BerandaHits
Senin, 7 Des 2025 19:01

Gubernur Luthfi Larang Keras Penambangan di Gunung Slamet

Ahmad Luthfi melarang aktivitas penambangan di Gunung Slamet. (Kompas/Anggara Wikan Prasetya)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa kawasan tersebut sedang dalam proses menjadi Taman Nasional dan telah menginstruksikan kepada kepala daerah terkait untuk melakukan mitigasi pencegahan perusakan lingkungan.

Inibaru.id – Aktivitas penambangan di kawasan Gunung Slamet dipastikan nggak akan mendapat lampu hijau. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara tegas menyatakan bahwa kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah itu sedang dalam proses untuk ditetapkan sebagai Taman Nasional, sehingga aktivitas penambangan dilarang keras.

Penegasan itu disampaikan Luthfi saat menanggapi pertanyaan dari salah seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) asal Pemalang, Dikri Mulia.

Dikri menyampaikan keprihatinan mendalam terkait potensi penambangan pasir di Gunung Slamet, terutama setelah beberapa daerah seperti Sumatra dilanda banjir bandang yang merenggut banyak korban jiwa.

“Sejauh mana Gubernur mengetahui mengenai hal ini, langkah apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur, lalu langkah apa yang akan dilakukan agar bencana-bencana jangan sampai terjadi,” ujar Dikri.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Luthfi langsung memberikan jawaban yang lugas.

Ilustrasi penambangan pasir yang merusak lingkungan. (via Okezone)

“Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Maka tidak boleh ada penambangan,” kata Ahmad Luthfi, dalam acara Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Sabtu (6/12/2025).

Lebih lanjut, Luthfi menyebutkan bahwa masukan dari Dikri Mulia sangat berharga untuk melakukan tindakan pencegahan bencana.

Kepala daerah yang memiliki wilayah di kawasan Gunung Slamet juga sudah diinstruksikan untuk segera melakukan mitigasi agar praktik perusakan lingkungan di kawasan tersebut nggak terjadi.

Jauh sebelum ini, Ahmad Luthfi juga sudah memberikan peringatan kepada seluruh daerah di Jawa Tengah agar selalu waspada terkait wilayah rawan longsor dan banjir. Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di wilayah pegunungan, dataran tinggi, maupun wilayah pesisir.

Semoga larangan ini bukan cuma untuk di kawasan Gunung Slamet tapi seluruh hutan dan gunung di Jateng, ya Gez. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: