Inibaru.id - Pernah nggak sih, kamu merasa mimpi saat tidur usai sahur itu terasa lebih “liar” dan nyata? Ada yang mengaku sampai terbangun dengan jantung berdebar karena merasa habis dikejar sesuatu. Fenomena ini memang sering jadi bahan obrolan warganet tiap Ramadan. Tapi, benarkah tidur setelah sahur bikin mimpi buruk?
Menurut praktisi kesehatan tidur, Andreas Arman Prasadja, fase waktu setelah sahur memang berdekatan dengan tahap tidur REM (Rapid Eye Movement). Nah, fase inilah yang dikenal sebagai fase mimpi. Di tahap ini, otak justru sangat aktif, meski tubuh kita terlelap. Mata bergerak cepat, dan mimpi bisa terasa sangat intens, bahkan seperti kejadian nyata.
Jadi kalau kamu tidur lagi setelah sahur lalu bermimpi aneh-aneh, sebenarnya itu wajar. Bukan karena habis sahurnya, melainkan karena kamu masuk ke fase tidur REM. Namun, mimpi yang muncul nggak selalu buruk. Isi mimpi itu ibarat campuran memori yang dipanggil secara acak oleh otak. Terkadang absurd, terkadang emosional, terkadang malah membingungkan.
Yang bikin mimpi terasa “seram” biasanya adalah muatan emosi yang hadir sebelum kamu tidur. Kalau sebelum rebahan kamu lagi kepikiran kerjaan, deadline, atau hal-hal bikin cemas, besar kemungkinan emosi itu terbawa ke alam mimpi. Misalnya lagi stres berat, eh di mimpi malah dikejar-kejar sesuatu. Otak seperti mengemas ulang rasa cemas dalam bentuk cerita.
Sebaliknya, kalau sebelum tidur kamu merasa tenang, baru selesai melakukan ibadah, atau memikirkan hal-hal menyenangkan, mimpi pun cenderung lebih ringan. Makanya, menjaga suasana hati sebelum tidur itu penting, apalagi di bulan puasa ketika pola tidur berubah.
“Kalau mimpinya sedih, pas bangun tentu bikin sedih. Kalau mimpinya senang, tentu pas bangun kita senang. Mimpi itu seperti memanggil memori tapi secara acak dan bisa saja tumpang tindih. Jadi sebenarnya mimpi pas tidur setelah sahur belum tentu buruk,” ucap Andreas sebagaimana dinukil dari Kompas, Rabu (25/2/2026).
Meski begitu, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Dokter spesialis penyakit dalam dari RS UNS Solo Coana Sukmagautama, mengingatkan bahwa langsung tidur setelah makan sahur kurang baik untuk kesehatan lambung. Posisi berbaring saat perut masih penuh bisa memicu asam lambung naik atau GERD. Gejalanya bisa berupa mual, perut kembung, sampai tenggorokan terasa panas saat bangun.
Menurut dia, idealnya kita memberikan jeda sekitar 2–4 jam sebelum benar-benar tidur lagi. Kalau memang butuh istirahat tambahan, bisa dicicil dengan tidur siang. Yang penting, total jam tidur tetap terpenuhi. Pasalnya, tidur cukup selama Ramadan membantu menjaga mood, konsentrasi, hingga keseimbangan hormon lapar dan kenyang.
Jadi, kalau kamu sering mengalami mimpi yang terasa nyata setelah sahur, nggak perlu langsung panik. Itu lebih karena fase tidur REM, bukan pertanda buruk. Yang penting, atur emosi sebelum tidur, jangan langsung rebahan setelah makan, dan pastikan waktu istirahat tetap cukup. Ramadan tetap lancar, mimpi pun lebih bersahabat. (Arie Widodo/E07)
