BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 15 Jun 2020 11:58

Seperti Apa Kombinasi Obat Covid-19 yang Ditemukan Tim Peneliti Unair?

Unair klaim temukan kombinasi obat Covid-19. (AP/John Locher)

Tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) mengklaim telah menemukan obat Covid-19. Terdapat lima kombinasi racikan yang semuanya telah terdaftar BPOM dan dianggap aman dikonsumsi. Meski begitu, penemuan ini diragukan karena belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Inibaru.id – Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih mengatakan jika tim peneliti dari institusi pendidikan yang dipimpinnya itu telah menemukan racikan obat untuk virus corona. Ada lima kombinasi obat yang dianggap ampuh untuk mengatasinya.

“Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, oprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin,” katanya pada Jumat (12/6/2020).

Menurut Nasih, kombinasi obat-obat tersebut terjamin keamanannya. Obat-obatan itu juga sudah ada di pasaran, terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan telah teruji secara klinis.

Meski begitu, menurut Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Nafrialdi, penemuan tersebut harusnya nggak diungkap terlebih dahulu sebelum dilandasi oleh publikasi di jurnal ilmiah. Langkah ini diperlukan untuk pemeriksaan metode, hasil penelitian, dan penarikan kesimpulan. Setelah lulus, barulah hasilnya bisa dipublikasikan secara umum.

“Klorukin hidroksiklorokuin, azitromisin, sudah lazim dipakai. Sebenarnya, publikasi Internasional belum membuktikan obat tersebut efektif (mengobati Covid-19),” ucap Nafrialdi.

Kalau kamu masih bingung dengan obat-obat tersebut, berikut adalah penjelasannya, Millens.

Hidroksiklorokuin

Hidroksiklorokuin untuk malaria. (Getty Images)<br>

Hidroksiklorokuin merupakan obat yang dipakai untuk menangani, mengobati, dan mencegah penyakit malaria. Fungsinya mirip dengan klorokuin. Sayangnya penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menjelaskan bahwa obat ini nggak efektif mencegah penularan Covid-19. Padahal obat ini banyak dilirik ilmuwan untuk mengganggu kemampuan virus menginfeksi sel.

Lopinir dan Ritonavir

Obat corona tengah diuji coba oleh para ilmuwan. (iStock)<br>

Obat jenis lopinavir dan ritonavir adalah kombinasi obat untuk pencegahan HIV/AIDS. Secara umum, obat ini diberikan dalam dosisi rendah dan dikombinasikan dengan obat ARV.

Azitromisin

Azitromisin untuk infeksi bakteri. (Freepik)

Azitromisin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi akibat bakteri seperti untuk resep mengobati infeksi di paru-paru, hidung dan tenggorokan, sendi dan tulang, darah, kulit, serta penyakit menular seksual layaknya gonore dan klamidia. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri agar nggak meluas.

Doxicycline dan Claritromisin

Menggunakan obat dengan bijak di masa corona. (Halodokter)<br>

Doxicycline dan Claritromisin memiliki fungsi yang mirip dengan azitomisin. Doxycycline merupakan obat dari golongan antibiotik tetracycline (tetrasiklin) yang dipakai untuk mengatasi bermacam-macam infeksi bakteri. Bahkan, obat ini juga bisa dipakai untuk mengatasi jerawat, lo.

Hanya, Doxicycline dan Claritromisin bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri, bukannya virus. Hal inilah yang membuat banyak pakar kesehatan ragu obat ini bisa mengatasi Covid-19.

Meski sudah ada klaim tentang penemuan obat, sebaiknya kamu tetap melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19, ya Millens? (Kom/MG26/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: