BerandaTechno
Minggu, 16 Sep 2017 15:11

Rizal Memakai CGI di Filmnya Gerbang Neraka

Foto: Behind the scene film Gerbang Neraka. (Foto: Dok Legacy Pictures)

Film Gerbang Neraka yang lagi diputar berpromosi dengan menyebut-nyebut teknik CGI. Makhluk apa sih CGI itu?

Inibaru.id – Hampir satu dekade tak bermain di genre horor, Reza Rahadian mengejutkan publik Tanah Air ketika bermain dalam film Gerbang Neraka (2017). Kali terakhir aktor watak ini bermain film horor adalah saat menjadi Michael dalam Pulau Hantu 2 (2008).

Gerbang Neraka bercerita tentang tiga orang berprofesi berbeda yang sedang meneliti situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jabar. Dalam film ini, Reza berperan sebagai Tomo, jurnalis tabloid mistis. 

Salah satu alasan Reza mau main film horor lagi lumayan mengejutkan. Lelaki 30 tahun itu mengaku belum pernah main jadi reporter. Nah, dalam film besutan sutradara Rizal Mantovani, Tomo yang diperankan Reza adalah reporter.

"Karakter ini belum pernah saya perankan. Sudah lama juga saya tidak bermain di genre horor. Jadi, why not?" tuturnya dalam acara press screening Gerbang Neraka di XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2017).

Baca juga:
PLTB Sidrap, Era Baru Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di Indonesia
Tahukah Kalian Apa yang Terjadi Setiap Menit di Internet? Begini Gambarannya

Di dunia perfilman Indonesia sekarang, akting Reza adalah jaminan mutu. Tiap filmnya laku keras. Hal ini menjadikan dia memiliki posisi tawar begitu tinggi, yang tentu membuatnya selektif dalam memilih film atau karakter untuk ia perankan.

Produser Robert Ronny tahu betul soal itu. Dia yakin, Reza akan berminat menjadi salah satu aktor lantaran film ini sangat menarik. Kepada Beritagar, ia bahkan berani sesumbar, "Ini adalah film horor Indonesia yang paling banyak pakai CGI dan paling kompleks.”

Makhluk apakah CGI itu? Business Insider menyebutkan, computer generated image (CGI) adalah pencitraan yang dihasilkan komputer sebagai penerapan lanjutan dalam bidang komputer grafis. Secara sederhana, CGI tak ubahnya teknik animasi tradisional.

Dalam teknik animasi tradisional, suatu gerakan dibuat melalui rangkaian gambar-gambar yang saling bertautan. Umumnya, sebuah gambar bergerak tercipta dalam ritme 24fps (frame per second).

Hal ini berarti, dalam 1 detik, terdapat 24 gambar yang saling bertumpuk dan menciptakan satu harmoni gerak. Gambar-gambar itu, dalam konteks animasi tradisional, dibuat langsung oleh tangan si pembuat.

CGI, dalam pengertian sederhana, mengerjakan proses tersebut dengan memanfaatkan kekuatan komputer. Pada akhirnya, teknik tradisional maupun memanfaatkan komputer, menghasilkan suatu efek ilusi yang sulit dicapai dengan cara normal.

Baca juga:
Gondol 14 Penghargaan Kompetisi Robotik di Taiwan, Indonesia Pertahankan Predikat Juara Umum
Spion Otomatis Ini bakal Cegah Curanmor dan Lakalantas

Jangan lantas membayangkan teknik CGI dalam Gerbang Neraka setara dengan film-film Hollywood yang begitu halus. Dengan bujet “hanya” miliaran rupiah, kualitas CGI film produksi  Legacy Pictures ini tentu tak sebagus film barat yang berbanderol triliunan rupiah.

Kendati demikian, untuk ukuran Indonesia, Ronny mengatakan, teknik CGI Gerbang Neraka sudah cukup rapi. Sentuhan CGI pulalah yang membuat penggarapan film tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Di dunia perfilman internasional, sentuhan CGI bukanlah hal baru. Film yang menjadi patokan awal penggunaan CGI adalah film Westworld (1973). Film ini menggunakan teknik animasi 2D dalam pembuatannya.

Menyusul kemudian Futureworld (1976) menjadi film pertama yang menggunakan efek 3D dalam penggarapannya. Di film ini, Ed Catmull dan Fred Parke dari University of Utah, AS, sukses menciptakan tangan dan wajah palsu.

Bila nanti Gerbang Neraka yang memakai CGI itu sukses, sangat mungkin banyak film Indonesia bakal memakai teknik itu. Kita tunggu saja. (GIL/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: