Tur Keliling Kawasan Candi Borobudur di Atas Mobil-Mobil Volkswagen Safari

Kondisi pandemi Covid-19 yang terus menurun membuat desa wisata di kawasan Candi Borobudur mulai hidup dan pulih. Termasuk jasa sewa mobil VW yang kini ramai diburu wisatawan. Yuk simak keseruannya.

Inibaru.id - Gemuruh nyaring knalpot mobil Volkswagen (VW) 181 yang beratap terbuka sudah terdengar di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sedari pagi. Hampir tiap hari mobil-mobil klasik yang juga dikenal sebagai VW Safari ini selalu disewa pelancong untuk keliling Magelang dan sekitarnya.

Sejak keran pariwisata di Jawa Tengah dibuka, aktivitas wisata di kawasan Candi Borobudur memang meningkat signifikan. Nah, berwisata dengan menyewa "kendaraan militer" Jerman keluaran akhir 1960-an yang sudah dicat ngejreng itu menjadi salah satu daya tariknya.

Wisatawan umumnya menyewa mobil klasik ini via komunitas VW di Magelang. Nantinya, mobil berkapasitas maksimal empat orang itu dipakai untuk menyusuri jalanan di sekitar candi, spot wisata kekinian, hingga ke sudut-sudut desa wisata di kawasan tersebut.

Aktivitas ber-VW di kawasan candi berlangsung hampir tiap hari dan cenderung meningkat pada akhir pekan. Pandu Iliantro Putra, salah seorang penyedia jasa sewa VW Safari mengatakan, komunitas VW di Magelang bahkan sering kekurangan unit untuk disewakan pada Sabtu-Minggu.

"Seminggu biasanya kami dapat 5-6 penyewa. Paling banyak pas akhir pekan," ujar Pandu seusai menyopiri satu rombongan tamu dengan VW-nya yang masih tampak sangat mulus, Jumat (19/11/2021). "Mereka biasa menyewa mobil sekaligus sopirnya."

Menurut Pandu, mendapatkan 5-6 penyewa dalam seminggu sudah terbilang lumayan. Sekali menyewa, wisatawan bakal dikenai tarif Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung durasi pemakaian. Pandu dkk biasanya sejak awal sudah memberi paket wisata yang bisa dipilih, mulai dari reguler, medium, hingga full day.

Oya, VW Safari yang dipakai Pandu mengantar tamu bukanlah kepunyaan dia, tapi tetanggannya yang tergabung di Komunitas VW Tour Tanjungsari. Pandu biasanya mendapatkan order via media sosial atau rekomendasi. 

Di kawasan Candi Borobudur, nggak kurang dari 150 mobil VW Safari beroperasi sebagai kendaraan wisata. Pemiliknya kebanyakan merupakan bagian dari komunitas Volkswagen di Magelang, antara lain VW Cablio, VW Tour Borobudur, dan VW Tanjungsari.

"Hotel dan tempat wisata sudah buka lagi pasca-PPKM Covid-19. Kami, para sopir VW, juga ikut kecipratan untung," tutunya semringah.

Tur ke Desa Wisata

Kencana Rahayu, salah seorang penyewa mengatakan, nggak sulit menemukan jasa sewa VW di Magelang. Dia cukup mencari di medsos, kemudian menghubungi kontak yang tertera. Setelah tawar-menawar harga, sopir VW akan menjemput di tempat dia menginap pada waktu yang disepakati.

"Naik VW di Magelang itu rasanya segar banget, udaranya sejuk, jernih, nggak ada polusi. Masyarakat sini juga ramah-ramah," ungkap perempuan yang mengaku sudah lama merencanakan liburan bareng keluarganya ke desa wisata di Magelang itu, Jumat (19/11).

Menurutnya, tur wisata dengan naik mobil klasik sangatlah unik. Sopir biasanya akan memberi tawaran lokawisata kekinian untuk dikunjungi, seperti bukit Menoreh, Svargabumi, Rumah Kamera, dan Gereja Ayam. Selain itu, mereka juga menawari kunjungan ke desa wisata dan sentra produksi UMKM di Magelang.

"Kami juga ditunjukkan rumah produksi oleh-oleh yang bikin jamur krispi. Kami turun, lihat langsung gimana pengolahannya, dan berinteraksi (dengan pelaku UMKM)," ujarnya saat berkunjung ke rumah produksi olahan jamur di sekitar Candi Borobudur.

Puput, pemilik UMKM olahan jamur tersebut mengungkapkan, hampir tiap akhir pekan ada puluhan mobil Volkswagen mampir ke tempatnya. Keberadaan itu, lanjutnya, tentu saja sangat membantunya berpromosi.

"Kami sangat terbantu dengan keberadaan komunitas VW di Magelang ini. Jadinya kan bisa promo produk jamur khas Borobudur ini," tandasnya sembari memamerkan produk jamur krispi yang dibuatnya.

Pandemi belum usai, tapi melihat geliat perekonomian di sektor pariwisata seperti ini, perasaan takut sekaligus senang jadi campur aduk. Yang penting, alau mau tur keliling kawasan wisata Candi Borobudur kayak gini, protokol kesehatan jangan lupa ya, Millens! (Triawanda Tirta Aditya/E03)