BerandaIslampedia
Minggu, 27 Jan 2018 14:26

Al-Mashun, Masjid “Tiga Benua” di Medan

Masjid Raya Al-Mashun di Kota Medan. (analisadaily.com)

Keunikan masjid ini adalah arsitekturnya yang mencirikan gaya tiga benua. Bangunan itu juga jadi ikon Kota Medan.

Inibaru.id – Di Sumatera Utara (Sumut), ada beberapa masjid bersejarah. Dikutip dari Republika.co.id (25/1/2018), Abdul Baqir Zein, penulis buku Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia menyebut tiga masjid bersejarah di wilayah tersebut, yaitu Masjid Raya Al-Mashun Medan, Masjid Raya Labuhan Medan, dan Masjid Azizi Langkat.

Masjid Raya Al-Mashun adalah masjid negara pada masa kejayaan Kesultanan Melayu Deli, yang dibangun 1906 dan selesai 1909. Yang lebih tua adalah Masjid Raya Labuhan Medan, didirikan pada 1824 oleh Sultan Deli yang bernama Sultan Mahmud. Masjid yang semula berukuran 16 m x 16 m dan terbuat dari kayu, pada 1884 dipugar sekaligus dibangun secara permanen. Adapun Masjid Azizi Langkat yang berada di Langkat, Tanjung Pura, Sumatra Utara, didirikan oleh Tengku Sultan Abdul Aziz bin Tengku Sultan Haji Musa al-Khalidy al- Muazhzham Syah, Raja Langkat yang berkuasa antara 1862-1896. Namun, sebelum pembangunan masjid selesai, Sultan Abdul Aziz wafat. Lalu, pembangunan dilanjutkan oleh anaknya, Tengku Sultan Mahmud Rahmat Syah, pada 1936.

Nah, Millens, dari ketiga masjid tersebut, Masjid Raya Al-Mashun menjadi salah satu ciri khas Medan. Ini masjid dengan arsitektur unik.

Baca juga:
Dengan OneQuran, Kamu Bisa Belajar Ngaji via Daring
“Kehebatan” Masijd Bibi Heybat di Azerbaijan

Keunikannya, seperi dilansir Republika.co.id (27/1/2018) terlihat dari gaya arsitektur, bentuk bangunan, kubah, menara, pilar utama, hingga ornamen-ornamen kaligrafi yang menghiasi setiap bagian bangunannya. Itulah yang membuat Masjid Al-Mashun jadi istimewa. Nggak heran, siapa pun yang kali pertama kali melihat bagian dalam dan ornamen-ornamen yang menempel di bagian dindingnya, bakal berdecak kagum.

Lebih-lebih ruang utamanya yang berbentuk segi delapan nggak sama sisi digunakan sebagai tempat salat. Di bagian ini ada keunikan lagi nih: pada setiap sisi, terdapat bagian yang menjorok keluar dan di depan setiap bagian itu terdapat tangga. Sisi kiri dan kanan ruang salat utama dikelilingi gang yang memiliki deretan jendela tertutup berbentuk lengkung, yang berdiri di atas balok.

Di luar itu semua, yang paling menonjol arsitekturnya adalah ragam arsitektural beragam gaya. Kamu tahu siapa arsiteknya? Orang Belanda, lo.

Ya, masjid yang diarsiteki JA Tingdeman ini dibangun pada 1906, di atas lahan seluas 18 ribu meter persegi dan dapat menampung sekitar 1.500 jamaah.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh beberapa temuan. Yakni, komponen-komponen budaya yang mendominasi arsitektur dan ragam hias Masjid Raya Al-Mashun, pada umumnya berasal dari arsitektur Islam, khususnya Mesir (periode Mamluk yang berlanjut pada periode Ottoman), Spanyol (Andalusia) dan Maghribi (Maroko), India (periode Mughal Architecture), serta Arab (Timur Tengah).

Baca juga:
Perekat Bangunan Masjid Itu Putih Telur
Uniknya Masjid Lumpur Agadez

Adapun komponen-komponen yang berasal dari Eropa, merupakan komponen pelengkap.

Nah, dengan semua ciri itu, wajar bila disebut bahwa Masjid Raya Al-Mashun adalah masjid dengan gaya arsitektural tiga benua (Asia, Afrika, dan Eropa).  Nggak heran, masjid itu banyak dikagumi wisatawan, baik domestik maupun mancanagara.

Selain itu, masjid itu juga menyisratkan soal kebesaran Islam di Nusantara. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: