BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 21 Agu 2026 09:32

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

PFN tengah menyiapkan Sinewara sebagai bioskop milik BUMN yang ditargetkan mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada 2027. (Chatgpt)

PFN tengah menyiapkan Sinewara sebagai bioskop milik negara yang ditargetkan hadir pada 2027 sekaligus menjadi upaya memperluas akses bioskop dan mendukung perfilman nasional.

Inibaru.id - Selama ini, industri bioskop di Indonesia lebih banyak diisi oleh perusahaan swasta. Namun, peta tersebut berpotensi berubah dengan hadirnya bioskop milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN tengah menyiapkan bioskop bernama Sinewara yang ditargetkan mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada 2027 mendatang.

Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah mengatakan, Sinewara saat ini masih dalam tahap penggodokan. PFN ingin memastikan konsep dan produk tersebut benar-benar matang sebelum diluncurkan.

"Sinewara still in progress, masih dalam penggodokan, kita mematangkan dulu agar produk ini begitu keluar sudah menjadi produk yang matang dan siap dirilis," ujar Riefian di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pria yang akrab disapa Ifan itu menyebut peluncuran Sinewara ditargetkan berlangsung tahun depan. PFN juga telah berkomunikasi dengan sejumlah pemerintah daerah terkait rencana pengembangan bioskop tersebut.

"Insyaallah tahun depan. Sudah ada beberapa kabupaten, kepala daerah sudah ada yang beberapa berkomunikasi dengan saya," katanya.

Rencana menghadirkan Sinewara sebelumnya disampaikan PFN dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada Februari 2026.

Salah satu alasan pengembangan bioskop negara tersebut adalah masih belum meratanya akses terhadap bioskop di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan PFN dalam rapat tersebut, Indonesia memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar.

Namun, persebarannya masih terkonsentrasi di wilayah tertentu. Sekitar 70 persen bioskop berada di Pulau Jawa, sedangkan Sumatra hanya sekitar 15 persen dan Kalimantan sekitar 5 persen.

Kondisi tersebut membuat akses masyarakat terhadap bioskop belum merata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di luar wilayah dengan konsentrasi bioskop tinggi.

Menurut Ifan, jumlah layar bioskop di Indonesia juga masih jauh dari kebutuhan ideal.

"Harusnya Indonesia mempunyai 20 ribu layar. Yang menjadi target setengahnya, let's say 10 ribu layar," ujarnya dalam rapat Komisi VII DPR RI pada Februari lalu.

Sebagai tahap awal, PFN merencanakan pembangunan Sinewara di kantor pusat PFN yang berada di kawasan Otista, Jakarta.

Lokasi tersebut akan menjadi proyek percontohan atau pilot project sebelum konsep Sinewara dikembangkan lebih luas.

"Road map daripada PFN ke depan, PFN akan mendirikan bioskop negara pertama yang bernama Sinewara yang berlokasi di Otista, itu di PFN. Ini sebagai pilot project untuk bioskop negara pertama," kata Ifan.

PFN tidak hanya berencana mengembangkan Sinewara di Jakarta. Perusahaan tersebut juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk ikut mengembangkan bioskop negara di wilayah masing-masing.

Skemanya antara lain melalui kepemilikan saham. Dengan menjadi salah satu pemegang saham, pemerintah daerah diharapkan dapat ikut mendorong pembangunan bioskop sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hiburan dan film.

"Semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain mengembangkan bioskop negara ini, dengan cara bergabung menjadi salah satu shareholder," ujar Ifan.

Jadi Rumah bagi Film Nasional

Kehadiran Sinewara tidak hanya diarahkan sebagai bisnis bioskop. PFN juga merancangnya sebagai bagian dari pengembangan ekosistem perfilman nasional.

Sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang produksi film, PFN ingin Sinewara dapat menjadi wadah bagi film-film Indonesia untuk bertemu dengan penontonnya.

Di sisi lain, perluasan jaringan bioskop di berbagai daerah diharapkan dapat membantu mengatasi ketimpangan akses masyarakat terhadap layar film.

Saat ini, Sinewara masih berada dalam tahap pematangan konsep. Jika rencana berjalan sesuai target, bioskop pelat merah tersebut akan mulai diperkenalkan pada 2027.

Kehadiran Sinewara nantinya akan menambah warna dalam industri bioskop Indonesia yang selama ini didominasi pemain swasta, seperti PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. selaku pengelola Cinema XXI dan PT Graha Layar Prima Tbk. sebagai pengelola CGV Cinemas.

Menarik untuk melihat apakah Sinewara nantinya hanya menjadi alternatif baru bagi penonton atau sekaligus mampu menjadi penggerak pemerataan akses bioskop hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum memiliki cukup layar. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: