BerandaKulinary
Senin, 7 Des 2025 11:01

Swike Cik Ping, Warisan Rasa yang Nggak Ada Matinya di Purwodadi

Swike Cik Ping, kuliner khas Purwodadi. (Grobogantoday)

Pendiri Swike Cik Ping adalah perintis kuliner swike di Purwodadi. Bisa dikatatakan, rasa kuliner swike di sini adalah yang autentik, Gez.

Inibaru.id - Kalau kamu pernah mampir ke Purwodadi, ada satu kuliner yang lebih populer daripada tempat wisatanya, yaitu swike. Yup, hidangan berbahan dasar katak sawah ini sudah lama jadi ikon kota kecil di Kabupaten Grobogan. Nah, dari sekian banyak tempat makan swike di Purwodadi, nama Swike Cik Ping selalu muncul sebagai rekomendasi utama.

Berada di Jl. Kolonel Sugiono, dekat Pasar Purwodadi, warung ini bukan sekadar tempat makan biasa. Berdiri sejak tahun 1901, Swike Cik Ping jadi salah satu kuliner tertua yang masih bertahan hingga sekarang.

Bayangkan, sudah lebih dari satu abad dapurnya mengepulkan aroma bawang putih, jahe, dan kaldu rempah yang bikin orang mampir sekadar mencium aromanya saja sudah tahu kalau yang disajikan adalah swike Purwodadi asli.

Kini usaha keluarga itu dikelola oleh Endah Lestariningsih yang akrab disapa Cik Ping. Dia adalah generasi kelima dari perintis kuliner swike di kota ini. Meski tak pernah bertemu langsung dengan leluhur yang merintis usaha tersebut, Endah tumbuh dengan racikan bumbu yang diwariskan turun-temurun. Nggak heran rasa kuahnya masih sama enaknya dari dulu sampai sekarang.

“Kakek buyut saya merupakan pionir penjual swike di Purwodadi sejak 1901,” ucap Endah sebagaimana dinukil dari Suaramerdeka, Minggu (30/11/2025).

Tempat makan Swike Cik Ping yang sederhana namun mudah dikenali. (Rony Mamoru)

Menu yang ditawarkan di tempat makan tersebut beragam. Selain swike kuah yang jadi primadona, ada pilihan lain seperti kodok goreng tepung, kodok goreng mentega, pepes kodok, hingga rambak kulit kodok yang kriuknya bikin nagih. Menurut Endah, rambak dan swike goreng biasanya jadi favorit buat oleh-oleh. Tapi buat yang nggak pengin makan kodok, tenang saja karena ada menu ayam goreng dan pecel lele sebagai penyelamat.

Salah satu hal menarik dari Swike Cik Ping adalah suasananya. Tempatnya sederhana, khas rumah makan lama yang lebih mengutamakan rasa daripada dekorasi. Pelanggan tua biasanya langsung makan begitu hidangan datang, sementara anak muda sibuk memotret semangkuk kuah cokelat pekat yang masih mengepul.

“Ini kuliner wajib bagi siapa saja yang main ke Purwodadi. Kalau aku sendiri sih suka dengan kodok goreng tepung. Apalagi dengan sambal bawang yang rasanya juara. Pepes kodoknya juga enak,” tulis salah seorang pengulas di Google bernama Lily Lovita.

Meski perkembangan kuliner makin pesat dan selera generasi muda semakin beragam, Swike Cik Ping tetap bertahan. Kuncinya sederhana, yaitu kejujuran rasa dan komitmen menjaga tradisi.

Di tengah hiruk-pikuk kota dan banyaknya kuliner kekinian, Swike Cik Ping membuktikan bahwa makanan yang dibuat dengan hati tak pernah kehilangan penggemar. Setiap mangkuk swike yang disajikan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang lima generasi. Makanya, jika suatu hari kamu ke Purwodadi, jangan lupa mampir, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: