Inibaru.id - Kalau kamu melintas jalur Temanggung–Wonosobo, coba deh pelankan laju kendaraan sebentar saat tiba di Parakan. Di salah satu sudut jalan, berdiri rumah makan legendaris yang sudah eksis sejak 1950. Namanya sederhana, tapi punya cerita panjang: Rumah Makan Bu Carik.
Berlokasi di Jl. Pangeran Diponegoro No.224, Parakan Kauman, tempat makan ini bukan sekadar warung nasi biasa. Tempat ini mirip seperti kapsul waktu yang menyimpan jejak sejarah kuliner Jawa sejak lima tahun setelah Indonesia merdeka.
Nama “Bu Carik” sendiri ternyata bukan nama sembarangan. Pemilik generasi ketiga, Ngurah Widi Hastuti, pernah bercerita tentang asal-usulnya.
“Ini dulu nenek saya, Mas. Mbah Kakung waktu itu jadi ‘carik’ (sekretaris desa) dan nenek mulai jualan nasi,” kenang perempuan yang akrab disapa dengan Tutik tersebut sebagaimana dinukil dari Suaramerdeka, Sabtu (26/4/2025).
Dari situlah nama Bu Carik melekat, sebagai bentuk penghormatan pada sejarah keluarga.
Sejak berdiri pada 1950, resep yang digunakan nyaris tak berubah. Menu andalannya masih setia pada racikan lama seperti brongkos daging, empal kampung, hingga nasi pecel khas Parakan. Rempah-rempahnya terasa kuat, dagingnya empuk, dan kuahnya nendang tanpa berlebihan.
Salah satu pelanggan, Abu Farhan, bahkan dengan terang-terangan memuji, “masakannya di warung ini emang terkenal legend enak dan rasa rumahannya kuat. Cocok banget jadi rujukan kalau cari makan daerah Parakan. Empalnya joss, serundengnya mantepp.”
Sementara itu, Annisa Zakiyah punya pengalaman yang nggak kalah seru usai makan di sini. “Aku pesen nasi pecel baceman, pecelnya enak sih, bumbu pas agak pedas. Vibes-nya kayak rumah makan kuno tahun 90-an. Di depan meja ada berbagai macam snack seperti klepon, lumpia, dan onde-onde yang bisa kamu cemilin,” tulisnya di sebuah ulasan Google Maps.
Memang, selain rasa makanan, suasana di sini jadi salah satu daya tarik. Meja kayu tua, foto-foto generasi keluarga yang terpajang di dinding, dan aroma dapur tradisional bikin siapa pun merasa seperti sedang makan di rumah nenek sendiri.
Soal harga? Tenang saja. Menu di sini dibanderol mulai dari Rp5.000 hingga sekitar Rp30.000. Dengan rasa sekelas itu, jelas ramah di kantong. Nggak heran kalau warung ini pernah didatangi berbagai tokoh, mulai dari artis senior hingga pejabat negara.
Buka setiap hari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB, Rumah Makan Bu Carik bukan cuma tempat mengisi perut, tapi juga tempat menikmati cerita. Di tengah geliat Temanggung sebagai destinasi wisata, warung legendaris ini tetap berdiri demi menyajikan rasa yang tak lekang oleh zaman. (Arie Widodo/E07)
