BerandaPasar Kreatif
Jumat, 9 Agu 2018 16:26

Sapu Purbalingga Ini "Terbang" Jauh Hingga Jepang

Seorang pekerja sedang menunjukkan sapu Hamada. (Merdeka.com)

Meski terlihat sederhana, kerajinan sapu Purbalingga ini diekspor ke Jepang, lo.

Inibaru.id – Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga punya sentra kerajinan sapu yang penjualannya sampai ke Negeri Sakura nih. Namanya Hamada. Sudah puluhan tahun lo masyarakat membuat sapu. Jadi kualitasnya nggak perlu diragukan lagi.

Sapu Hamada memiliki ciri khusus, Millens. Jika kebanyakan sapu tradisional terbuat dari ijuk atau gelagah, sapu Hamada terbuat dari batang gandum.

Berjarak hanya 4km dari pusat kota, akses ke Desa Kajongan gampang banget kok. Kalau kamu pas melintas di jalur Purbalingga-Bojongsari-Bobotsari, kamu bisa mampir ke Desa Kajongan.

Bahan Baku Melimpah

https://i1.wp.com/worddirection.com/wp-content/uploads/2016/02/blog-wheat.jpg

Bahan baku sapu Hamada.(worddirection.com)

Bahan baku sapu nggak terlalu sulit didapat. Tegal, Demak, Purwodadi, dan Semarang jadi daerah pemasok batang tanaman gandum dan ijuk. Sementara rumput gelagah dapat ditemukan tumbuh liar di kawasan hutan.

Jumlah pengrajin sapu di Desa Kajongan mencapai 37 pengrajin. Untuk menyesuaikan kapasitas produksi, pekerja dalam tiap pengrajin terdiri dari lima hingga puluhan orang. Dalam satu bulan mereka mampu memenuhi permintaan ekspor 1.000 hingga 2.000 sapu, bahkan bisa lebih

Ternyata sapu Hamada nggak diekspor langsung dari Purbalingga, harus dikirim ke pedagang besar kemudian diekspor ke Jepang. "Sapu hasil produksi saya juga dikirim Jepang melalui pedagang besar di Bandung dengan harga bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per sapu," ungkap pengrajin sapu Hamada, Sunarta seperti ditulis jateng.antaranews.com, (23/3/2018).

Deretan kios kerajinan sapu dan produk lainnya desa Kajongan. (kajongan.desa.id)

Usaha desa yang dirintis sejak tahun 1969 ini mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat. Contoh nyata yang dilakukan dengan menyediakan beberapa kios di tepi Jalan Raya Bojongsari agar para pengrajin dapat menjajakan produknya.

Gimana Millens? Tertarik bikin produk serupa? (MG13/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: