid Menara Kudus menjadi salah satu peninggalan sejarah penyebaran Islam di pesisir utara Jawa Tengah. (Tribunwisata)

Jepara, Demak, dan Kudus menjadi tiga wilayah di pesisir utara yang konon menjadi awal berkembangnya Islam di Jateng. Ini nggak lepas dari keberadaan Walisongo, yang tentu saja bukan tanpa kesengajaan memilih wilayah pantura sebagai pusat penyebaran mereka.

Inibaru.id – Masjid Agung Demak dan Menara Kudus sejauh ini dikenal sebagai pusat penyebaran Islam Nusantara di Jawa Tengah. Ini nggak lepas dari keberadaan sejumlah pemuka agama, yang dikenal sebagai Walisongo, yang sengaja memulai dakwahnya dari wilayah pesisir utara.

Seperti kita tahu, Demak dan Kudus memang berada di wilayah ujung utara Jateng. Setali tiga uang, Gresik, Tuban, dan Surabaya, di Jawa Timur, serta Cirebon di Jawa Barat, juga menjadi wilayah penyebaran Walisongo.

Berawal dari Ampel (Surabaya), Islam bergerak ke Gresik dan Tuban. Kala itu, ketiga kota itu merupakan wilayah bandar atau pelabuhan. Walisongo yang disinyalir juga merupakan pedagang tentu lebih mudah menjangkau pesisir utara Jatim itu.

Sebagai pusat perniagaan, Jawa tentu banyak dikunjungi pedagang dari luar pulau. Nah, jika Islam menyebar di Jawa, para pedagang yang datang pun diharapkan bakal “membawa” Islam ke daerah asal mereka.

Dari Jatim, Islam bergerak ke Jateng. Kenapa? Ini karena pusat kebudayaan dan politik ada di Jateng. Hal tersebut terjadi setelah Majapahit goyah pada 1478 lantaran serangan Kediri. Laiknya di Jatim, para sunan menyebarkan Islam di pantura Jateng juga lantaran daerah itu dipenuhi pelabuhan besar.

Demak, Jepara, Kudus, Pati, Juwana, dan Rembang, adalah pusat perniagaan laut yang ramai pada abad XVI sehingga memungkinkan penyebaran Islam akan bisa masif.

Sementara, pemilihan Cirebon di Jabar juga tak lepas dari pertimbangan ekonomi. Perlu kamu tahu, kota yang menjadi wilayah dakwah Sunan Gunung Jati itu adalah jalur perdagangan rempah-rempah, komoditas dari Indonesia Timur. Tentu saja keberadaan ini memudahkan persebaran Islam sana.

Kendati dalam beberapa sumber disebutkan bahwa Sunan Kalijaga juga berdakwah di wilayah pedalaman Jawa, pusat penyebarannya tetap di pesisir utara.

Nah, gimana, Millens? Sudah tahu kan kenapa banyak peninggalan Islam di wilayah pantura Jawa? (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: