BerandaHits
Minggu, 25 Jan 2026 11:01

Coba Ingat-ingat, Mimpimu Berwarna Atau Hitam Putih, Ya?

Penulis:

Coba Ingat-ingat, Mimpimu Berwarna Atau Hitam Putih, Ya?Arie Widodo
Coba Ingat-ingat, Mimpimu Berwarna Atau Hitam Putih, Ya?

Ilustrasi: Mimpi berwarna atau tidak, ya? (Istockphoto/Carla MC)

Kepikiran nggak, selama tidur, mimpi yang kita alami itu berwarna atau hitam putih? Nah, ada penelitian terkait hal ini, Gez.

Inibaru.id - Pernah bangun tidur lalu mencoba mengingat mimpi semalam, tapi malah bertanya-tanya: tadi itu berwarna atau hitam putih, ya? Pertanyaan ini terdengar sepele, tapi ternyata sudah lama bikin penasaran ilmuwan, psikolog, sampai filsuf. Menariknya, jawaban soal warna mimpi kita tidak sesederhana yang dibayangkan dan sangat berkaitan dengan kebiasaan hidup modern.

Secara umum, banyak orang merasa mimpinya berwarna. Tapi kalau ditarik ke belakang, ceritanya berbeda. Pada era sebelum televisi berwarna populer, cukup banyak orang yang melaporkan mimpi mereka terasa seperti film hitam putih.

Sejumlah penelitian lama menunjukkan bahwa mayoritas responden saat itu jarang mengingat warna dalam mimpi. Namun, seiring perkembangan teknologi visual seperti televisi, film, gim, hingga media sosial, laporan tentang mimpi berwarna meningkat drastis.

Para peneliti menduga media visual punya pengaruh besar terhadap cara kita memahami dan mengingat mimpi. Kita terbiasa menonton layar penuh warna setiap hari, sehingga otak menganggap pengalaman visual, termasuk mimpi, seharusnya juga berwarna.

Tanpa sadar, asumsi ini ikut membentuk cara kita “menceritakan ulang” mimpi saat bangun tidur. Bisa jadi, mimpi aslinya tidak sejelas itu, tetapi memori kita melengkapinya agar terasa masuk akal.

Masalahnya, mimpi adalah pengalaman yang sangat subjektif. Kita tidak bisa memutarnya ulang seperti video. Satu-satunya cara memahami mimpi adalah lewat ingatan setelah terbangun, dan ingatan ini terkenal tidak bisa diandalkan.

Sebelumnya, banyak orang yakin jika mimpi itu hitam putih. (Depositphotos)
Sebelumnya, banyak orang yakin jika mimpi itu hitam putih. (Depositphotos)

Detail seperti warna sering kali tidak dianggap penting oleh otak. Jika dalam mimpi kita melihat apel merah atau langit biru, otak menganggapnya normal, sehingga tidak disimpan sebagai informasi khusus. Akibatnya, saat bangun, kita merasa mimpi itu “tidak berwarna”, padahal bisa saja warnanya ada, hanya tidak terekam jelas.

Sebaliknya, warna yang tidak biasa justru lebih mudah diingat. Misalnya, jika dalam mimpi tiba-tiba ada kucing hijau neon atau laut berwarna ungu terang, kemungkinan besar detail itu akan menempel di ingatan. Warna yang menyimpang dari keseharian memberi efek emosional yang lebih kuat, sehingga otak menandainya sebagai sesuatu yang penting.

Menariknya lagi, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa perdebatan mimpi berwarna atau hitam putih mungkin berangkat dari asumsi yang keliru. Bisa jadi mimpi kita sebenarnya tidak sepenuhnya visual seperti menonton film.

Gambaran dalam mimpi mungkin lebih kabur, samar, atau bahkan tidak memiliki “warna” dalam pengertian biasa. Saat bangun, otak kemudian merekonstruksi pengalaman itu agar sesuai dengan cara kita memahami dunia nyata.

Jadi, apakah mimpi kita berwarna atau hitam putih? Jawabannya bisa berbeda-beda untuk setiap orang, bahkan untuk setiap mimpi. Yang jelas, mimpi bukan sekadar layar di kepala saat tidur. Ia adalah pengalaman unik yang dibentuk oleh otak, ingatan, emosi, dan kebiasaan hidup kita sehari-hari. (Arie Widodo/E07)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved