BerandaKulinary
Kamis, 21 Sep 2022 13:05

Minuman Tradisional Peru, Leche de Tigre; ‘Susu Macan’ dari Rendaman Ikan

Warnanya yang putih pucat membuat masyarakat Peru menyebutnya Leche de Tigre atau susu macan. (Casalcozinha)

Disebut susu macan, minuman tradisional Peru Leche de Tigre nggak benar-benar dibikin menggunakan susu yang diperah dari macan, tapi dari jus rendaman ikan.

Inibaru.id – Menyesap minuman pembuka sebelum hidangan utama menjadi hal lazim di banyak restoran dunia, nggak terkecuali di Peru. Di negara yang berlokasi di Amerika Selatan itu, ada satu minuman wajib yang harus kamu coba, yakni Leche de Tigre.

Hampir semua restoran seafood di Peru menyajikan minuman yang secara literal berarti “susu macan” ini. Kendati disebut susu macan, jangan berpikir minuman itu betul-betul diperah dari induk macan. Pemberian nama tersebut diberikan warga setempat sekadar untuk membuatnya terasa powerful.

Leche de Tigre hanya berwarna putih pucat laiknya susu biasa. Namun, ia terbuat dari ikan mentah yang direndam dalam jus lemon, lalu dibumbui paprika, bawang, dan bumbu lainnya. Bagi orang Peru, minuman tradisional ini berperan sebagai menu pembuka, afrodisiak, bahkan obat pereda mabuk.

Masyarakat Peru punya patokan resep yang berbeda-beda dalam membuat leche de tigre, tapi basisnya adalah jus dari ceviche, ikan segar yang diawetkan dalam cairan lemon dan rempah. Karena resep yang berbeda, hasil akhirnya pun berlainan; bisa asam, pedas, creamy, gurih, atau segar.

Ceviche dan Leche de Tigre

Ceviche dengan Leche de Tigre. (Thomas)

Leche de Tigre sudah berkembang lama di Peru, tapi hingga kini belum ada keterangan pasti kapan mulai menjadi bagian dari menu seafood di wilayah tersebut. Amigofoods menyebut, besar kemungkinan minuman itu dibawa oleh para perempuan muslim keturunan Moro asal Andalusia.

Semula, ceviche dan leche de tigre menjadi satu kesatuan. Leche de tigre dibuat dengan menghaluskan rendaman “asinan ikan” alias ceviche. Namun, seiring dengan kepopuleran minuman ini, belakangan orang-orang membuat leche de tigre secara langsung, tanpa melalui tahap membuat ceviche.

Jadi, jangan heran kalau kamu menemukan dua menu tersebut secara terpisah, nggak lagi menjadi satu kesatuan yang dibikin koki dalam waktu bersamaan. Sebagian restoran memilih membuat leche de tigre dengan menghaluskan ikan dari stok yang mereka punyai alih-alih terlebih dulu membuat ceviche.

Saat ini, leche de tigre juga sudah berkembang luas dan banyak dimodifikasi ke dalam pelbagai varian rasa, kondimen pelengkap, hingga bentuk penyajiannya. Seafood yang menjadi bahan utamanya juga semakin bervariasi, misalnya memakai salmon, tuna, gurita, hingga daging merah.

Leche de Tigre bagi Masyarakat Peru

Berbagai macam varian ceviche dan leche de tigre. (Diningandnightlife)

Masyarakat Peru sangat bangga dengan minuman tradisional ini. Di mana pun mereka berada, leche de tigre selalu menjadi bagian penting yang akan mereka bicarakan. Saat kamu berada di Peru, terutama ketika menyambangi restoran tradisionalnya, kamu juga bakal ditawari minuman tersebut.

Hal tersebut sangatlah wajar. Bagi orang Peru, leche de tigre adalah national treasure yang tarafnya mungkin setara jamu di Indonesia. Mereka bahkan mempunyai hari khusus untuk memperingati keberadaan ceviche, yang tentu saja termasuk leche de tigre di dalamnya.

Hari ceviche nasional di Peru jatuh pada 28 Juni tiap tahun. Begitu berartinya ceviche dan leche de tigre, mereka bahkan libur pada hari tersebut untuk menghormatinya. Wah, keren! Indonesia saja nggak punya hari libur nasional untuk memperingati makanan atau minuman tradisionalnya, ya?

Gimana, berani mencicipi susu macan yang berasal dari rendaman ikan ini nggak, Millens? Saran dari seorang ahli makanan di Peru, kalau kamu nggak suka dengan rasanya yang terlalu asam dan pengin memperoleh cita rasa yang lebih creamy, cobalah tambahkan susu! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indikator Bensin Menyala, BBM Mobil Masih Sisa Berapa?

19 Mar 2026

Mencicipi Kelezatan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi Solo yang Melegenda

19 Mar 2026

Jangan Kalap! Tips Aman Santap Menu Lebaran buat Si Diabetes & Hipertensi

19 Mar 2026

Mudik Tetap Glowing! Ini Trik Reapply Sunscreen Tanpa Bikin Makeup 'Longsor'

19 Mar 2026

Operasi Ketupat PDAM Semarang: Puluhan Sambungan Air Diputus, tapi Ada Toleransi

19 Mar 2026

Sheer Khurma, Puding Manis yang Mengikat Kenangan Lebaran di Persia

19 Mar 2026

Sampaikan Hasil Sidang Isbat, Kemenag: Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu, 21 Maret

19 Mar 2026

Aman Nggak Sih Mencampur Pertalite dan Pertamax untuk Kendaraan Bermotor?

20 Mar 2026

Eksis Lebih dari 7 Dekade, Begini Cerita Rumah Makan Bu Carik Temanggung

20 Mar 2026

Duduk di Atas Bantal Bikin Bisulan? Ini Fakta Medisnya!

20 Mar 2026

Mencapai Keputusan Bisnis yang Saling Menguntungkan: Incentive Alignment!

20 Mar 2026

Jangan Asal Taruh! Roda Koper Ternyata 58 Kali Lebih Kotor dari Kursi Toilet

20 Mar 2026

Seperti Apa ya Suasana Idulfitri di Suriname?

21 Mar 2026

Uniknya Makam Mbah Kuwu di Kebumen yang Full Kayu!

21 Mar 2026

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta: Wujud Syukur dan Sedekah Raja untuk Rakyat

21 Mar 2026

Sering Ketindihan? Itu Tanda Tubuh yang Sedang 'Lag'!

21 Mar 2026

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: