BerandaTradisinesia
Minggu, 21 Mar 2026 11:01

Uniknya Makam Mbah Kuwu di Kebumen yang Full Kayu!

Makam Mbah Kuwu di Kebumen.(TvOne - Wahyu Kurniawan)

Bukan dari batu atau semen, di kompleks Makam Mbah Kuwu, nisannya terbuat dari kayu jati. Apa alasan dari keseragaman makam di sana, ya?

Inibaru.id - Kalau biasanya makam identik dengan batu nisan atau kijing dari semen, lain cerita dengan Makam Mbah Kuwu di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Di sini, kamu bakal menemukan kompleks makam yang hampir seluruh nisannya terbuat dari kayu. Bukan cuma satu atau dua, tapi hampir semuanya menggunakan kayu jati yang kokoh, bahkan beberapa di antaranya dipernis hingga tampak mengilap.

Keunikan ini langsung terasa begitu memasuki area makam. Alih-alih deretan batu nisan, yang terlihat justru barisan kijing kayu dengan bentuk sederhana namun berwibawa. Suasananya terasa berbeda dan lebih hangat, lebih tradisional, sekaligus menyimpan aura masa lalu yang kuat.

Konon, makam ini merupakan peninggalan kuno yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Sosok yang dimakamkan di sini dikenal sebagai Mbah Kuwu, tokoh penting yang dipercaya sebagai pemimpin atau leluhur desa setempat.

Nama “kuwu” sendiri terdengar mirip dengan istilah “akuwu”, gelar pemimpin wilayah pada masa Jawa kuno. Meski identitas pastinya masih menjadi misteri, masyarakat setempat tetap menghormatinya sebagai tokoh yang berjasa dalam sejarah desa.

Sejumlah nisan di kompleks makam Mbah Kuwu di Kebumen. (X/syaeful_cahya)

Yang membuat kompleks ini makin menarik, letaknya berada di lereng perbukitan dan tersusun bertingkat, menyerupai punden berundak. Struktur seperti ini mengingatkan pada tradisi megalitik Nusantara, di mana tempat yang lebih tinggi biasanya dianggap lebih sakral. Makam utama Mbah Kuwu berada di bagian paling atas, sementara makam lainnya berada di tingkat bawah mengikuti kontur bukit.

Tak hanya itu, hampir setiap makam dilindungi bangunan kecil beratap genteng. Dari kejauhan, deretan bangunan ini terlihat seperti rumah-rumah mungil yang tersusun rapi di lereng. Selain melindungi kayu dari cuaca, keberadaan atap ini juga memberi kesan bahwa makam-makam tersebut benar-benar dirawat dengan penuh penghormatan.

Suasana spiritual juga terasa cukup kuat di sini. Di beberapa titik, terdapat tempat pembakaran dupa yang masih digunakan oleh peziarah. Hingga sekarang, Makam Mbah Kuwu masih sering didatangi orang dari berbagai daerah, mulai dari masyarakat biasa hingga tokoh penting. Ada yang datang untuk berziarah, mengenang leluhur, atau sekadar merasakan suasana sakral yang berbeda dari makam pada umumnya.

Keberadaan makam ini juga tak bisa dipisahkan dari tradisi masyarakat Watulawang yang masih lestari. Berbagai ritual seperti kenduren, merdi bumi, hingga tradisi palakiyah masih dijalankan secara turun-temurun. Semua itu menjadi bukti bahwa Makam Mbah Kuwu bukan sekadar tempat pemakaman, tapi juga bagian penting dari identitas budaya desa.

Di tengah perkembangan zaman, Makam Mbah Kuwu tetap berdiri tenang di perbukitan Kebumen. Kompleks makam kayu ini bukan hanya unik secara visual, tapi juga menyimpan cerita panjang tentang sejarah, tradisi, dan penghormatan masyarakat terhadap leluhur mereka. Tempat ini seolah menjadi pengingat bahwa masa lalu masih hidup di dalam kayu-kayu tua yang tetap tegak menjaga cerita (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Setop Buang Air Mendidih ke Wastafel!

9 Mar 2026

Dari Bazar hingga Iktikaf; Ramadan 24 Jam di Masjid Al-Muhajirin Palebon

9 Mar 2026

Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Siapkan Ini biar Kamu Nyaman di Jalan!

9 Mar 2026

Alasan Mengapa Mudik Lebaran dengan Sepeda Motor Nggak Dianjurkan Banyak Pihak

10 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Air Terjun Sewawar Sedinding di Karanganyar

10 Mar 2026

Ramadan dalam Kepedulian, Ibu Profesional Semarang Gelar Program 'Berbagi Tanpa Sekat'

10 Mar 2026

Jangan Dimakan! Ikan Kakatua Itu 'Pabrik' Pasir Putih dan Penjaga Karang Karimunjawa

10 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: