BerandaKulinary
Jumat, 27 Jun 2024 17:00

Nama Boleh Saru, tapi Turuk Bintul Tetaplah Kudapan Nomor Satu di Jepara

Turuk bintul menjadi salah satu makanan tradisional yang cukup banyak dicari di Kabupaten Jepara, yang dibuat dari perpaduan ketan dengan kacang tolo. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Meski menjadikannya sebagai kudapan nomor satu di Jepara, setiap mau membelinya, saya selalu butuh persiapan mental untuk bilang, "Tumbas turuk bintul setunggal!"

Inibaru.id - Jalan-jalan ke Pasar Welahan di Kabupaten Jepara, nggak lengkap rasanya jika belum mengudap turuk bintul. Ehm, iya, kamu nggak salah baca. Siapa pun yang tahu arti "turuk bintul" juga bakal bereaksi begitu, sebagaimana saya yang mengernyitkan alis pas kali pertama mendengarnya.

FYI, Turuk Bintul adalah jajanan tradisional legendaris di Jepara; yang berbahan dasar beras ketan dan kacang tolo, bertekstur liat dengan cita rasa asin, manis, dan gurih. Rasanya bikin nagih, membuat saya lupa bahwa namanya bikin saya malu untuk menyebutkannya dengan keras saat membelinya. Ha-ha.

Dalam bahasa Jawa, turuk berarti alat kelamin perempuan, sedangkan bintul adalah benjolan kecil. Jadi, silakan diartikan sendiri, ya! Menurut Suyati, penjual turuk bintul di Pasar Welahan, siapa yang pertama memberi nama kudapan yang banyak ditemukan di sisi selatan Jepara itu, dia nggak tahu.

”Sejak zaman dulu namanya memang seperti itu, sebelum saya lahir namanya juga memang sudah begitu," celetuk perempuan asal Desa Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan itu, beberapa waktu lalu. "Ini saya tinggal meneruskan (jualan) ibu. Dari awal juga namanya itu (turuk bintul).”

Proses Memasak yang Sederhana

Cara penyajian turuk bintul dengan alas daun pisang yang dibungkus dengan cara ditum. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Untuk saya, turuk bintul kurang pas disebut jajanan, karena seporsi saja sudah cukup mengenyangkan. Menurut Suyati, masyarakat Jepara memang banyak yang menjadikannya menu sarapan, karena cara bikinnya gampang dan kondimennya nggak ribet; cuma butuh ketan, kacang tolo, dan santan.

"Ketan dan kacang tolo yang sudah dicuci bersih cukup dimasak secara terpisah, lalu ditaburi garam agar dapat rasa gurihnya," terang Suyati. "Setelah setengah matang, ketan dan kacang digabung, kemudian diguyur santan dan dimasak hingga matang."

Ketika matang, lanjutnya, ketan dan kacang akan tampak menyatu. Dalam penyajiannya, turuk bintul ditaburi kelapa parut. Dia biasanya menjual penganan tersebut per porsi dengan di-tum, teknik bungkus khas Jawa dari daun pisang atau kertas koran yang dilipat hingga menjadi wadah tertutup.

"Dikasih kelapa parut untuk menambah tekstur dan rasa," tutur perempuan yang mengaku bisa menghabiskan tiga kilogram ketan dan setengah kilogram kacang tolo dalam sehari tersebut sembari melayani pembeli.

Harga yang Murah

Perlu mengantre untuk membeli turuk bintul di Pasar Welahan. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Kalau kamu berkunjung ke Jepara, sempatkanlah untuk berburu kuliner tradisional yang satu ini. Harganya murah, kok! Suyati mengatakan, dirinya menjual sebungkus turuk bintul seharga Rp2.000 saja. Dia biasanya mulai jualan sejak pagi hingga lepas tengah hari.

"Saya jualan di dalam pasar (Pasar Welahan), mulai jam tujuh pagi sampai satu siang, tapi kadang nggak menentu juga," jelasnya. "Selain turuk bintul, saya juga jualan cetot, getuk, dan gendar."

Oya, turuk bintul biasanya memang dijual bersama jajan pasar lain seperti getuk, gendar, dan cetot. Untuk membelinya, kita harus masuk ke dalam pasar, sebagaimana diungkapkan Rahma, salah seorang penggemar turuk bintul yang saya temukan tengah asyik mengudap penganan tersebut di tepi pasar.

"Jajan seperti ini (menunjukkan turuk bintul) cuma ada di dalam pasar. Jarang banget dijual di pinggir jalan. Di sini juga variasi jajan pasarnya lebih lengkap," cerocos perempuan asal Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, itu saat saya bertanya alasannya berburu turuk bintul hingga ke Pasar Welahan.

Hari itu, kesampaian juga saya merasakan turuk bintul (yang sampai sekarang masih membuat saya tertawa saat menuliskan namanya) di Pasar Welahan. Kalau mampir ke Jepara, jangan lupa cicipi "kudapan saru" yang rasanya juara satu ini, ya! Ha-ha. (Alfia Ainun Nikmah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: