BerandaPasar Kreatif
Kamis, 1 Des 2021 12:09

Motif 'Balas Dendam' Jadi Alasan Artha Bangun Usaha Jual Beli Skuter Klasik

Artha Cipta Pratama bersama beberapa vespa yang dia jual. (Inibaru.id/ Bayu N)

Merasa kerap dipandang sebelah mata, Artha selaku pencinta skuter klasik bertekad untuk membuktikan bahwa sepeda motor zadul bisa memiliki nilai jual yang tinggi.

Inibaru.id - Balas dendam nggak selamanya buruk, Millens! Dalam konteks yang positif, balas dendam justru bisa menjadi dorongan seseorang untuk menjadi lebih baik. Inilah yang dialami Artha Cipta Pratama, penjual skuter klasik yang memulai bisnis lantaran gerah karena kerap disepelekan.

Artha, begitu dia biasa disapa, telah menggandrungi skuter klasik merek Vespa sejak duduk di bangku SMA sekitar 2006. Kala itu, dia mengaku jengah tiap kali ada orang yang meremehkan skuter asal Italia tersebut. Bahkan, temannya sendiri pun menganggap rendah vespa yang dinaikinya.

Pada zaman itu skuter klasik memang belum sepopuler sekarang. Sebagian besar anak muda kurang suka untuk mengendarai skuter yang diproduksi Piaggio tersebut lantaran terkesan kuno dan zadul.

“Jangankan orang lain, teman akrab saja nggak mau kalau diajak boncengan (naik vespa),” ujar pemuda yang berdomisili di Pamularsih, Kota Semarang, itu.

Beragam tipe vespa klasik dijual Artha dengan kondisi yang masih terjamin. (Inibaru.id/ Bayu N)

Selain itu, banyak orang nggak mau mengendarai vespa karena selalu dianggap sering mogok di tengah jalan. Artha pun mengakui hal ini. Menurutnya, memiliki vespa cenderung ribet dalam perawatan. Inilah yang menurutnya bikin vespa kurang populer kala itu.

Namun, namanya juga sudah jatuh cinta, Artha tetap mencintai skuter yang telah dikenalnya sejak kecil. Baginya, kendaraan roda dua yang populer dengan bodi samping yang lebar itu cukup ngena di hati karena sudah dikenalkan oleh orang tuanya, terutama bapak, saat dia masih sangat belia.

Berawal dari sinilah Artha mulai merencanakan aksi "balas dendam"-nya. Dia bertekad membuat nama vespa lebih banyak dikenal dan diminati oleh masyarakat di sekitarnya, kendati saat itu belum terpikirkan gimana caranya.

“Saya cuma pengin buktiin ke ke teman-teman yang suka mengejek saya bahwa vespa adalah barang bagus,” terang Artha yang ditemui Inibaru.id di Art Classico, showroom vespa bekas miliknya yang berlokasi di daerah Madukoro, Semarang Barat, Kota Semarang, belum lama ini.

Mulai Menemukan Titik Terang

Lantaran kuno dan kerap bermasalah, vespa sempat dipandang sebelah mata oleh masyarakat. (Inibaru.id/ Bayu N)

Tahun ke tahun berlalu, balas dendam Artha mulai menemukan titik terang. Lelaki yang selalu melingkarkan kalung emas pada lehernya itu kamudian mencoba mengelola bisnis jual beli vespa. Usaha yang kemudian dilabeli Art Classico ini bisa dibilang cukup berhasil.

Di kalangan para pencinta vespa klasik, showroom Artha bisa dibilang cukup terkenal, terutama di Kota Semarang. Dalam setahun, Artha bahkan mengaku pernah menjual hingga 120 vespa. Pelanggannya nggak hanya orang Semarang, tapi juga dari pelbagai wilayah di Indonesia.

“Pernah juga ngirim ke Malaysia dan beberapa negara tetangga lainnya,” tambah lelaki nyentrik tersebut, lalu tertawa.

Beberapa Kali Menang Kontes

Salah satu penghargaan kontes modifikasi yang dimenangkan Artha. (Inibaru.id/ Bayu N)

Nggak hanya jual beli dan mengendarai skuter klasik, Artha juga beberapa kali memenangkan kontes vespa yang diadakan di pelbagai kota. Menurut Artha, keikutsertaan dirinya pada kontes-kontes tersebut salah satunya juga menjadi ikhtiarnya untuk terus mendongkrak eksistensi vespa di sekitarnya.

Dia kini mengaku senang karena vespa sudah mulai dikenal luas di kalangan anak muda. Yang pertama, tentu saja hal itu baik untuk bisnisnya. Namun, yang utama adalah karena kesan kuno pada skuter klasik yang dulu jadi cemoohan kini justru jadi daya tarik tersendiri.

"Sekarang pakai vespa klasik justru jadi daya tarik. Ada juga yang bilang terkesan romantis!" kelakarnya.

Oya, kalau kamu tertarik menjual atau membeli skuter klasik, silakan datang ke Art Classico di Jalan Madukoro 2 No 75, Semarang Barat. Biasanya, vespa yang dipajang di showroom itu hanya beberapa, karena sisanya ada di rumah Artha.

Kamu yang mau cari spare part vespa juga bisa langsung mampir ke sana atau kepoin Instagram-nya di @art_classico_vespa ya, Millens! (Bayu N/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: