BerandaInspirasi Indonesia
Kamis, 16 Nov 2022 18:44

Rachma Wikandari, Raih Penghargaan Internasional Bidang Teknologi Pangan

Rachma Wikandari mempresentasikan penelitiannya tentang pengembangan daging buatan dari jamur benang (mikoprotein) yang ditumbuhkan dari limbah air sisa rebusan kedelai. (Dok. UGM)

Rachma Wikandari adalah dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dirinya baru saja menerima Young Scientist Award, sebuah penghargaan di bidang teknologi pangan.

Inibaru.id - Rachma Wikandari, dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih penghargaan Young Scientist Award dari International Union of Food Science and Technologist (IUFoST). Penghargaan tersebut diberikan pada 21th World Congress of Food Science and Technology 2022 di Singapura.

Sebagai informasi, IUFoST merupakan organisasi beranggotakan negara-negara yang mempunyai asosiasi profesi ahli teknologi pangan. Sedangkan World Food Congress merupakan konferensi dua tahunan IUFoST yang terbilang paling bergengsi di bidang ilmu dan teknologi pangan. Kongres tahun ini mengangkat tema “Future of Food – Innovation, Sustainability and Health”.

Saat menerima penghargaan, Rachma mempresentasikan penelitiannya dengan judul “Development of Meat Substitutes from Filamentous Fungi Cultivated on Left Over Boiling Water of Tempeh Factory” di hadapan 1.200 delegasi dari 60 negara. Inovasi dari penelitian ini adalah pengembangan daging buatan dari jamur benang (mikoprotein) yang ditumbuhkan dari limbah air sisa rebusan kedelai.

“Tren saat ini di bidang pangan adalah menemukan protein alternatif. Diperkirakan pada tahun 2050 jumlah manusia akan meningkat menjadi 9 miliar sedangkan lahan pertanian tidak bertambah, sehingga kita harus menemukan cara untuk mendapatkan makanan baru,” terangnya dilansir dari laman UGM, Rabu, (16/11/2022).

Ia menerangkan, saat ini harga mikroprotein di pasaran terbilang mahal. Dengan memanfaatkan limbah air sisa rebusan kedelai tersebut, Rachma Wikandari bisa menghadirkan mikroprotein berkualitas baik dengan harga murah.

“Saya memanfaatkan limbah pangan untuk makanan, sehingga dapat menangani permasalahan lingkungan dan juga meningkatkan ketahanan pangan,” imbuhnya.

Penghargaan bagi Peneliti Bidang Pangan

Sisa rebusan kedelai menjadi bagian dari penelitian Rachma Wikandari yang membuatnya meraih Young Scientist Award. (Liputan6/Istockphoto)

Penghargaan yang diperoleh oleh Rachma merupakan penghargaan bagi peneliti muda dan berada di awal karier, yang berkontribusi pada pengembangan bidang pangan dan berpotensi menjadi pemimpin masa depan. Penilaian Young Scientist Award ini nggak hanya dilihat dari penelitian dan publikasi, namun juga kontribusi nyata di bidang pangan dan keaktifannya di organisasi internasional.

Rachma Wikandari menjadi peneliti Indonesia kedua yang mendapatkan penghargaan ini sejak diadakan pertama kali di tahun 2006. Penghargaan Young Scientist Award dia terima bersama perwakilan dari tujuh negara lainnya, yaitu Singapura, Taiwan, Swiss, Selandia Baru, India, Cina, dan Swedia.

“Negara berkembang dengan segala keterbatasannya juga bisa meraih penghargaan internasional jika menggunakan strategi yang tepat misalnya lebih menekankan pada aplikasi dan kontribusi untuk mengatasi masalah di sekitarnya dengan dampak yang besar dan mengaitkan dengan isu global,” kata Rachma.

Selain aktif melakukan kegiatan tridarma, Rachma saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Redaksi jurnal agriTECH. Dia juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam sidang Codex Comitee on Food Labelling di tahun 2021.

Salah satu artikel yang ditulisnya yang berjudul "Application of cell culture technology and genetic engineering for production of future foods and crop improvement to strengthen food security” menjadi artikel yang paling banyak dibaca di salah satu jurnal internasional bereputasi. Bahkan baru baru ini menerima penghargaan dari UGM untuk publikasi terbaik di bidang agro untuk artikelnya yang lain.

Salut banget dengan kiprah dosen muda dari UGM ini. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi dan semangat baginya untuk lebih mengembangkan penelitian dan kontribusi pada dunia pangan. (Siti Khatijah/E05)

Artikel ini telah terbit di Medcom dengan judul Racma Wikandari, Dosen FTP UGM Raih Penghargaan Young Scientist Award.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: