BerandaHits
Minggu, 21 Mar 2026 09:01

Seperti Apa ya Suasana Idulfitri di Suriname?

Komunitas muslim di Suriname melakukan salat id. (KBRI Paramaribo - Suriname)

Ternyata, suasana Idulfitri di Suriname cukup mirip dengan suasana Lebaran di Jawa. Seperti apa, ya?

Inibaru.id - Kalau mendengar kata Suriname, mungkin banyak orang Indonesia yang langsung teringat dengan satu hal: komunitas Jawa yang tinggal di sana. Negara kecil di Amerika Selatan ini memang memiliki hubungan sejarah yang cukup kuat dengan Indonesia. Bahkan hingga sekarang, sekitar 13–15 persen penduduk Suriname merupakan keturunan Jawa.

Sejarahnya bermula pada akhir abad ke-19 ketika pemerintah kolonial Belanda membawa pekerja kontrak dari Pulau Jawa ke Suriname untuk bekerja di perkebunan tebu. Setelah masa kontrak selesai, banyak dari mereka memilih menetap. Seiring waktu, mereka membangun komunitas sendiri dan tetap mempertahankan budaya Jawa, mulai dari bahasa, makanan, hingga tradisi keagamaan.

Menariknya, tradisi Lebaran atau Idulfitri di Suriname juga masih terasa sangat “Jawa”.

Takbiran dan Salat Id Seperti di Indonesia

Perayaan Lebaran di Suriname biasanya dimulai dengan malam takbiran. Umat Muslim berkumpul di masjid untuk mengumandangkan takbir bersama-sama sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan. Suasananya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, meski jumlah umat Muslim di Suriname tidak sebesar di negara mayoritas Muslim.

Keesokan paginya, masyarakat Muslim melaksanakan salat Idulfitri di masjid atau lapangan terbuka. Setelah salat selesai, tradisi saling bersalaman dan bermaaf-maafan langsung dimulai. Banyak keluarga juga mengunjungi rumah kerabat dan teman untuk mempererat hubungan silaturahmi.

Tradisi berkunjung ini sering berlangsung sepanjang hari, bahkan hingga beberapa hari setelah Lebaran.

Ketupat dan Opor Tetap Jadi Menu Andalan

Warga Suriname melakukan halalbihalal. (Timesjogja)

Hal yang membuat Lebaran di Suriname terasa sangat akrab bagi orang Indonesia adalah soal makanan. Banyak keluarga keturunan Jawa masih memasak hidangan khas Lebaran yang mirip dengan yang ada di Indonesia.

Ketupat, lontong, opor ayam, hingga rendang menjadi menu yang sering disajikan di meja makan. Selain itu, berbagai kue kering juga ikut meramaikan suasana, seperti nastar dan kue-kue tradisional lain.

Kuliner ini menjadi bukti bahwa meski sudah tinggal jauh dari tanah leluhur selama lebih dari satu abad, masyarakat Jawa Suriname tetap menjaga tradisi kuliner mereka.

Pakaian Tradisional dan Suasana Meriah

Saat hari Lebaran tiba, masyarakat Muslim di Suriname juga mengenakan pakaian terbaik mereka. Banyak yang memakai pakaian yang terinspirasi dari budaya Indonesia, seperti baju koko, sarung, hingga baju kurung.

Suasana perayaan juga sering dilengkapi dengan berbagai acara budaya. Beberapa komunitas mengadakan pertunjukan musik, tari tradisional, atau festival kecil yang menghadirkan makanan khas Lebaran.

Selain itu, berbagi dengan sesama juga menjadi bagian penting dari perayaan. Banyak keluarga yang membagikan makanan atau bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan agar kebahagiaan Lebaran bisa dirasakan oleh semua orang.

Meski berada ribuan kilometer dari Pulau Jawa, masyarakat Jawa di Suriname berhasil menjaga identitas budaya mereka. Tradisi Lebaran menjadi salah satu momen penting yang memperlihatkan bagaimana warisan budaya tersebut tetap hidup.

Bagi orang Indonesia yang berkunjung ke Suriname saat Idulfitri, suasananya mungkin terasa sangat familiar, seolah sedang merayakan Lebaran di kampung sendiri, hanya saja lokasinya berada di sisi lain dunia. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: