BerandaTradisinesia
Minggu, 29 Mar 2025 11:06

Berhubungan dengan Kentongan, Sejarah Nama Kecamatan Tuntang di Semarang

Sejarah nama Kecamatan Tuntang di Kabupaten Semarang. (Google Street View)

Kepikiran nggak kalau sejarah nama Kecamatan Tuntang di Kabupaten Semarang terkait dengan kentongan? Seperti apaya cerita lengkapnya?

Inibaru.id – Sehari-hari melintasi Kecamatan Tuntang, tapi nggak pernah sekalipun terbesit di benak Asori kenapa wilayah yang letaknya bersebelahan dengan tempat tinggalnya yakni Ambarawa, Kabupaten Semarang, ini diberi nama demikian.

Namun, akhirnya dia memikirkannya juga setelah terjadi obrolan singkat dengan tetangganya belum lama ini. Bertemu saat berburu takjil menjelang waktu berbuka, keduanya terlibat percakapan seru berkaitan dengan cerita rakyat di kecamatan berpanorama molek tersebut.

Asrori sebelumnya mengira bahwa Tuntang diambil dari nama sungai yang membelah kecamatan tersebut, yakni Kali Tuntang. Namun, rupanya dia keliru. Menurut tetangganya, nama sungai itu nggak muncul lebih dulu dari penamaan kecamatan itu karena keduanya berasal dari cerita rakyat yang sama.

“Kata tetangga saya yang sudah cukup sepuh itu, nama Tuntang berkaitan dengan perjalanan Kiai Putih yang menyebarkan Islam di wilayah itu pada masa lalu,” ungkap Asrori yang hampir tiap hari melewati Tuntang untuk bekerja di institusi pendidikan di Salatiga, Jumat (7/7/2025).

Permukiman yang Ramai

Tuntang dikenal sebagai kecamatan yang dilewati jalur utama Semarang - Solo. (Google Street View)

Konon, Asrori mulai bercerita, ketika Tuntang masih dipenuhi hutan lebat, sudah ada permukiman penduduk yang cukup ramai di salah satu sudutnya. Saat Kiai Putih bertandang, Islam diterima dengan baik dan penuduk setempat bersedia melakoni salat lima waktu.

Sebagai penanda waktu salat, warga membunyikan kentongan yang akan terdengar di seantero kampung. Suaranya "tung-tang-tung" bertalu-talu.

“Nah, bunyi ‘tung tang’ itulah yang konon jadi inspirasi penamaan Kecamatan Tuntang,” sebut Asrori.

Nama itu terus dipertahankan hingga kini, menjadi nama kecamatan yang dikenal luas karena selalu dilintasi pengendara saat melakukan perjalanan Semarang-Solo, meski namanya mungkin nggak sepopuler Bawen atau Ungaran di Kabupaten Semarang.

Oya, nama Tuntang sebetulnya sempat tercatat dalam sejarah pada masa kolonialisme di negeri ini. Pada 1811, kecamatan ini menjadi saksi penyerahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Britania Raya yang mengawali penjajahan Inggris yang singkat di Nusantara.

Komitmen yang kemudian dikenal sebagai Perjanjian Tuntang atau Kapitulasi Tuntang ini diyakini dilakukan di tepi Rawa Pening yang kala itu menjadi tempat peristirahatan bangsa Eropa di negeri ini, Hingga kini, sebagian Rawa Pening masih menjadi bagian dari Tuntang.

Wah, sejarah yang menarik, bukan? Kalau melintas di Tuntang, jangan lupa nikmati keindahan panorama di sini ya. Kalau perlu sambil bawa kentongan, biar bisa ditabuh "tung-tung-tung"! Ha-ha. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: