BerandaHits
Sabtu, 5 Des 2025 15:10

Jaga Buah Hati; Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai hingga Awal 2026!

Ilustrasi: Hingga awal tahun depan, cuaca ekstrem masih mengintai sebagian wilayah di Tanah Air. (Antara Foto/Yulius Satria Wijaya via Validnews)

Peringatan BMKG terkait cuaca ekstrem yang masih mengintai sebagian wilayah di Indonesia hingga awal tahun depan membuat kita harus senantiasa meningkatkan kewaspadan, khususnya untuk menjaga buah hati agar tetap aman dan terhindar dari penyakit.

Inibaru.id - Fenomena La Niña telah tiba di Indonesia dan diperkirakan bertahan hingga awal tahun depan, lalu melemah secara bertahap hingga Maret 2026. BMKG memprediksi, fenomena ini memicu cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai, khususnya oleh para orang tua untuk melindungi anak-anaknya.

Pada Dasarian III November, indeks ENSO tercatat pada angka -0,80, yang menandakan La Niña Lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur.

“Kondisi ENSO La Nina Lemah menunjukkan potensi peningkatan hujan tinggi hingga sangat tinggi (>150mm/dasarian) di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur,” tulis BMKG melalui Instagram (3/12/2025).

Di saat yang sama, indeks IOD Negatif juga terpantau berada pada angka -0,36, yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Ilustrasi: Cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir, longsor, angn kencang, serta penyakit musiman perlu diwaspadai para orang tua. (Antara via VOI)

Kombinasi La Niña dan IOD Negatif ini membuat sejumlah wilayah berisiko tinggi mengalami cuaca ekstrem, mulai dari banjir, longsor, angin kencang, hingga penyakit musiman yang rentan menyerang anak-anak. Inilah yang perlu diperhatikan para orang tua. Apa saja?

1. Jaga kesehatan anak dari penyakit musim hujan

Perlu diketahui, curah hujan tinggi berpotensi membuat anak berpotensi mengalami risiko Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam berdarah, diare, tifus, atau infeksi kulit akibat udara yang lembap.

Tips untuk orang tua:

  • Pastikan anak mendapat tidur yang cukup dan nutrisi seimbang;
  • Gunakan pakaian hangat saat udara lembap dan dingin;
  • Tambahkan asupan cairan dan vitamin C;
  • Jaga kebersihan rumah, terutama area yang mudah lembap;
  • Berikan vaksinasi rutin, termasuk influenza jika diperlukan.

2. Cegah anak bermain di genangan atau air banjir

Anak-anak kerap tergoda bermain air saat hujan turun. Namun, perlu diingat bahwa air banjir mengandung banyak bakteri berbahaya. Risiko yang perlu dihindari antara lain leptospirosis, infeksi kulit, atau diare akibat kontaminasi air kotor.

Solusi:

  • Tegaskan aturan "nggak bermain di luar saat hujan deras"; dan
  • Sediakan aktivitas indoor yang menyenangkan (lego, puzzle, menggambar).

3. Waspadai risiko longsor dan pohon tumbang

Beberapa wilayah terdampak La Niña memiliki topografi rawan bencana, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Papua Tengah, Kalimantan, NTT, dan NTB. Maka, jika memiliki rumah di dekat tebing atau pohon besar, waspadailah risiko longsor dan pohon tumbang.

Yang harus dilakukan:

  • Hindarkan anak bermain di luar saat hujan deras dan angin kencang;
  • Periksa pohon di sekitar rumah, jika miring atau lapuk, laporkan ke RT atau dinas terkait; dan
  • Siapkan jalur evakuasi keluarga.

4. Perhatikan kebersihan air minum dan makanan

Pada musim hujan, kontaminasi air lebih mudah terjadi.

Tips aman:

  • Pastikan air minum direbus hingga mendidih;
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup;
  • Hindari jajanan jalanan saat cuaca ekstrem; dan
  • Ajarkan anak selalu mencuci tangan.

5. Siapkan perlengkapan darurat untuk anak

Cuaca ekstrem kadang menyebabkan listrik padam atau gangguan mobilitas.

Maka, pastikan di rumah tersedia:

  • Obat-obatan dasar anak;
  • Minyak kayu putih/balm anak;
  • Jas hujan dan payung kecil;
  • Senter kecil;
  • Selimut hangat;
  • Botol air minum higienis; dan
  • Bagi anak sekolah, bekali mereka dengan jas hujan yang ringan dan anti-air.

6. Batasi aktivitas di luar ruangan dan pantau peringatan BMKG

Kamu perlu aktif memantau peringatan dini dari BMKG. Ketika ada potensi hujan ekstrem atau angin kencang, tunda aktivitas luar ruangan seperti berenang, bersepeda, atau bermain di taman.

Gunakan aplikasi:

  • Info BMKG;
  • Media sosial resmi BMKG; dan
  • Media sosial lokal untuk update banjir/listrik padam.

7. Tetap tenang tapi waspada: ajari anak tindakan aman

Anak-anak perlu diberi pemahaman sederhana tentang keselamatan.

Maka, ajarkanlah:

  • Tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras;
  • Tidak menyentuh kabel listrik jatuh;
  • Segera masuk rumah jika petir menyambar; dan
  • Menyebutkan alamat rumah untuk kondisi darurat.

Periode cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun mendatang membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi para orang tua. Meski BMKG menyebut dampaknya nggak selalu signifikan, curah hujan tinggi tetap berpotensi memicu berbagai risiko.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, kamu dapat melindungi anak-anak dari bahaya, menjaga kesehatan mereka, sekaligus membantu si kecil beradaptasi dengan situasi cuaca yang nggak menentu. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: