BerandaPasar
Minggu, 12 Agu 2017 11:55

Indonesia Jadi Salah Satu Ekportir Kopi Terbesar Dunia

Eksportir kopi. (Foto: harianterbit.com)

TradeMap 2017 mencatat, pengekspor kopi terbesar dunia saat ini adalah Brazil, Vietnam, Kolombia, Jerman, dan Indonesia.

Inibaru.id - Semua orang tahu bahwa kopi adalah minuman paling familiar di dunia setelah teh. Hampir semua negara mempunyai cara sendiri menyeduh minuman hitam nan pahit ini. Namun demikian, tak banyak yang tahu bahwa negeri ini merupakan salah satu pengekspor kopi terbesar dunia.

Ya, Indonesia memang kaya akan tanaman kopi. Komoditas ini bahkan kian ngetren di kalangan petani dalam beberapa tahun terakhir lantaran hasilnya cukup menggiurkan. Orang luar bilang, kopi Indonesia memiliki aroma dan rasa yang sangat khas, karena itulah banyak peminatnya.

Amerika dan Eropa menjadi dua wilayah yang paling gemar mengimpor kopi dari negeri ini. Kopi Nusantara macam Kopi Gayo, Kopi Mandailing, Kopi Lampung, dan Kopi Bajawa merupakan kopi yang paling banyak diminati.

TradeMap 2017 mencatat, pengekspor kopi terbesar dunia saat ini adalah Brazil, Vietnam, Kolombia, Jerman, dan Indonesia.

Baca juga: Wah, Angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas AS dan Singapura

Fungsional Statistisi Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Sri Wahyuni, juga mengungkapkan, kontribusi ekspor kopi tahun 2016 menyumbang devisa USD 1,01 miliar atau 3,95 persen dari total ekspor komoditas perkebunan.

“Beberapa negara tujuan ekspor kopi Indonesia adalah Amerika Serikat 26,77 persen dari total ekspor USD 269,94 juta, dan berikutnya Jerman 8,94 persen, dan Jepang 8,58 persen,” tuturnya.

Kemudian, masih menurut dia, skor Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) kopi Indonesia dari tahun 2012 hingga 2016 mencapai kisaran 0,80 s/d 0,95, yang artinya komoditas kopi Indonesia memiliki daya saing yang kuat dalam ekspor kopi.

“Begitu pula skor ISP Kopi antara bulan Januari hingga Mei 2017 cukup tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2016, yaitu sebesar 0,93,” kata dia di Jakarta, Kamis (3/8).

Potensi perkopian Indonesia sangatlah besar. Di tanah air sendiri setidaknya ada 10 provinsi yang menjadi sentra kopi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Sentra-sentra kopi tersebut berkontribusi hingga 87 persen dari produksi nasional. Sementara 24 provinsi lainnya menyumbang 13 persen produksi.

Baca juga: Daya Beli Masyarakat Indonesia Lesu, Belanja Daring Justru Naik Terus

Dalam mendongkrak daya saing kopi Indonesia, ia menambahkan, Kementan memulai dari peningkatan sistem perbibitan, pupuk, dan tata kelola air sehingga produktivitas naik menjadi 1 ton/ha.

“Dengan langkah ini Indonesia menduduki peringkat kedua terbesar dunia,” jelasnya.

Langkah selanjutnya adalah program replanting untuk mengganti tanaman kopi yang kurang produktif. Kemudian memperluas areal tanam kopi jenis arabika yang bernilai ekonomi tinggi.

Selanjutnya, melalui pengembangan kopi jenis khusus (specialty coffee) yang bernilai tinggi, misalnya Kopi Gayo, Mandailing, Lampung, maupun Bajawa.

Terakhir, Pemerintah melalui Kementan, Kemenperin, Kemendag, BPOM bersama swasta, Asosiasi Pengusaha dan Petani Kopi Indonesia lebih gencar dan kontinyu mempromosikan kopi Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

Ia memaparkan, yang akan menjadi fokus utama saat ini adalah Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan,

“Cita rasa Kopi Toraja yang khas dengan aroma harum sudah dikenal masyarakat luas, bahkan hingga mancanegara,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, di Jepang terdapat lebih dari 5.000 restoran dan kafe menyuguhkan Kopi Toraja. Tak hanya itu, penduduk Islandia, Finlandia, Denmark, dan Swedia juga sangat familiar dengan Kopi Toraja. Hm, nikmat! (OS/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: