BerandaIslampedia
Kamis, 4 Apr 2018 06:43

Mbah Bantarbolang, Ki Pandan Jati, dan Jejak Islam di Pemalang

Makam Ki Pandan Jati (dotgo.id)

Salah satu pusat Islam di Kabupaten Pemalang pada masa-masa awal penyebarannya adalah wilayah Bantarbolang. Selain Mbah Bantarbolang yang jadi leluhur, Ki Pandan Jati jadi tokoh dominan di sana. Padahal, konon dia pelarian dari Mataram karena dituduh korupsi. Bagaimana kisah sebenarnya?

Inibaru.id - Di Jawa, Islam berkembang pesat. Pada awal perkembangan Islam, antara 1500-1586, salah satu daerah yang menjadi perhatian para wali adalah Pemalang, Jawa Tengah. Di sana, ada beberapa tokoh yang berdakwah, yaitu Syekh Jambu Karang, Kiai Natas Angin, Kiai Geseng, Mbah Bantar Bolang, Ki Palintaran, Ki Pandan Jati, dan lain lain.

Nah, salah satu wilayah yang jadi pusat dakwah di Pemalang adalah Kecamatan Bantarbolang. Berada di daerah perbukitan di sebelah selatan Kota Pemalang, Bantarbolang cukup populer.

Ya, di Bantarbolang terdapat beberapa makam tokoh Islam yang dikeramatkan masyarakat sekitar. Kamu yang suka berziarah, mungkin banget sudah akrab dengan beberapa makam tokoh Islam di daerah tersebut. Sebut saja makam Mbah Bantarbolang dan kedua muridnya, Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran.

Oya, seperti dilansir dotgo.id (28/4/2017), masyarakat Bantarbolang meyakini Mbah Bantarbolang sebagai leluhur. Makamnya selalu ramai diziarahi, juga makam kedua muridnya. Apalagi ketiga makam tersebut berdekatan. Ketiganya dimakamkan di tanah perbukitan yang dibawahnya mengalir sebuah sungai.

Namun karena Ki pandan Jati diyakini sebagai salah seorang  tokoh Mataram, makamnya paling ramai diziarahi.

Pemerintah Kabupaten Pemalang dan masyarakat Bantarbolang selalu memperingati acara Wungon setiap malam 17 Agustus. Pada acara yang sudah menjadi tradisi turun-temurun itu, tokoh masyarakat setempat biasanya akan membacakan sejarah makam Ki Pandan Jati.

Baca juga:
Uniknya Masjid Lumpur Agadez
Perekat Bangunan Masjid Itu Putih Telur

Konon, Ki Pandan Jati adalah pembesar Kerajaan Mataram. Namun karena dituduh melakukan korupsi dan dihukum seumur hidup, dia lantas mengasingkan diri ke daerah barat, tepatnya di kawasan hutan Bantarbolang.

Nah, saat di tengah hutan itulah dia bertemu Mbah Bantarbolang dan diizinkan tinggal di rumahnya.  Lantaran yakin bahwa Ki Pandan Jati adalah orang yang baik, dia kemudian diangkat menjadi murid dan digembleng oleh Mbah Bantarbolang. Bersama murid Mbah Bantarbolang lainnya yaitu Ki Palintaran, Ki Pandan Jati menjelma menjadi pribadi yang sangat tangguh secara lahir dan batin. Keduanya juga menjadi murid kesayangan Mbah Bantarbolang dan mewarisi semua ilmu dari gurunya tersebut. Bahkan, konon keduanya menjadi orang sakti yang mampu menerawang sebuah peristiwa yang akan terjadi di masa datang, lo. Wah, hebat ya?

Ketika Mbah Bantarbolang bermaksud mencari penerusnya, dia menguji kedua muridnya tersebut. Secara sembunyi-sembunyi, Mbah Bantarbolang meninggalkan padepokan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran untuk memimpin padepokan bersama.

Kepergian Mbah Bantarbolang tentu saja membuat semua muridnya merasa kehilangan. Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran lalu berusaha mencarinya. Namun kemudian Ki Pandan Jati yang memiliki mata batin yang lebih tajam, berhasil menemukan gurunya. Sayang, Mbah Bantarbolang enggan untuk kembali menjadi guru dan meminta Ki Pandan Jati untuk memimpin padepokannya. Menuruti kemauan sang guru, Ki Pandan Jati lantas memimpin padepokan tersebut hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di Desa Bantarbolang.

Eh, tapi ada juga yang menyebutkan bahwa makam Ki Pandan Jati di Bantarbolang tersebut hanyalah sebuah petilasan. Diceritakan bahwa Ki Pandan Jati berkelana ke arah selatan untuk menyebarkan Islam hingga akhirnya kembali ke Mataram. Dia mau kembali dan diterima di Mataram setelah diketahui bahwa tuduhan korupsi kepadanya itu keliru.

Nah, kalau ingin ke makam Ki Pandan Jati, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika dari arah barat, setelah memasuki Kota Pemalang dan melewati alun-alun, berbeloklah ke arah kanan. Tapi jika dari arah timur, berbeloklah ke kiri di lampu merah sebelum Alun-alun Pemalang.

Baca juga:
Ziarah ke Makam Kiai Walik di Masjid Al Manshur Wonosobo
Masjid Agung Keraton Surakarta dan Pusat Kegiatan Tradisi Keislaman

Perjalanan akan dilanjutkan beberapa puluh kilometer ke arah selatan melewati daerah perbukitan di jalan utama Bantarbolang-Randudongkal-Bobotsari. Setelah itu, berbelok ke arah kanan, persisnya di Pasar Bantarbolang dan langsung memasuki jalan yang menuju area Makam Ki Pandan Jati.

Well, terlepas dari cerita yang ada, makam Ki Pandan Jati sudah menjadi situs budaya religius dan menjadi legenda. Kamu percaya atau nggak akan mitos yang ada, semua kembali kepada pribadi masing-masing. Yang jelas, sosoknya memiliki nilai-nilai luhur yang patut diteladan. Setuju kan, Millens? (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: