Inibaru.id - Pernah nggak sih, kamu terbangun tengah malam tapi seluruh tubuh rasanya kaku nggak bisa digerakkan? Mau teriak minta tolong, tapi suara kayak tertahan di tenggorokan. Ditambah lagi, ada bayangan hitam yang seolah-olah duduk di atas dadamu. Hiii, seram banget ya!
Di Indonesia, fenomena ini sering disebut "ketindihan" dan selalu dikaitkan dengan gangguan makhluk halus.
Fenomena ketindihan belakangan ini memang lagi ramai dibahas di media sosial dengan tagar #SleepParalysisDemon. Alih-alih mistis, para ilmuwan menjelaskan kalau ini hanyalah masalah sinkronisasi antara otak dan tubuh saat kita tertidur.
Kenapa Tubuh Bisa 'Lumpuh'?
Pakar tidur Tom Coleman menjelaskan bahwa ketindihan terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Ini adalah fase di mana kita bermimpi paling hidup.
"Selama fase REM, otak sangat aktif, tapi otot-otot tubuh otomatis 'dimatikan' agar kita nggak mempraktekkan gerakan dalam mimpi secara fisik," jelas Coleman.
Nah, ketindihan terjadi kalau otak kamu mendadak bangun, tapi tubuh masih dalam mode "lumpuh" REM. Akibatnya, sisa-sisa imajinasi mimpi kamu "tumpah" ke alam sadar. Itulah kenapa kamu bisa melihat bayangan atau merasa ada penyusup di kamar, padahal itu cuma halusinasi visual dari sisa mimpi tadi.
Dada Terasa Sesak, Kok Bisa?
Banyak yang merasa napasnya sesak seperti dicekik saat ketindihan. Padahal, pernapasanmu sebenarnya berjalan normal, lo! Rasa sesak itu muncul karena otot rangka sedang rileks total, sementara cuma otot diafragma yang bekerja. Perasaan nggak bisa kontrol otot dada inilah yang diterjemahkan otak sebagai rasa tertekan atau sesak.
Pemicu dan Cara Biar Nggak 'Ditindih' Lagi
Meskipun menakutkan, para ahli menegaskan kondisi ini nggak berbahaya. Biasanya, ketindihan dipicu oleh beberapa hal sepele tapi sering kita abaikan:
- Pola Tidur Berantakan: Sering begadang atau jam tidur yang berubah-ubah.
- Stres Tinggi: Pikiran yang terlalu terbebani bikin kualitas tidur menurun.
- Posisi Tidur Telentang: Penelitian menunjukkan tidur telentang lebih sering memicu ketindihan.
Nah, biar nggak mengalami gangguan ini, kamu sebaiknya menjadwalkan waktu yang konsisten untuk tidur, mengubah posisi, mematikan gawai, dan pastikan kamar nyaman.
Ingat ya, ketindihan itu murni masalah medis, bukan karena kamu lagi diganggu genderuwo ya, Gez! Tapi, kalau ketindihan ini terjadi terlalu sering sampai mengganggu aktivitas seharian, jangan ragu buat konsultasi ke dokter karena bisa jadi ada indikasi kondisi lain seperti narkolepsi.
Gimana, sekarang sudah nggak takut lagi kan kalau ketindihan lagi? Kamu punya pengalaman unik atau cara ampuh buat bangun dari ketindihan nggak nih? (Siti Zumrokhatun/E05)
