BerandaInspirasi Indonesia
Senin, 21 Feb 2021 16:30

Menghitung Cuan dari Lembaran Daun Tanaman Hias

Trimo Sugito sedang menunjukkan salah satu tanaman hias di tokonya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bisnis tanaman hias kini sedang dilirik oleh banyak orang. Namun apa sih resep agar bisa bertahan di usaha ini hingga dapat menghasilkan cuan? Mari bertemu Trimo Sugito yang telah sukses membangun usaha tanaman hias selama belasan tahun!

Inibaru.id – Jika saya bilang tiap lembar daun tanaman hias punya harga selangit, sepertinya hal ini nggak berlebihan. Dari lembaran daun tanaman hias, Trimo Sugito, seorang pedagang tanaman hias di Bandungan, mampu mengubahnya menjadi pundi-pundi rupiah.

Ya, usaha yang dia rintis sejak 2002 tersebut berbuah manis. Saat ini, aglonema andalannya jadi favorit banyak pencinta tanaman hias. Bermula dari uang Rp 100 ribu, ayah dari 4 orang anak ini memulai usahanya dengan berjualan tanaman hias biasa.

“Awal mulai modal Rp 100 ribu pada 2002, saya kulakan bunga dari Kopeng, Salatiga,” kenangnya.

Dari satu pot tanaman, lelaki yang akrab disapa Gito tersebut mengantongi untung sebesar Rp 500 – Rp 1.000 saja per potnya. Hingga pada 2007 anthurium yang jadi salah satu dagangannya meledak di pasaran dan menghasilkan untung yang cukup untuk beli kendaraan dan membangun rumah.

Namun malang nggak dapat ditolak. Pada 2008, usahanya terpuruk dan membuatnya beralih beternak ayam ketawa. Akhirnya, ikatan cinta dengan tanaman membawanya kembali berjualan bunga pada 2014.

“2014 saya kulakan aglonema sampai 2018. Hingga terkenal sampai sekarang dengan aglonemanya,” tutur lelaki 52 tahun ini.

Untung Rugi Bisnis Tanaman

Toko tanaman hias milik Gito. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ketimbang rugi, Gito lebih percaya bahwa tanaman hias membawa hoki jika ditekuni. Menurutnya, pengusaha tanaman hias cuma rugi waktu saja. Selebihnya jika ditekuni, bisnis tanaman hias akan menghasilkan keuntungan.

“Bisnis ini cuma rugi waktu. Kita beli dan kita perbanyak bisa kembali modal!” tegasnya.

Dari beberapa pot aglonema yang saat itu belum begitu dilirik, kini Gito dapat menjual per pot tanaman berukuran kecil mulai dari ratusan ribu. Ya, kerja keras dan ketekunan Gito terbayar manis. Jadilah tokonya jadi rujukan para pencinta aglonema.

Namun begitu, bukan berarti lelaki yang kadung jatuh cinta dengan anthurium ini nggak pernah rugi.

“Awal bisnis aglonema saya beli sak (satu) mobil seharga Rp 6 juta pada mati semua. Saya nggak putus asa. Saya beli lagi, rumati (rawat) lagi,” ungkapnya gigih.

Di toko tanaman hiasnya, dia masih merawat anthurium. Meski nggak banyak yang melirik, dia bakal terus ngopeni tanaman itu sebagai pengingat. Tanaman berdaun lebar itu pernah memberinya kekayaan. Dia nggak akan lupa.

“Anthurium pernah booming dan nyugihke aku. Biarpun nggak laku tapi masih saya rawat,” ungkapnya.

Investasi pada Tanaman Hias

Tanaman hias bisa jadi investasi jika dirawat dengan benar. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Alih-alih bertaruh pada harga tanaman yang naik turun, Gito memilih untuk menyibukkan diri merawat dan memperbanyak tanamannya. Sehingga dirinya sangat setuju dengan anggapan bahwa bisnis tanaman hias adalah suatu investasi.

“Sangat setuju, bukan hanya saya yang sukses tapi banyak teman saya yang juga sukses dari tanaman,” terangnya.

Jika awalnya aglonema hanya berharga Rp 25 ribu, kini Gito dapat menjualnya Rp 250 ribu per pot dengan 2-3 helai daun saja. Harga yang menarik inilah yang membuat tanaman ini cocok dijadikan investasi. Apalagi, aglonema, anthurium, keladi, dan philodendron cukup mudah dikembangbiakkan.

Kini omzet harian lelaki yang juga mengajarkan anaknya merawat sekaligus berbisnis tanaman ini bisa mencapai Rp 15 juta. Pada akhir percakapan, dia mengungkapkan resep kesuksesan pamungkasnya dalam berbisnis tanaman hias, Millens!

“Harus diawali dengan suka dan keinginan untuk terus belajar supaya tanaman tetap subur. Jangan hanya mengejar 'daun' saja, Insya Allah nanti bisa dapat untung,” tukasnya.

Gito yakin bisnis tanaman akan terus berkembang dan dibutuhkan untuk mempercantik rumah. Ya, selama dunia baik-baik saja, maka usaha tanaman akan terus berjalan sebagaimana mestinya. Kamu yang sedang mencari ide usaha, tertarik memulai usaha di bidang tanaman hias, Millens? (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: