BerandaPasar Kreatif
Selasa, 2 Des 2024 17:24

Lukisan Setengah Jadi Kusmanto, Takkan Selesai sebelum Banjir Rob Demak Teratasi

Kusmanto, pelukis yang kritis menyampaikan suaranya terhadap situasi banjir rob di Kabupaten Demak. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Menuangkan pengalaman pribadinya, Kusmanto mencuplik kondisi banjir rob di Demak dalam lukisan setengah jadi yang nggak akan selesai sebelum masalah itu teratasi.

Inibaru.id - Telah lama banjir akibat arus pasang air laut atau dikenal sebagai "rob" menjadi permasalahan serius di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Situasi ini menjadi isu yang acap dibicarakan masyarakat, nggak terkecuali dalam kesenian, sebagaimana yang dilakukan Kusmanto.

Belum lama, pelukis 46 tahun itu memamerkan sebentuk lukisan bertema banjir rob dalam sebuah pameran seni yang digelar di Demak. Di atas kanvas berukuran 50x75 sentimeter, Kusmanto memotret para pengendara motor yang terjebak banjir di antara pejalan kaki yang kepayahan melintasi genangan air.

Situasi rob yang sepertinya terjadi di jalan raya itu kian dramatis dalam guratan-guratan pulpen yang dirangkai menjadi sebuah sketsa hitam putih yang begitu detail. Kusmanto mengatakan, lukisan ini merupakan cuplikan dari rob di Kecamatan Sayung yang tiap tahun bukannya ada perbaikan, tapi justru kian bertambah parah.

"Di Sayung, banjir rob sudah sampai ke jalan raya; bikin motor yang kena (terendam banjir) mlepek (mogok), ndak bisa jalan," terangnya, menunjuk gambar sepeda motor yang tengah dituntun melintasi banjir.

Lukisan yang Tidak Selesai

Dilihat sekilas, lukisan Kusmanto tampak detail. Namun, dia mengatakan bahwa lukisan tersebut belum rampung sejak digarap dua tahun silam. Bukan karena kehabisan inspirasi, tapi lelaki berkumis tipis ini memang sengaja nggak mau menyelesaikannya.

"Selagi banjir rob belum selesai, lukisan itu tidak akan pernah jadi," lontarnya.

Pengunjung terpukau dengan lukisan setengah jadi Kusmanto tentang banjir rob di Demak. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Selain itu, dia juga enggan membubuhkan tanda tangan atau tanggal penanda terselesaikannya lukisan tersebut. Sebagai tanda bahwa karya ini adalah buatannya, Kusmanto hanya menyelipkan nomor polisi kendaraannya di salah satu pelat nomor sepeda motor yang terjebak rob dalam lukisan.

"(Yang belum selesai) bagian atas (lukisan). Maksud saya begini, lo, selesaikan dulu banjir rob yang sampai sekarang belum selesai," ujarnya.

Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Melalui lukisan tersebut, Kusmanto ingin menyampaikan rasa empatinya terhadap orang-orang yang terjebak rob di Sayung. Dia tahu betul perasaan mereka yang terpaksa mendorong kendaraan yang mogok di tengah banjir lantaran pernah mengalami hal serupa.

"Ide lukisan ini berasal dari pengalaman pribadi. Suatu hari terjadi banjir rob parah di Sayung; sepeda motor saya mogok karena memaksakan diri menerjang," kenang alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2000 tersebut.

Saat motornya mogok, dia pun menyempatkan diri menepi, lalu memotret kejadian tersebut dengan kamera ponselnya. Begitu tiba di rumah, Kusmanto segera menuangkannya dalam bentuk lukisan. Untuk lukisan ini, dia hanya memakai alat lukis berupa pulpen.

"Ya, saya drawing pakai bolpoin Pilot, dikerjakan setiap malam saat senggang," tuturnya. "Saya harap permasalahan banjir ini segera terselesaikan, lalu saya pun bisa merampungkan lukisan ini."

Hingga kini, pesisir Demak masih menjadi salah satu wilayah paling terdampak rob di Jateng. Situasinya begitu mendesak. Maka, tanpa solusi konkret dan penanganan yang baik, mustahil lukisan Kusmanto bakal terselesaikan. (Sekarwati/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: