BerandaTradisinesia
Minggu, 21 Mar 2026 17:01

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta: Wujud Syukur dan Sedekah Raja untuk Rakyat

Grebeg Syawal adalah bukti nyata akulturasi antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam sejak abad ke-16. (Suara)

Menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, Keraton Yogyakarta punya cara istimewa buat merayakannya. Grebeg Syawal bukan sekadar tontonan budaya yang memukau, tapi merupakan simbol kedermawanan Sultan sekaligus wujud syukur atas berkah yang melimpah. Dari prajurit berbaju unik sampai gunungan raksasa, tradisi ini punya cerita panjang, lo!

Inibaru.id - Lebaran di Jogja memang nggak pernah lengkap tanpa hiruk-pikuk warga yang berkumpul di area alun-alun. Bukan cuma soal opor ayam atau sungkeman, tapi ada satu tradisi sakral yang selalu dinanti yaitu Grebeg Syawal.

Tradisi ini biasanya digelar setiap tanggal 1 Syawal atau tepat saat Hari Raya Idulfitri. Grebeg Syawal adalah bukti nyata indahnya akulturasi antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam yang sudah lestari sejak abad ke-16.

Sejarah Grebeg Syawal

Tahu nggak sih, Gez, kalau asal-usul Grebeg ini konon berasal dari tradisi Jawa Kuno bernama Rajawedha? Saat itu, raja membagikan sedekah demi kemakmuran rakyatnya.

Sempat terhenti saat era Kerajaan Demak, tradisi ini kemudian dihidupkan kembali oleh Walisongo sebagai media dakwah Islam. Seiring berjalannya waktu, Sultan Hamengkubuwono I pun memantapkan tatalaksana Grebeg di Yogyakarta hingga akhirnya kita mengenal lima jenis gunungan yang jumlah totalnya ada tujuh buah.

Arak-arakan Gunungan: Magnet Utama Wisatawan

Setelah didoai, isi gunungan boleh diperwbutkan. (Getty Images)

Setiap Grebeg, tujuh gunungan hasil bumi yang disusun tinggi bakal dikawal oleh Prajurit Bregada yang gagah berani. Iring-iringan ini bakal bergerak dari Alun-Alun Utara menuju tiga titik utama:

  1. Masjid Gedhe Kauman (tujuan untuk lima gunungan)
  2. Pura Pakualaman (satu gunungan)
  3. Kepatihan (satu gunungan)

Jenis gunungannya pun macam-macam, ada Gunungan Lanang yang gagah hingga Gunungan Wadon yang anggun. Semuanya berisi hasil bumi yang melambangkan kemakmuran tanah Jawa.

Rebutan Berkah di Akhir Prosesi

Momen yang paling ditunggu tentu saja saat gunungan diserahterimakan dan didoakan. Begitu doa selesai, masyarakat bakal langsung "menyerbu" isi gunungan tersebut. Bagi warga Jogja, mendapatkan bagian dari gunungan dipercaya bisa membawa berkah tersendiri.

Lebih dari sekadar rebutan makanan, aksi ini adalah simbol sedekah dari Ngarso Dalem (Sultan) kepada rakyatnya. Ini adalah momen kedekatan antara pemimpin dan masyarakat yang sangat menyentuh.

Grebeg Syawal mengajarkan kita soal rasa syukur atas nikmat Tuhan yang tak terputus. Selain itu, tradisi ini juga jadi pengingat bagi kita untuk selalu peduli dan berbagi kepada sesama setelah sebulan penuh berpuasa.

Btw, kamu tertarik buat ikut merasakan serunya berebut "berkah" gunungan di Grebeg Syawal tahun ini? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: